#Lingtrip : Hidup ala lokal di Kampung Ragam Warna Mranggen Kendal


Halo, lama sekali saya ga update soal cerita jalan-jalan.
Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya ketika berkunjung ke Kampung Ragam Warna yang ada di Mranggen, Kaliwungu Kabupaten Kendal.

LOKASI
Lokasi Kampung Ragam Warna ada di daerah Mranggen, desa Kutoarjo Kaliwungu Kabupaten Kendal. Sekitar satu jam perjalanan dari Semarang dengan menggunakan kendaraan pribadi, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk masuk ke desanya.

Kami sampai di Mranggen sekitar pukul 19.45 WIB, setelah mengeluarkan semua barang bawaan dari mobil yang diparkir di depan makan (yang ternyata merupakan tempat wisata religi) perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke Kampung Ragam Warna. Jalanannya menurun, dan butuh ekstra hati-hati karena penerangannya belum terlalu baik.
Pasukan kelaparan disambut dengan buah yang seger
Malam itu kami disambut dengan penuh suka cita oleh warga setempat, kami masing-masing diantarkan ke rumah warga yang akan jadi tempat menginap malam itu. Setelahnya kamipun berkumpul di 'Mranggen Gallery' semacam balai desanya Kampung Ragam Warna kalau saya lihat. Disana kami disuguhkan dengan beragam makanan lokal yang bikin kami lapar mata kekenyangan setelahnya. 

Malam itu, kami diperkenalkan dengan yang namanya Drumblek dan juga Tari Payung. Sajian khas yang bisa ditemui ketika berkunjung ke Kampung Ragam Warna
Sebelum drumlek ada atraksi kesenian dulu nih

Tari payung yg diiringi dengan musik dari drumlek


Setelahnya ada hiburan dari Orkes Malaya yang sengaja didatangkan untuk menghibur warga sebelum peresmian Kampung Ragam Warna esok harinya. Sayang, saya sudah cukup kelelahan karena sebelum ke Mranggen sudah diajak berkeliling Semarang duluan oleh tim dari Pasific Paint. Namun cerita tentang satu hari keliling Semarang nanti akan diupdate di tulisan terpisah ya.


KAMPUNG RAGAM WARNA
Rombongan kami terbagi dalam empat rumah warga, masing-masing rumah dihias dengan warna-warna yang cantik. Sebagian ada yang benar-benar tinggal bersama warga, sebagian ada yang tinggal di rumah kosong yang nantinya didedikasikan sebagai homestay khusus wisatawan yang ingin merasakan tinggal di Kampung Ragam Warna.

Sebelum masuk Kampung Ragam Warna
Pasukan pencari tempat buat ootd 
Kampung ini terbentuk dari dua RT yang berisikan sekitar 100 kepala keluarga, semua rumahnya pun dicat warna-warni. Proses pengecatan sudah dimulai sejak Desember 2017, yang ditandai dengan berbagai kegiatan. Dimulai dengan kerja bakti pengecatan rumah warga, serta pelatihan kesenian dan keterampilan. 

Tidak hanya berwarna-warni, namun kampung ragam warna ini juga diberi beberapa fasilitas penunjang seperti galeri, panggung pentas seni. Ada drumlek dan tari payung sebagai ciri khas kesenian dari kampung ini.  Di Mranggen Gallery kamu bisa melihat hasil kerajinan yang mereka buat di dalamnya.
Warna-warni Kampung Ragam Warna

Kami yang piknik ke Kampung Ragam Warna Mranggen
Salah satu kerajinan yang dibuat oleh para pemuda di Kampung Ragam Warna

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on

Keesokan harinya adalah hari peresmian Kampung Ragam Warna, dan sebelum kampung dipenuhi pengunjung kamipun menyempatkan untuk berkeliling melihat-lihat kesibukan warga setempat di pagi hari.
Anak kecil mulai berjejer di pinggir jalanan demi menyambut pejabat setempat
Para penari payung pun ikut menghibur para tamu
Hari bertambah siang, warga mulai berkumpul memadati jalanan kampung. Ternyata ada pejabat daerah yang akan datang dan meresmikan Kampung Ragam Warna ini. Tak ketinggalan tentu saja iringan musik dari drumlek, ikut memeriahkan acara siang itu.
Drumlek
Akhirnya acara peresmian pun dimulai! Diawali dengan ramah tamah dan sambutan dari beberapa pihak sampai akhirnya peresmian Kampung Ragam Warna oleh Ibu Bupati Kendal. Untuk melihat acara secara keseluruhan bisa langsung menonton di sini

Selesai dengan peresmian pun kami pun mengikuti workshop menghias payung, terlihat mudah tapi ternyata ya ga gampang apalagi saya ga jago-jago amat menggambarnya. :))
Mencampur warna untuk menghias payung
Contekan itinerary selama di Kampung Ragam Warna:
Satu hari berkeliling Semarang dan diakhiri dengan menginap di Kampung Ragam Warna.
Hari berikutnya bisa:
- Explore Kampung Ragam Warna Mranggen
- Belanja Jajanan pasar yang harganya cukup murah 
- Pilih workshop yang ingin diikuti (bisa 2-3 workshop dalam sehari, tergantung ketersediaan)
- Check out dan pulang
Yang paling penting dari semua rangkaian acara tersebut, cobalah untuk berinteraksi dengan warga sekitar. Jaga kebersihan dan jangan mencorat-coret. 


#HappyTummy: Makan dan makan di Festival Jajanan Bango 2018


Selalu bahagia ketika Festival Jajanan Bango berlangsung, gimana engga? Segala makanan yang menarik dan yang biasanya jarang dimakan ada di sana.
Btw  Festival Jajanan Bango 2018 sudah berlangsung kemarin Sabtu (14/4) dan Minggu (15/4), festival yang tidak hanya memanjakan mata yang namun juga lidah dan perut. Oh iya untuk tahun 2018 ini teman Festival Jajanan Bango adalah mengenai ragam soto di Indonesia.

Ada 83 stall makanan tersaji di acara yang merupakan wujud komitmen dari Kecap Bango untuk melestarikan warisan kuliner Indonesia. Ada cukup banyak makanan yang bisa bikin kita rela merogoh kocek agak dalam demi bisa mencoba semua makanan yang ada di sana. 

Siang itu Jakarta cukup panas,beberapa hari ini matahari lagi semangat banget buat menyinari bumi. Saya dan beberapa teman yang janjian datang ke Festival Jajanan Bango 2018 sempat agak terlambat gara-gara ada jalur jalan yang dialihkan dan bikin jalanan lainnya terhambat. Tapi untunglah kami semua sampai di lokasi dan ga kehabisan makanan. (ya sapa tau kan pada ngeborong)
Daftar Menu Makanan Festival Jajanan Bango 2018 di Jakarta

Meski sudah sempat mengecek daftar menu makanan di situs resmi Kecap Bango sebelum acara FJB2018, tetap di hari H jodohlah yang menentukan menu apa yang akhirnya terbeli. Apalagi posisi lapar dan terik seperti kemarin, saya cenderung menghindari stall yang antriannya terlalu banyak.  Untungnya ada banyak pilihan makanan lain yang tetap bisa dinikmati selama acara FJB2018.

Oh iya sebelum berkeliling kami dikumpulkan dulu dalam satu tenda, dan dijelaskan oleh mas Ari Parikesit tentang FJB 2018 dan stall apa saja yang wajib dikunjungi. Tema FJB 2018 ini adalah soto, jadi jangan kaget dengan 15 jenis soto yang hadir di Festival Jajanan Bango 2018. Tema 'Kampung Soto' yang sengaja diusung di acara ini adalah demi mendukung terhadap salah satu program yang tengah dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf), yaitu 'Kuliner Rasa Indonesia Mendunia'. Harapannya soto bisa menjadi tenar dan dikenal di kancah internasional.

Sayangnya di Festival Jajanan Bango 2018 ini saya tidak sempat mencoba beragam jenis soto tersebut, perhatiannya teralihkan duluan dengan beragam jenis makanan yang ada.

SATE KLATAK MAK ADI

Sate klatak yang biasanya hanya bisa dinikmati ketika berkunjung ke Yogyakarta ini dibawa ke Jakarta oleh FJB 2018. Dengan harga IDR 35.000 kamu dapat 2 tusuk sate dan nasi.

Sate klatak adalah salah satu sate yang bumbunya cukup sederhana, hanya menggunakan garam dan merica kalau tidak salah. Daging kambing yang digunakan biasanya daging kambing muda, dan ajaibnya mereka bisa mengolah hingga si daging tidak terasa amis.

SATE MARANGGI TUKANG MASAK

Saya tidak ingat kapan pertama kali mencoba sate maranggi, begitu kemarin ada di Festival Jajanan Bango langsung beli karena kangen.

Sate maranggi agak berbeda tampilannya dengan sate biasa. Kalau biasanya sate dilumuri bumbu kacang, di sate maranggi ini tanpa bumbu. Sate maranggi dimasak dengan cara merendam si daging dengan campuran berbagai bumbu terlebih dahulu, jadi bumbunya meresap. Setelah itu dibakar dan disajikan tanpa tambahan bumbu lagi, buat yang suka pedas tinggal dicocol ke sambal waktu makannya. Yang paling saya ingat dari rasa sate maranggi itu, dagingnya lembut dan manis. Makan sedikit saja biasanya sudah cukup kenyang.


PEMPEK NY. KAMTO

Salah satu makanan legendaris yang selalu saya datangi ketika berkunjung ke Yogyakarta. Kota Yogya memang banyak kenangan tersendiri buat saya. :))


Kombo pempek kapal selam dan pempek kulit benar-benar bikin mulut bergoyang keenakan.
Pempek merupakan makanan khas Palembang Sumatera Selatan, tapi yang NY Kamto ini sudah ada di Yogya dari sejak saya kecil. Pempek yang tersaji sudah sedikit diiris-iris agar mudah dimakannya. Ada dua pilihan cuko yang disediakan, manis dan pedas. Biasanya saya akan minta cuko yang dicampur, supaya tidak kepedasan. Lalau bagaimana dengan rasanya?
Enak! Ikan tengirinya cukup terasa, hanya saja memang yang disajikan ini kurang hangat.


TONGSENG IGA SPESIAL DAPUR JAWA PERAWANG

Sudah beberapa hari ini saya lagi kepingin makan tongseng, eh berjodohnya di acara FJB 2018.
Tongseng yang dihargai IDR 35.000 ini bisa bikin kenyang banget lho!
Tongseng biasanya identik dengan daging kambing, tapi sepertinya yang ini agak berbeda. Menu yang ditawarkan adalah tongseng iga, rasanya tidak kalah dengan tongseng biasa. Dagingnya lembut banget, ga perlu usaha lebih untuk mengunyahnya. Racikan bumbunya pas, bikin rasa gurihnya pas dan kuahnya pun segar. Enak banget dan pas untuk disantap di siang hari. 

Waktu beranjak sore dan sayapun harus segera bersiap untuk acara berikutnya sore itu. Padahal masih ada banyak makanan yang ingin dicoba di Festival Jajanan Bango 2018 kemarin itu. Dessert pun belum sempat dicoba, huhu. 

Festival Jajanan Bango 2018 Jakarta memang sudah selesai, namun ternyata masih akan ada lagi nanti Sabtu (5/5) dan Minggu (6/5) di Makassar. Buat kamu yang ada di Makassar dan/ akan berencana ke Makassar jangan lupa mampir ya. Ada banyak makanan lokal yang datang untuk merayakan momen 90 tahun Bango melezatkan masakan Indonesia. 

Buat yang penasaran ingin tahu seperti apa Festival Jajanan Bango nantinya yang di Makassar silakan langsung memfollow akun-akun social medianya FJB2018 di Twitter/Instagram dan Facebook, bisa juga langsung cek di web mereka.

KAMI YANG KEKENYANGAN DI FESTIVAL JAJANAN BANGO 2018
Terimakasih Bango, sudah menghadirkan makanan nusantara di satu tempat sehingga kami bisa mencoba semuanya :)




#Lingtrip Bermalam di Pasific Regency Hotel Suites Kuala Lumpur Malaysia


Akhirnya kembali lagi ke Kuala Lumpur, yang berbeda kali ini kami memilih hotel yang tidak lagi di sekitaran Bukit Bintang. Hotel pilihan kami ini sebenarnya juga tidak jauh dari pusat kota, cukup dekat dengan akses terminal bis dan sedikit berjalan kaki bila ingin naik kereta.

H-1 sebelum berangkat saya mengecek lagi jadwal penerbangan terakhir yang diberikan oleh maskapai. Kami memang pergi dengan tiket promo dan kalau sudah promo begini maskapai suka mengubah jadwal penerbangan. Makanya perlu double check supaya ga terlambat sampai bandara.

Sampai Bandara Kuala Lumpur ada banyak cara untuk menuju kota, bisa pakai bisa, kereta maupun taksi. Karena lagi ada barengannya lebih enak naik bis dan juga lebih ngirit. :))

Dari KL Central ada lebih banyak lagi pilihan transportasi yang bisa digunakan untuk menuju hotel, biasanya saya cukup cek di google maps (yang sangat membantu) buat melihat jarak dan pilihan transportasi yang bisa digunakan. Oh iya sebelumnya saya sudah punya kartu Rapid KL, semacam kartu flazz nya KL yang bisa diisi ulang dan dipakai untuk (hampir) semua transportasi umum di Kuala Lumpur.
Pilihan rute menuju ke hotel
Rute kami malam itu membawa koper ke hotel baru makan malam, dan rute yang dipilih adalah naik monorail dari KL Central naik rute yang menuju Titiwangsa dan turun di Raja Chulan, baru kemudian jalan kaki sekitar 12 menit melewati gang-gang sampai akhirnya tiba di Pasific Regency Hotel Suite. Sebenarnya ada pilihan lain, tapi saya lebih suka naik monorail kalau di KL, dan lebih mudah kalau lagi bawa-bawa koper gini (meski turunnya juga masih pakai tangga).

Sampai di lokasi agak kebingungan karena ternyata jalan yang kami lewati itu merupakan tampak belakang si hotel. Pintu masuknya melewati lobby KH Tower, naik lift ke lantai 7 baru bisa bertemu dengan lobby hotel.

Proses check in-nya tidak terlalu lama karena hotel sudah dibooking dan dibayar duluan waktu di Jakarta, paling siapkan uang cash untuk deposit saja. Biasanya beda hotel beda kebijakan soal deposit, nah di Pasific Regency Hotel Suites ini butuh RM 200 untuk depositnya. Selesai check-in, mari kita lihat kamarnya!

Begitu masuk kamar, bahagia banget dapat kamar yang ternyata mirip dengan hotel yang pernah saya inapi sebelumnya waktu di Bukit Bintang. Kamar yang saya dapat ini cukup luas dan lengkap isinya. *bahagia*




Kamarnya cukup luas, di sampingnya juga masih tersedia sofa single buat kalau mau duduk-duduk sambil melihat pemandangan luar kamar. Lemari pakaiannya cukup besar, tersedia papan gosok dan setrikaannya. Di depan kasur juga ada televisi dan lemari kecil, tapi kalau lagi jalan-jalan gini TV biasanya saya anggurin.


Butuh buka laptop juga ada meja kerja, dan tersedia wifi gratis. Begitu masuk kamar langsung bertemu dengan kitchen set yang cakep ini. Ada kompor listrik dan kulkas yang besar. Hanya saja memang ga ada alat masaknya, cuma bisa masak air minum saja.

Kamar mandinya juga cukup besar, ini sih kayak apartemen dijadikan hotel sih. Mau mandi bisa milih mau pakai shower atau bathup, dan saya bahagia banget nemu yang hotel yang kayak gini. :))

Rute lebih rekomended
Oh iya untuk rute menuju ke hotel ada cara yang menurut saya lebih cepat, tapi entah kenapa di peta ga ada. Dari KL Central cukup naik monorail jurusan Titiwangsa dan turun di bukit nanas, kemudian berjalan sedikit dan akhirnya sampai. Yang saya suka dari rute ini, ga perlu menyeberang.

Saya tidak begitu ingat kenapa bisa memilih booking di hotel ini. Apalagi melihat reviewnya di Tripadvisor yang ternyata tidak begitu bagus. Tapi pengalaman saya waktu kemarin menginap di Pasific Regency Hotel Suites Kuala Lumpur Malaysia ini ga ada masalah, semua bersih. Paling agak terlewat ketika besoknya bagian cleaning service lupa meletakkan handuk/ keset baru. Selebihnya ya baik-baik saja.

Mungkin juga karena saya lebih banyak berkeliling kota daripada diam di hotel, entahlah. Padahal Kuala Lumpur waktu didatangi kemarin cuacanya lagi gerah lengket ke kulit, rasanya lebih enak di dalam ruangan ber AC daripada dijalanan. Waktu jalan-jalan di Kuala Lumpur kemarin juga pas banget sekalian mencoba Whitening & Anti Aging CC Cream serta Brightening Powder Foundation punyanya Lanore ini.

Selama beberapa hari mencoba cc cream dan foundationnya, ada beberapa plus dan minus yang dirasakan. Untuk CC creamnya, saya cocok dengan teksturnya juga tone nya yang ga bikin terlalu belang antara kulit asli dan setelah pemakaian. Setelah pemakaian juga dewy nya ga bikin muka kayak tambang minyak, suka! Secara kemasan juga simple, bersih dan ga terlihat murahan. Yang saya pakai ini kemasan 30gr, yang praktis untuk dibawa bepergian. Secara ingredients yang perlu dibold CC Cream Lanore ini mengandung SPF 40+ dan PA ++ yang membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV dan radikal bebas. Ada dua pilihan warna light beige dan sandy beige, yang saya cobain ini warna light beige nya.

Lalu untuk Lanore powder foundation, dia lebih matte kalau diaplikasikan ke wajah dan coveragenya lebih bagus daripada si cc cream. Kandungan didalamnya juga terdapat UV A dan UV B yang jelas bakal membantu melindungi kulit wajah dari paparan sinar matahari. Namun setelah hampir tiga hari berturut-turut dipakai, muncullah beberapa jerawat di wajah. Padahal suka banget sama model powder foundation yang bikin matte ke kulit muka kalau dipakai ini. Tapi entah kenapa sepertinya kurang cocok di kulit wajah saya. Sempat saya istirahatkan seminggu dan kemudian dipakai lagi tapi jadi terulang tragedi jerawat kecil-kecil muncul ke pipi. :|

Wajar sih, terkadang ga semua yang dipakai harus cocok di muka. Saya baca beberapa orang cocok dengan keduanya dan itu wajar, beda kulit wajah beda experience. Untuk cc cream saya cocok banget, dan akan repurchase kalau nanti sudah habis.

Balik lagi ke Pasific Regency Hotel Suites Malaysia, secara keseluruhan saya suka hotel ini. Dari lokasi dan fasilitas standard isi kamar juga tidak mengecewakan. Saya memang ga mencoba sarapan atau makan malam di hotel, dan sepertinya juga tidak terlalu banyak pilihan. Tapi di bagian bawah gedung (lobby belakang) ada 7eleven yang menyediakan camilan juga makanan.

----
Pasific Regency Hotel Suites
KH Tower
Jalan Punchak, Off Jalan P Ramlee,
Kuala Lumpur 50250 Malaysia




Hello Kitty And Friends di Changi Airport Singapura



Natal kemarin Changi airport kembali meriah dengan tema Hello Kitty, saya bahagia banget meski ternyata waktu lima jam itu ga cukup buat belanja sambil bawa tas trus kelilingin semua terminal.

Hello Kitty and Friends hadir di Changi airport hadir sejak bulan November 2017 kemarin, hampir disetiap sudut Changi dihiasi dengan karakter kawai dari Sanrio (selain hiasan pohon natal tentunya). Begitu masuk ruang kedatangan langsung disambut dengan taman mini berhiaskan lampu-lampu khas natal serta boneka Sanrio. Kawai banget! #gasantai πŸ˜…

Fyi tema Hello Kitty and friends ini sudah berakhir di Januari 2018 kemarin ya, tapi ya Changi ini ga pernah bosan buat dikunjungi karena mereka selalu totalitas buat menghias bandaranya. πŸ˜ƒ

Saya ga banyak berkeliling ketika sampai di Changi karena penerbangan dari Jakarta malam, tapi jadi meniatkan diri buat datang lebih awal ketika waktunya pulang supaya bisa keliling melihat ornament-ornament menarik yang ada di sana. πŸ˜‚

Pas jadwal kepulangan sudah pede jaya ke bagian check in untuk naruh barang ke bagasi supaya bisa berkeliling bandara dengan lebih lega. Tapi saya ditolak oleh petugas check in karena jatah bisa check in baru 5 jam ke depan. 
Ya nasib
Ya nasib, jadilah saya berkeliling bandara dengan bawa gembolan yang lumayan bisa buat sekalian ngelatih otot bisep
Sebelum memulai perjalanan keliling melihat segala kemeriahan Hello Kitty tersebut saya memilih untuk makan dulu di restoran sayap ayam favorit. 
Jangan lupa makan four fingers di terminal 3, salah satu restoran dengan menu sayap ayam (yang menurut saya terbaeq) tapi sudah ga buka lagi di Jakarta. 😫
Lalu apa saja yang saya temui di sana?


Banyakk..... dari taman bermain umum (Sanrio themed Playground) di area perbelanjaan di bawah yang ramainya ga santai dan bikin aku jadi ga bisa foto-foto. 😐 Tapi seru juga sih ngeliat bocah-bocah tersebut menikmati permainan yang tersedia. Saya sampai tiga kali dan tempat ini selalu ramai dengan peminatnya. 

Ada juga wahana aktivitas dengan banyak hadiah yang bisa dimenangkan, dan sayapun ikut jadi penontonnya. Ga ada yang jagain tas bawaan cyn :((

Pindah ke terminal 1 meski tidak sebanyak terminal sebelumnya (terminal 3) tapi tetap ada juga dekorasi bertemakan Hello Kitty yang bikin pingin teriak 'EMESH'.


Salah satunya adalah self check-in counters dengan tema Sanrio ini. Ya ampun LUCU BAT DAH INI.

Lalu juga ada pohon natal yang dibuat dari boneka-boneka Sanrio. Rasanya ingin kubawa pulang semuanya tapi koper sudah tak mungkin dijejalkan boneka. 

Tidak terlalu banyak dekorasi Sanrio yang saya temukan di terminal 1, dan akhirnya saya kembali lagi ke terminal 3. Sebenarnya masih ada terminal 2 dan 4 tapi waktu itu monorail yang ke arah terminal 2 sedang gangguan. Jadi bisa dipastikan peminatnya akan sangat ramai, daripada nanti saya juga kerepotan dan lupa diri hingga terlambat check in, akhirnya saya kembali berputar-putar di terminal 3. Agak menyesal sebenarnya, saya jadi ga bisa bertemu dengan Hello Kitty setinggi 4 meter yang katanya kawai abis itu. 

Sesampainya di terminal 3, sayapun fokus pada taman cantik bertemakan Sanrio ini..
antrian buat naik ke rumahnya itu mengular panjang

suka banget suka suka suka
Ini cantik banget, meski ga bisa dinaiki tapi itu pita-pita di pohon EMESH AJA!

ga tau lagi harus pose apa :))

Setelah puas berkeliling foto sana sini sambil membawa bawaan yang ga sedikit akhirnya saya menyerah di setengah jam terakhir sebelum bisa checkin. Tapi jangan khawatir setelah checkin saya masih kelilingin toko coklat di sepanjang jalan menuju ruang tunggu kok. :)) Sumpah ya Changi ini kayak mall, kelilingin bandara ini bolak balik bisa bakar kalori banyak kayaknya *ngarep.

Seperti yang sudah- sudah saya selalu suka bulan Desember di Changi airport. Di bulan lainnya mereka juga menghadirkan tema yang selalu membuat orang betah berlama-lama di bandara namun entah kenapa saya selalu berjodoh di bulan Desember, seperti cerita ini

Ngomong-ngomong bandara mana lagi sih yang seru dan totalitas kayak Changi Airport ini ketika menjamu pengunjungnya? Siapa tau saya bisa mampir numpang jajan coklat. 




-----
Tulisan lain tentang Singapura bisa dibaca di sini.



Keputihan dan Cara Mengobatinya


Perempuan itu kalau sudah kecapekan dan stres pasti ada aja penyakitnya, salah satu yang sering dialami ya keputihan. Keputihan biasanya normal dan sehat, karena itu artinya pada dinding vagina dan leher rahim ada kelenjar yang memproduksi cairan yang fungsinya untuk menjaga kesehatan daerah intim wanita. Cairannya bening, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan gatal.  Namun kadang saat menjelang dan di sekitar masa menstruasi kadar cairannya bertambah sehingga bikin jadi tidak nyaman.

Keputihan ada yang normal dan tidak normal, yang normal itu ya yang sempat saya singgung sebelumnya. Kalau yang tidak normal biasanya bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti bakteri, infeksi jamur dan lainnya. Dan ciri-ciri dari keputihan yang tidak normal adalah adanya perubahan warna dan konsistensi, juga bau dan terasa gatal serta nyeri.

Ada beberapa cara untuk mengobati keputihan seperti kompres dingin untuk meredakan gatal dan pembengkakan. Namun apabila keputihan tidak normal tersebut berlangsung lebih dari seminggu, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Dokter nantinya akan memberikan penanganan berdasarkan penyebabnya.

Selain ke dokter, ada juga cara mudah dan murah sebagai pertolongan pertama saat keputihan yang tidak normal tersebut menyerang.

Cara untuk mengobati keputihan yang berlebihan dengan alami adalah dengan:
1. Kunyit
Kunyit mengandung zat anti bakterinya dapat membantu mengobati keputihan. Caranya cukup dengan rutin meminum air perasan kunyit setiap hari. Resep untuk membuat air perasan kunyit ini adalah dengan membersihkan dua buah kunyit, parut dan peras airnya. Tambahkan air putih dan madu, kemudian minum dua kali sehari agar keputihan segera teratasi. Atau kalau mau gampang bisa beli jamu kunyit asam ke ibu jamu.

2. Biji Klabet
Biji klabet agak terdengar asing ya, tapi bisa dibeli online kok ini. Biji klabet katanya dapat membantu meningkatkan jumlah pH pada miss V. Caranya adalah dengan rendam 1 sdm biji klabet dalam air hangat. Tunggu 24 jam lalu saring airnya dan kemudian minum. Minum air biji klabet secara rutin setiap hari sebelum sarapan untuk hasil yang lebih baik.

3. Bawang Putih
Bawang Putih sepertinya sudah jadi resep herbal yang paling sering digunakan karena mengandung zat-zat yang sifatnya anti bakteri dan jamur. Mengkonsumsi bawang putih secara rutin dipercaya dapat menghambat bakteri masuk pada area miss V. Cara konsumsi bawang putih ini bisa dengan dicampur ke makanan asal rutin dan teratur.

4. Daun Sirih
Daun sirih salah satu daun yang cukup sering digunakan untuk mengobati keputihan, semacam sudah jadi resep turun menurun gitu. Zat dalam daun sirih bersifat sebagai #AntiseptikAlamai atas bakteri dan jamur.

Jaman dulu kalau sedang mudik ke rumah eyang, mama sering minta daun sirih yang banyak tumbuh di kebun milik eyang. Daun sirih tersebut nantinya dibersihkan, digodok (rebus) lalu digunakan untuk membasuh organ kewanitaan.

Dari sekian cara tersebut di atas yang sudah pernah saya coba adalah yang dengan daun sirih. Meski agak repot ya musti rebus, tunggu hangat baru bisa dipakai. Tapi hasilnya ya cukup membantu bau-bauan ga jelas ketika masa menstruasi. Rasanya lebih bersih dan ga insecure sama bau darahnya.

Nah minggu lalu saya dapet hampers yang cukup bermanfaat nih dari Resik V. Resik V godokan sirih ini dibuat dari rebusan daun sirih asli dan aman untuk dipakai setiap hari. Proses pembuatannya sama dengan membuat air rebusan sirih dari resep tradisional.

#ResikVGodokanSirih secara kemasan tidak jauh berbeda dengan pembersih kewanitaan lainnya. Botol plastik dengan bukaan (cetekan) di atasnya. Yang saya dapatkan ini botol isi 100ml, cairannya cukup encer dan wanginya mirip dengan rebusan daun sirih.

Cara penggunaanya juga cukup mudah, yaitu dengan dituangkan secukupnya ke telapak tangan, basuhkan ke area kewanitaan lalu basuh kembali dengan air. Setelah dua hari pemakaian, keputihan yang biasanya saya alami jadi lebih berkurang.

Resik V Godokan Sirih

Kalau dipikir-pikir resik V godokan sirih ini praktis juga ya, tinggal di apartemen gini saya ga tau dimana bisa mendapatkan tanaman sirih. Kalaupun ada masih harus direbus dan didinginkan dulu, baru bisa digunakan. Dengan adanya pembersih kewanitaan yang memang bahan utamanya rebusan daun sirih, jadi ga perlu repot-repot lagi.  Hidup di Jakarta udah rempong cyn, saya mah pilih praktis aja. :))

Kalian ada yang bermasalah dengan keputihan juga? Cobain pakai Resik V yang godokan sirih ini deh..