Cara Naik Sepeda Gratis di Monas






Sudah tau belum kalau sekarang wisata di Monas (Monumen Nasional) Jakarta ada yang spesial?
Iyak! Kita bisa keliling Monas dengan menggunakan 100 sepeda yang disediakan dan bisa dipinjam secara gratis untuk berkeliling.

Caranya pinjamnya bagaimana? Mudah kok, siapkan handphone kamu dulu ya..

Cara untuk meminjam sepeda di Monas secara gratis dimulai dengan:

1. Mengunduh Aplikasi Gowes
Aplikasi Gowes ini gratis kok, kamu bisa mengunduh melalui google store maupun apple store.

2. Daftar dan buat akun di aplikasi Gowes
Setelah mengunduh aplikasi, segera bikin akun di Gowes. Setelah terdaftar kamu jadi bebas mau pinjam sepeda yang mana.

3. Cari Sepeda yang ingin dipinjam
Lebih tepatnya memilih sepeda yang ingin dipinjam. Mengingat sewa ini masih gratis, beberapa sepeda terlihat kondisinya sudah tidak begitu sempurna. Mau tau kenapa?
Cek video di youtube ini aja ya πŸ‘‡

4. Pindai QR code
Setiap sepeda yang disediakan oleh Gowes dilengkapi dengan QR code masing-masing. Dari aplikasi kita bisa langsung memindai QR code yang ada di sepeda dengan menggunakan aplikasi yang sudah terinstal tadi.

5. Kembalikan sepeda ketempatnya semula setelah selesai
Usai berkeliling, kembalikan sepeda yang dipinjam ke tempatnya semula dan dikunci kembali.
Jadi peminjam yang bertanggung jawab ya.

Sewa sepeda gratis di Monas dari Gowes ini katanya akan diuji coba selama 3bulan kedepan (yang mana sudah berjalan sekitar 1 bulan). Sepedanya bisa disewa setiap hari dari pukul 07.00 - 24.00 WIB di area Monas.

Kamu sudah mencoba bersepeda gratis di Monas ini?

#HappyTummy: Kuliner masakan Papua di Jakarta


Papeda, masakan khas Papua
Beberapa dari kamu mungkin pernah menjelajah sisi timur Indonesia, khususnya Papua. Nah buat yang kangen dengan masakan khas Papua sekarang bisa lhoh makan masakan tersebut di Jakarta.

Sebenarnya cafe ini sudah buka cukup lama, namun dulu namanya berbeda dan lokasinya pindah lalu juga sekalian ganti nama menjadi Papoea By Nature.

LOKASI
Cafe yang menyajikan kopi dan kuliner khas Papua tersebut bernama Papoea By Nature. Sebelumnya cafe ini berlokasi di Kemang, nah sekarang pindah ke kawasan Pakubuwono Jakarta Selatan. Pas banget di depan apartemen Pakubuwono Residence itu.

Beberapa menu makanan berat yang ada di Papoea By Nature Jakarta
Cafe ini mendatangkan enam puluh persen bahan utama masakannya langsung dari Papua untuk diolah menjadi sajian masakan di Papoea By Nature. Bahan-bahan tersebut diantaranya ada jamur karang batu, ikan, juga kopi-kopinya yang dibeli langsung dari petani kopi di Papua.


MENU MAKANAN KHAS PAPUA

Ada beberapa masakan khas Papua yang sempat saya cicipi ketika mampir ke Papoea by Nature. Fyi masakan papua bumbu rempahnya tidak sekuat masakan di Jawa, juga biasanya masakan mereka banyak menggunakan sagu dan ikan. Jadi ya menu andalan cafe inipun seputar dua bahan itu. 

Jungle Roast Chicken
Jungle Roast Chicken, a marinated quarter chicken with coriander serve with Talas crushed, mix salad and orange sweet chilli sauce DR 125.000
Saat pertama disajikan ekspektasi saya ini adalah semacam ayam cabai hijau dengan taro butter smashed. Tapi ternyata ketika sampai di lidah masakan ayamnya cenderung manis (beda dengan rasa ayam bacem) dengan tekstur ayam yang lembut. Untuk taro butter smashednya sih buat lidah saya cukup untuk perpaduan tawar gurihnya, ayamnya aja yang kurang.

PAPEDA and Yellow Fish Soup
Papeda and Yellow Fish Soup, a seasoning sagoo pulp serve with Mackarell fish with yellow soup IDR 89.000
Primadona dari cafe ini adalah Papeda, salah satu masakan khas Papua. Sagu yang dimasak hingga berbentuk pasta dan diberi kuah kaldu yang berisikan potongan ikan makarel. Saya sempat mencoba papeda ini dan ternyata agak susah ya makan papeda pakai sendok, sepertinya harus pakai garpu supaya mudah memakannya. Rasanya ya kayak bubur sagu yang diberi kuah kaldu ikan, namun saya agak kurang cocok dengan kuahnya karena masih terlalu amis di lidah.

FRIED SAGOO WITH RED CURRY SOUP
Fried Sagoo with Red Curry Soup, a deep fried sagoo batter served with red curry mackarel fish IDR 99.000
Fried sagoo ini seharusnya dipasangkan dengan kuah kari berwarna merah yang ada difoto bersama papeda. Sagu goreng ini rasanya gurih dan mengingatkan saya akan cireng goreng. Kuah kari merah yang jadi pasangan si sagu goreng ini jadi favorit ketika kemarin saya di sana. Rasanya kayak kuah kari normal di Jawa, penuh rempah dan bumbu, kalau kata teman malah kayak kuah lontong sayur.  Buat saya sih si kuah cocok banget baik dipasangkan dengan sagu goreng ini maupun si papeda, karena rasa gurih asin sedikit pedasnya dapet.

FRIED RICE
Papoea By Nature juga punya comfort food buat yang bingung mau pesan apa tapi lagi laper yaudah akhirnya pilih nasi goreng aja. haha πŸ˜‚
Fried Rice, a fried rice served with house pickled cucumber and carrot, purple potatoes chips, tomatoes, salad and egg sunny side up also Menado roa fish IDR 62.000
Nasi goreng ini teksturnya agak kering, disajikan bersama ikan roa khas Manado acar tomat dan mentimun, salad, telur dan keripik ubi ungu. Rasanya kayak makan nasi goreng rasa ikan, yang unik rasa dari si acar dan keripik ubi ungunya sih. Semisal ga ingin kena amis ikannya, bisa diganti dengan nasi goreng ayam (IDR 55.000) maupun jamur (IDR 39.000). 

BEEF CHIMICHURI
Setelah sehari sebelumnya makan steak bertemu masakan beef di Papoea By Nature ini kayak surga, seneng banget!
Beef Chimichuri, a beef sirloin served with chimichuri sauce, potato gratine and brussel sprout IDR 159.000
Beefnya disajikan dalam bentuk slice dan dimasak medium rare, lalu disajikan bersama sayuran dan potato gratin. Rasanya, enak banget! Daging sapinya lembut, mudah dikunyah dan juicy. Lalu bumbunya juga pas, dimasaknya pas lalu sayurannya juga enak masih renyah. Rekomend banget kalau pas di Papoea by Nature ini.

FISH IN BANANA LEAF
Fish in Banana Leaf, a marinated baramundi fish with tumeric and basil, serve with red rice and spicy green chilli sauce IDR169.000
Perpaduan ikan baramundi yang dibumbui dengan kunyit dan daun basil. Disajikan dengan nasi merah dan sambal hijau, terlihat enak ya? Sayang saya ga kebagian makanan ini, jadi belum tau rasa aslinya sepeti apa.

Selain makanan berat di atas, Papoea By Nature juga punya beberapa menu dessert yang wajib dicoba.

RAINFOREST ROLLS
Rainforest rolls, a rice paper roll with mix salad leaves, mix herbs, avocado, pumpkin, pomelo, edible flower and serve with Orange Sweet Chilli IDR 79.000

Makanan cantik ini awalnya saya kira semacam vegetables rollsnya masakan vietnam, terlihat mirip sih tapi ternyata berbeda. Isiannya ada pumpkin, sayuran dan avocado juga diberi edible flower. Nah rasanya tidak sekuat masakan vietnam, kayak vegetable roll tapi ini sedikit manis karena ada rasa orange dari sausnya.

BUAH MERAH SAGOO CANAPES WITH SEASONED CHICKEN
A pearl sagoo cooked with buah merah juice and spicy chicken serundeng, IDR 55.000
Salah satu masakan unik yang saya temui di Papoea By Nature ya ini. Sagu dimasak dengan jus buah merah dan diberi toping serundeng ayam pedas. Sekilas kalau menurut lidah saya rasanya adalah puding sagu dengan rasa buah merah yang diberi toping suwiran ayam yang sedikit pedas. Jadi yang berwarna orange itu dingin lalu ada suwiran ayam ditengah-tengahnya, terbayang ga rasanya? Untuk beberapa orang mungkin agak aneh ya perpaduan ini. 

GRILLED BANANA
Grilled Banana tossed in seasalt, chilli and fresh herbs IDR39.000
Pisang yang digrill bersama kulitnya, disajikan bersama potongan kue sagu. Kue sagu ini kayak kue dadar, tapi ini rasany asagu dan hambar. Lalu si pisang manis asin gitu, kalau makan harus barengan si kue sagu jadi pas rasanya.

FRIED GARLIC CASSAVA
Fried Garlic Cassava, a deep fried cassava seasoned with garlic and serve with sambal IDR 45.000
Cukup familiar ya dengan menu yang ini, singkong goreng yang dibumbui bawang dan digoreng kering. Lalu disajikan dengan sambal, bikin tangan ga berhenti menyolek si singkong dan memasukkannya ke mulut. 

DOUGHNUT BUAH MERAH
Doughnut with buah merah jam IDR 45.000

Donat dengan isian selai buah merah, untuk dessert manis yang satu ini buat saya agak gagal sih. Si donat terlalu wangi sehingga menutupi rasa si selai. Berulang kali saya coba buat merasakan si selai ini teksturnya gimana dan gagal, ketutup sama rotinya yang manis.

CARAMELISED COCONUT LIME SAGOO
Steamed sagoo wit caramelised coconut and lime leaf dust IDR 55.000
Satu lagi menu dessert unik dari Papoea By Nature, sagu kukus yang dijasikan bersama potongan karamel. Rasanya untuk lidah saya kayak puding rasa sagu yang cukup hambar lalu dipadukan dengan karamel sehingga jadi pas. Sekali lagi, menu ini mungkin bagi yang tidak terbiasa akan aneh. 

DURIAN EGGTART
Saya baru tau kalau eggtart (rontart/ kue lontar) sering dijadikan makanan ketika acara adat di Papua. Biasanya ketika acara adat penyajiannya akan alam bentuk yang lebih besar. Papua sebagai daerah yang memiliki banyak pohon durian menjadikan menu durian eggtart ini lazim disajikan di sana. 
Durian eggtart, Eggtart with durian paste IDR 40.000
Untuk rasa bagian luarnya terasa tebal dan sedikit keras, kemudian isiannya manis dan wangi khas durian. Cukup enak sih ini sebagai dessert, wajib banget dicobain

PURPLE YAM CROQUETTES POTATOES and SAYUR LILIN
A deep fried purple yams with sayur lilin with parsley crumbs IDR 49.000

Bola-bola ubi ungu ini rasanya kayak ubi ungu yang dihaluskan dan digoreng dengan tepung roti, lalu diberi isian potongan sayuran(?) Agak kurang yakin sih sebenarnya, jadi rasa manis si ubi ungu goreng berpadu dengan asin si isian tersebut.

Menjelajah Indonesia sisi tengah dan timur selalu menjadi bucketlist saya, dan syukurlah akhirnya sekarang bisa memberi cap kediri sendiri kalau sudah pernah kulineran masakan Papua.

Untuk minuman sepertinya akan cukup familiar ya dengan kopi wamena, karena dibeberapa kedai kopi juga ada yang menyajikan kopi nusantara tersebut.

Nah gimana, tertarik untuk mencoba kulineran masakan Papua seperti saya?
Untuk kamu yang ingin mencoba menu masakan khas Papua yang unik mulai dari papeda dan masakan yang menggunakan buah merah, silakan mampir ke Papoea by Nature. Kalau sudah mencoba, boleh loh berbagi cerita ke saya tentang pengalaman kamu makan di sana ;)

-----
Papoea By Nature
INSTAGRAM | WEB
Jl. Pakubuwono VI no. 77 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
Telp: 021 22716633

#HappyTummy: Makanan Rumahan di Lurik Coffee Kitchen Jakarta


Sudah lama ga main ke Lippo Mall Kemang, ternyata sekarang tempat makan di sana banyak ya.  πŸ˜†
Senin tanggal 23 Juli yang lalu saya menyempatkan main ke Lippo Mall Kemang demi bertemu dengan pasangan artis idola yaitu Ussy Sulistiawaty dan Andhika Pratama

Jadi pasangan yang suka bikin usaha ini sekarang punya restoran baru di Kemang, namanya Lurik Coffee & Kitchen. Tadinya sekilas dari nama resto, saya beranggapan interiornya bakal Jawa banget tapi ternyata agak berbeda.

LOKASI
Lurik Coffee Kitchen ini lokasinya ada di Lippo Mall Kemang UG Floor unit D-08, kalau bingung cukup tanya satpam Mall minta diarahkan ke avenue off stars. Letak cafenya cukup strategis karena bisa nonton yang live music juga disana.



DARI HOBI JADI BISNIS



Berbagai menu masakan yang ada di cafe ini pun terinspirasi dari resep masakan turun menurun dari keluarga mereka sendiri, jadi mbak Ussy ini ternyata hobinya masak dan punya beberapa menu andalan yang selalu disukai oleh teman-temannya. Makanya punya restoran kayak gini semacam menyalurkan hobi sekaligus memudahkan apabila teman-temannya ada yang rindu dengan masakan mbak Ussy.

PILIHAN MENU
Lalu bagaimana dengan pilihan menu masakannya?
Banyak! Beneran banyak dan bikin laper, haha..
Saat grand opening kemarin ada beberapa menu andalan yang dikeluarkan dan disediakan buat dicoba. Meski tidak semuanya sempat saya coba, namun ada beberapa menu yang menarik perhatian.

DORI SAMBAL MATAH IDR 68.000
Dori sambal matah, ikan dori yang lembut dibalut tepung. Diberi pelengkap butter rice dan sambal matah. Buat saya yang penyuka ikan ini langsung mencoba si ikan dori duluan. Sayang untuk ukuran lidah saya menu ini terlalu asin. Pedasnya cukup hanya saja terlalu asin. Memang harus dimakan bareng dengan butter ricenya biar asin dari si ikan dori agak tertutup.

NASI RAMES LIDAH MERCON (disajikan dengan sayur lodeh namun tidak terfoto) IDR 68.000
Ada beberapa pilihan menu nasi rames yang tersedia di Lurik Coffee and Kitchen, dan yang saya makan ini adalah Nasi rames lidah mercon. Terus terang ini pertama kalinya saya makan lidah sapi, dan ternyata teksturnya empuk banget yha. Hanya saja buat saya yang terbiasa makan- makanan dengan judul mercon itu kan biasanya puedes banget, nah yang ini kurang pedas. Untuk tempe mendoan dan acarnya masih dalam standar enak dan pas, ga keasinan ga kegosongan. Lalu untuk sayur asemnya, di Lurik Coffee and Kitchen ini kuahnya agak berbeda karena dikasih santan. Seinget saya sayur asem kan biasanya kuah bening ya? Tapi tetap segar sih. Oh iya porsi menu nasi ramesnya ini cukup besar, satu porsi bakalan kenyang banget sih.
SANDWICH NENG USSY  IDR 58,000
Sandwich ini menu incaran saya dari awal, dalam satu porsi ada empat buah potongan sandwich. Roti bakar tebal khas bandung diisi dengan daging asap, sayuran, telur, keju dan juga mayonnaise (ada dua jenis mayonnaise dalam satu roti). Porsinya cukup mengenyangkan buat lambung saya ini, apalagi disajikan bersama kentang goreng. FYI menu di Lurik Coffee Kitchen ini sepertinya sering menggunakan butter dan mentega. Kentang gorengnya berasa banget kalau digoreng pakai mentega, jadinya super asin dan kurang kering gitu. Sayang banget sebenarnya karena si sandwich ini juga rasanya sudah pas.
NASI GORENG TOMYUM IDR 58.000
Tom yam biasanya menjadi menu andalan saya kalau sedang bingung mau makan apa. Dan di Lurik Cofee and Kitchen ini kamu bisa menemukan nasi goreng dengan rasa bumbu tomyam. Nasi goreng yang dimasak dan dibumbui tomyum ini disajikan bersama telur dadar dan kerupuk udang. Rasanya tidak terlalu spesial karena sepertinya malah kurang bumbu, sebenarnya enak tapi kayak kurang nendang aja bumbunya. Tapi seafoodnya enak sih, pas dan ga keasinan.

Ada beberapa menu lain yang disajikan seperti sop iga, mie merah, namun karena saya ga mencicipi jadi ya bisa direview juga.  Selain itu kalau mencontek dari daftar menu Lurik Coffee and Kitchen, ada menu lainnya yang khas Indonesia seperti Lidah Saus Tiram, Cumi Saus Hitam, Buntut Balado, Ikan Asin Jamba Roti Balado serta ada pula Sate Maranggi yang disajikan dengan bubu khusus khas dari restoran ini.
ES MUMUW (yang harusnya dikasih ice cream) IDR 40.000
Tidak ada hanya makanan namun Ussy juga meracik sendiri menu minuman yang ada di Lurik Coffee and Kitchen, bahkan ada menu khas pasangan ini yang dinamakan Es Mumuw dan Pupuw. Saya sempat mencoba sih si Es Mumuw ini, bahkan sempat berantem sama Aris kenapa minuman ini ga manis. Ternyata ya memang minuman yang kami terima ini berbeda dengan yang di menu, seharusnya es Mumuw itu ada ice cream floatnya tapi yang kami terima polosan aja gitu, makanya ga manis. Sudah berantem salah semua pula.. πŸ˜‚πŸ™ˆ

INTERIOR
Secara ambience saya suka banget sama tempat ini, beberapa spot bisa dibilang instagramable. Sebenarnya saat grand opening kemarin saya masih belum puas mencoba makanan dan menikmati ambiencenya.
Sudah menjadwalkan buat meeting disinipun juga ga kejadian karena ternyata kerjaan lagi ga bisa dibawa jauh-jauh dari kantor. Tapi sepertinya bakal cukup menyenangkan sih buat nongkrong di sini, apalagi ada bagian outdoornya yang bisa sambil nonton live music.
FYI lagi ada promo free coffee selama masa grand openingnya ini
Tertarik untuk mampir kesini juga?
Selama masa grand opening ini kayaknya bakal sering ketemu sama mbak Ussy di restoran, beliau benar-benar ingin mengumpulkan banyak feedback dari pengunjung. Jadi silakan mampir, siapa tau bisa sekalian foto bareng sama dua orang idola ini ;).

Setelah Lurik Coffe and Kitchen, Ussy dan Andhika juga bakal membuka resto kedua yang diberi nama Bakoel Ussy dan lokasinya di kawasan Cawang. Penasaran ga? Saya sih penasaran soalnya deket banget yang ini kalau dari rumah. πŸ™ˆπŸ˜‚πŸ˜‚


-----
Lurik Coffee Kitchen
Instagram
Lippo Mal Kemang UG Floor Unit D-08
Jakarta

#Lingtrip : Berkeliling Lawang Sewu Semarang


Sebagai orang yang menghabiskan masa sekolah di Semarang, saya malu belum pernah masuk ke Lawang Sewu. 

Pernah pada masanya selama tiga tahun saya melewati Lawang Sewu, tapi ya hanya lewat saja. Tak ada kesempatan dan keberanian buat masuk kesana. Selain karena sewaktu sekolah dilarang buat pulang lebih dari jam 7 malam, jadinya ya pulang sekolah kalau tidak ada les saya langsung pulang.

Ketika sudah kuliah dan kerja merantaupun tak pernah ada kesempatan buat benar-benar jadi turis di kota sendiri, sampai akhirnya kesempatan itu datang. (terharu)πŸ˜… Sebagai ibukota Jawa Tengah, Semarang memiliki beberapa wisata kuliner dan budaya yang khas. Salah satu peninggalan Belanda yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan adalah Lawang Sewu. Bangunan bersejarah yang menawarkan cerita tentang sejarah kereta api di Indonesia, karena  ternyata dulunya Lawang Sewu ini merupakan pusat kereta api di Indonesia.
Dari Lawang Sewu bisa langsung ke Tugu Muda
LOKASI
Lawang Sewu terletak di Komplek Tugu Muda, jalan Pemuda Semarang.

Objek wisata ini selalu ramai setiap harinya, baik hari libur maupun hari biasa. Lokasinya pas sekali berhadapan dengan Tugu Muda Semarang, jadi mudah ditemukan. Aksesnya pun mudah, mau pakai kendaraan pribadi maupun angkutan umum bisa.


SERIBU PINTU, LAWANG SEWU
Semarang memang terkenal sebagai kota yang memiliki udara cukup panas, untuk pergi jalan-jalan wisata di sini memang memerlukan kesadaran penuh agar mau bersahabat dengan matahari. Cuaca panas dan lembab cukup menguras energi kami yang harus berkeliling kota Semarang ini, tapi kami tetap bisa happy karena ya jalan bareng teman-teman gimana ga bahagia coba?

Lawang Sewu terdiri atas lima bangunan yang terbagi-bagi dan diberi nama sesuai abjad ABCDE, tapi kemarin kami hanya masuk ke dua bagian gedung saja (kalau tidak salah ya, saya agak lupa).
Guide kami hari itu
Lawang Sewu sendiri merupakan bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang dibagun di tahun 1904. Dulunya bangunan ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorwed Naatschappij (NIS). Gedungnya terdiri dari tiga lantai dan memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, jumlahnya tidak sampai seribu namun mendekati seribu makanya dijuluki Lawang Sewu.
Ada yang cantik juga di dalam Lawang Sewu
Oh iya, Lawang Sewu sempat mengalami pemugaran karena lama tidak diurus. Setelah proses pemugaran selesai, akhirnya tanggal 5 Juli 2011 Lawang Sewu dibuka lagi untuk umum. Lawang Sewu biasanya dikenal dengan yang mistis-mistis dan berhantu, tapi tenang saya ga akan bahas itu kok di sini.

Saran: Waktu terbaik untuk berkunjung ke Lawang Sewu adalah pagi sebelum jam 12 siang, atau sore hari. Kalau mau wisata malam ada paketnya sendiri sih, tapi ya saya ga berani. 
Selesai mendengarkan cerita sejarah Lawang Sewu kita bisa ngapain lagi di sana?
Tentu saja berfoto-foto, menyaksikan megahnya arsitektur klasik yang ada di Lawang Sewu ini menarik lhoh. Ada banyak cerita sejarah perkembangan kereta di Indonesia yang bisa disaksikan di sini. Langit-langit bangunan yang tinggi dan banyaknya daun pintu dan jendela bikin jadi banyak spot buat berfoto yang cakep. Ga heran beberapa pasangan ada yang menggunakan tempat ini untuk foto prewedding. Ada juga toko oleh-oleh bagi yang ingin membeli souvenir khas dari Lawang Sewu, sayang kemarin kami harus segera pindah lokasi. Kelupaan deh buat belanja oleh-olehnya. πŸ˜₯
Rasanya jadi anak kecil lagi lihat miniatur kayak gini, pingin banget dimainin
Sambil berkeliling sambil ootd an :)

Kenal dengan bapak satu ini?

Bisa sambil mendengarkan dongeng tentang sejarah kereta api di Indonesia

Jadi berapa timbangan mbak Tery sekarang?

Menurut cerita dari guide yang menemani kami berkeliling, gedung ini juga menjadi saksi pertempuran Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang. Jadi saat pertempuran terjadi, ada banyak pemuda yang gugur dan dimakamkan di halaman gedung. Namun sekarang makam para pemuda tersebut sudah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan kok.

Tertarik untuk mampir ke Lawang Sewu juga?
Jam operasional Lawang Sewu buka mulai jam 07.00 - 21.00 WIB dengan harga tiket yang cukup terjangkau yaitu Rp. 10.000 (dewasa) dan Rp. 5.000 (anak usia 3-12 tahun/ pelajar SD s/d SMA).

Selesai berkeliling Lawang Sewu bisa jajan es dawet yang ada di luar gedung, percayalah ini segar banget diminum apalagi Semarang bawah terkenal panas banget kan. Harganya juga ga mahal kok, dan yang pasti menyegarkan.


#Lingtrip: Belanja Sarung Buton di Kampung Tenun Warna Warni Baubau


Dua minggu yang lalu saya sempat menutup bulan Juni dengan perjalanan penuh tawa ke daerah Sulawesi Tenggara, tepatnya di kota Baubau. Sebenarnya saya sengaja datang lebih dahulu dari rombongan demi bisa sedikit bersantai, dan dipostingan kali ini kita bahas tentang Kampung Tenunnya dulu saja ya.

KOTA BAUBAU
Butuh sekitar enam jam perjalanan lewat udara (termasuk transit) untuk menuju kota Baubau ini. Kemarin perjalanan saya dimulai dari Jakarta - Makassar - Baubau



Kota Baubau terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dan kota ini merupakan peringkat ke- 8 kota terbesar di Sulawesi berdasarkan jumlah populasi penduduknya.  Biasanya kalau mendengar kata Sulawesi Tenggara, orang akan berpikir tentang wakatobi. Nah ternyata ada kota bernama Baubau di pulau Buton yang memiliki beberapa tempat wisata budaya maupun alam yang menarik buat dikunjungi.


KAMPUNG TENUN WARNA WARNI

Sama seperti daerah lain di Indonesia, kota Baubau memiliki kain tenun dengan motif khas yang cantik dan sering dijadikan oleh-oleh incaran para wisatawan yang dayang.  Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Baubau adalah Kampung Tenun Warna Warni Sula'a. Desa Sula'a ini juga sering disebut sebagai "Kampung Tenun" karena menjadi penghasil terbesar kerajinan sarung tenun khas buton di Indonesia.


Akhir bulan Juni 2018 kemarin saya dan beberapa teman diajak oleh Pacific Paint untuk menyaksikan peresmian Kampung Tenun Warna-Warni tersebut, acaranya cukup ramai dihadiri oleh pejabat daerah setempat.

Melalui program CSR ( Corporate Social Responsibility), Pacific Paint telah memfasilitasi pengecatan 107 rumah adat Banua Tada Malige, 60 kapal nelayan dan juga membuat 50 mural.  Dan tentu saja semua warna-warni tersebut menggunakan cat glotex dan metrolite yang merupakan produk unggulan mereka. Bapak Suryanto Tjokrosantoso selaku Direktur dari Pacific Paint berkata, 'Kalau semua kapal nelayan itu dicat dengan menggunakan cat glotex yang warnanya cerah, harapannya ikan-ikan tersebut tidak akan susah didapat. Malah mungkin makin tertarik mendekati kapal karena warnanya yang cerah.'
Mural Tari Mangaru, Tarian penyambut tamu khas dari Baubau

Mural yang digambarkan di dinding rumah wargapun semua merupakan tradisi warga setempat, mulai dari gambar wanita menenun hingga tarian adatnya.  Dengan adanya warna-warni cantik dari Pacific Paint ini, semoga Kampung Tenun Warna-Warni ini semakin banyak dikunjungi sehingga menumbuhkan perekonomian masyarakat pesisir di kota Baubau juga.
Beliau ini menenun saat perkerjaan domestik di rumah sudah selesai, satu kain biasanya butuh sekitar seminggu pengerjaan

Di Kampung Tenun Warna-Warni ini sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan, sang istri biasanya bekerja di rumah sambil menenun. Bentuk rumah adatnya adalah rumah panggung, dan sang istri biasa menenun di bagian bawah rumah tersebut. Aneka warna kain tenun yang dijual, ada yang sudah dibuat menjadi sarung namun ada juga yang masih berwujud kain panjang.

Motifnya bermacam-macam, ada yang bercorak ramai, ada yang sudah mengalami penyesuaian jaman dan ada juga yang masih mengikuti corak lama. Salah satu corak tenun yang cukup tua adalah motif salur besar dan kecil yang berselang seling. Motif kain sarungnya khas, kotak-kotak biasanya untuk pria dan yang bergaris panjang untuk wanita. Oleh masyarakat Buton, kain tenun biasanya dipakai dalam setiap kegiatan upacara adat dan ritual keagamaan. Menurut mereka kalau tidak pakai kain tenun, maka upacara dan ritual tersebut akan dinilai kurang sakral.
Rumah panggung dengan tema motif tenun Baubau
Sedikit berbeda dengan kampung yang ini, wisatawan tidak bisa merasakan menjadi warga lokal dan menginap di desa tersebut. Tapi ada beberapa hotel yang bisa dipilih kok di Baubau.

TRANSPORTASI
Ada beberapa pilihan transportasi di Baubau, mulai dari taksi (yang terkadang tanpa argo), becak dan ojek (bukan online). Namun pilihan terbaik saya tetap sewa kendaraan sendiri, karena ada banyak lokasi yang cukup sulit dijangkau apabila tidak sekalian sewa kendaraan sendiri.


Lagi jalan-jalan ke Baubau?
Sempatkan mampir ke Kampung Tenun Warna Warni Topa, Sula'a Baubau ini juga ya. Beli cindera mata kain sarung khas Buton, dan kalau lagi beruntung bisa juga menjajal kain tenun seperti yang saya pakai ini. Menarik bukan?

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on