#Lingtrip: Belanja Sarung Buton di Kampung Tenun Warna Warni Baubau


Dua minggu yang lalu saya sempat menutup bulan Juni dengan perjalanan penuh tawa ke daerah Sulawesi Tenggara, tepatnya di kota Baubau. Sebenarnya saya sengaja datang lebih dahulu dari rombongan demi bisa sedikit bersantai, dan dipostingan kali ini kita bahas tentang Kampung Tenunnya dulu saja ya.

KOTA BAUBAU
Butuh sekitar enam jam perjalanan lewat udara (termasuk transit) untuk menuju kota Baubau ini. Kemarin perjalanan saya dimulai dari Jakarta - Makassar - Baubau



Kota Baubau terletak di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dan kota ini merupakan peringkat ke- 8 kota terbesar di Sulawesi berdasarkan jumlah populasi penduduknya.  Biasanya kalau mendengar kata Sulawesi Tenggara, orang akan berpikir tentang wakatobi. Nah ternyata ada kota bernama Baubau di pulau Buton yang memiliki beberapa tempat wisata budaya maupun alam yang menarik buat dikunjungi.


KAMPUNG TENUN WARNA WARNI

Sama seperti daerah lain di Indonesia, kota Baubau memiliki kain tenun dengan motif khas yang cantik dan sering dijadikan oleh-oleh incaran para wisatawan yang dayang.  Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Baubau adalah Kampung Tenun Warna Warni Sula'a. Desa Sula'a ini juga sering disebut sebagai "Kampung Tenun" karena menjadi penghasil terbesar kerajinan sarung tenun khas buton di Indonesia.


Akhir bulan Juni 2018 kemarin saya dan beberapa teman diajak oleh Pacific Paint untuk menyaksikan peresmian Kampung Tenun Warna-Warni tersebut, acaranya cukup ramai dihadiri oleh pejabat daerah setempat.

Melalui program CSR ( Corporate Social Responsibility), Pacific Paint telah memfasilitasi pengecatan 107 rumah adat Banua Tada Malige, 60 kapal nelayan dan juga membuat 50 mural.  Dan tentu saja semua warna-warni tersebut menggunakan cat glotex dan metrolite yang merupakan produk unggulan mereka. Bapak Suryanto Tjokrosantoso selaku Direktur dari Pacific Paint berkata, 'Kalau semua kapal nelayan itu dicat dengan menggunakan cat glotex yang warnanya cerah, harapannya ikan-ikan tersebut tidak akan susah didapat. Malah mungkin makin tertarik mendekati kapal karena warnanya yang cerah.'
Mural Tari Mangaru, Tarian penyambut tamu khas dari Baubau

Mural yang digambarkan di dinding rumah wargapun semua merupakan tradisi warga setempat, mulai dari gambar wanita menenun hingga tarian adatnya.  Dengan adanya warna-warni cantik dari Pacific Paint ini, semoga Kampung Tenun Warna-Warni ini semakin banyak dikunjungi sehingga menumbuhkan perekonomian masyarakat pesisir di kota Baubau juga.
Beliau ini menenun saat perkerjaan domestik di rumah sudah selesai, satu kain biasanya butuh sekitar seminggu pengerjaan

Di Kampung Tenun Warna-Warni ini sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan, sang istri biasanya bekerja di rumah sambil menenun. Bentuk rumah adatnya adalah rumah panggung, dan sang istri biasa menenun di bagian bawah rumah tersebut. Aneka warna kain tenun yang dijual, ada yang sudah dibuat menjadi sarung namun ada juga yang masih berwujud kain panjang.

Motifnya bermacam-macam, ada yang bercorak ramai, ada yang sudah mengalami penyesuaian jaman dan ada juga yang masih mengikuti corak lama. Salah satu corak tenun yang cukup tua adalah motif salur besar dan kecil yang berselang seling. Motif kain sarungnya khas, kotak-kotak biasanya untuk pria dan yang bergaris panjang untuk wanita. Oleh masyarakat Buton, kain tenun biasanya dipakai dalam setiap kegiatan upacara adat dan ritual keagamaan. Menurut mereka kalau tidak pakai kain tenun, maka upacara dan ritual tersebut akan dinilai kurang sakral.
Rumah panggung dengan tema motif tenun Baubau
Sedikit berbeda dengan kampung yang ini, wisatawan tidak bisa merasakan menjadi warga lokal dan menginap di desa tersebut. Tapi ada beberapa hotel yang bisa dipilih kok di Baubau.

TRANSPORTASI
Ada beberapa pilihan transportasi di Baubau, mulai dari taksi (yang terkadang tanpa argo), becak dan ojek (bukan online). Namun pilihan terbaik saya tetap sewa kendaraan sendiri, karena ada banyak lokasi yang cukup sulit dijangkau apabila tidak sekalian sewa kendaraan sendiri.


Lagi jalan-jalan ke Baubau?
Sempatkan mampir ke Kampung Tenun Warna Warni Topa, Sula'a Baubau ini juga ya. Beli cindera mata kain sarung khas Buton, dan kalau lagi beruntung bisa juga menjajal kain tenun seperti yang saya pakai ini. Menarik bukan?

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on

Pasang Eyelash Extensions di PK Beauty Space Gandaria


Hasil eyelash extension di PK Beauty Space
Siapa di sini yang ga telaten pasang bulu mata palsu?
(ngaca)
Oke, saya termasuk dalam grup cewek yang ga sabaran buat pasang bulu mata palsu.
Makanya seneng banget begitu dikenalkan dengan yang namanya eyelash extensions. Buat saya cukup memudahkan dan mengurangi step 'ready to go' karena ya ga perlu repot-repot jepit bulu mata dan pakai mascara lagi. 

Minggu lalu, setelah semua kesibukan trip dan acara kantor akhirnya saya  bikin janji juga buat treatment di salah satu studio eyelash extension di kawasan gandaria. Fyi saya di sini diberi kesempatan oleh Clozette Indonesia untuk mereview beberapa treatment yang ditawarkan oleh PK Beauty Space cabang Gandaria.

LOKASI
PK Beauty Space cabang gandaria ini lokasinya sudah ada di google maps, tapi entah kenapa ya kemarin saya 'agak' nyasar juga. Akhirnya jadi tau kalau lokasinya ada di lantai 2 dari restoran Zin Hokkaido Gandaria. Atau kalau mau lebih gampang, restoran yang letaknya seberang indomaret. (Patokan ini jujur lebih mudah hahaha)



Sampai di lokasi langsung saja naik lift dan menuju ke lantai dua tempat PK Beauty Space berada. Selain di Gandaria, PK Beauty Space juga ada di Cipete, Karet dan Senopati. Saat ini cabangnya memang baru ada di sekitaran Jakarta saja, semoga nanti makin banyak ya cabangnya.

TREATMENT
Sampai di PK Beauty Space saya di sambut dengan interior yang ramah oleh pegawainya, dan juga interior studio yang caem banget. Eh iya, buat yang belum tau PK Beauty Space ini adalah studio yang melayani treatment untuk eyelash extension, lash lift dan nail treatment. Mereka juga menjual beberapa produk skincare beserta eyelash care yang bisa kamu beli dan gunakan.
Selesai konfirmasi saya langsung menuju ke ruang tunggu studio yang jadi satu dengan ruang treatmentnya.  Eits meskipun jadi satu tapi tempatnya nyaman banget lhoh, dan begitu sampai langsung ditawari minum serta konfirmasi ulang tentang treatment yang dipilih.

CAMELIA NATURAL EYELASH EXTENSION
Buat yang masih ragu-ragu dengan eyelash extension bisa mulai dengan treatment lash lift atau bisa juga dengan natural eyelash extension. Dua treatment ini cocok banget buat dipakai harian karena (biasanya) hasil akhir dari treatment tidak berlebihan dan hasilnya tetap bikin mata jadi tambah cakep.

Waktu di PK Beauty Space, treatment yang saya dapatkan adalah camelia natural eyelash extension. Saya yang sudah terbiasa dengan natural eyelash extension ini sudah langsung tau sih mau ukuran eyelash yang berapa mm. Oh iya biasanya ukuran eyelash extension yang ditawarkan beragam mulai dari 9-15mm, tergantung kebutuhan. Saran saya sih jangan lebih dari 11mm, kecuali kamu nyaman dengan tampilan mata yang (terlalu) kelihatan habis dipasang bulu mata palsu.

Saya sendiri terbiasa dengan ukuran 11mm dan tingkat kelentikan natural, tapi karena sedang ingin sedikit centil kemarin waktu di PK Beauty Space saya pilih yang versi curly dengan ukuran yang masih sama.

Biasanya di beberapa studio eyelash yang pernah saya datangi, untuk pemasangan kursinya agak berbeda. Tapi di PK Beauty Space ini kursinya nyaman banget. Di sini mereka menggunakan auto reclining sofa yang super nyaman dan juga selimut yang halus. Untuk pemasangannya eyelash nya sendiri membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2jam, dan kemarin saya agak lama karena harus remove dulu sisa eyelash extension yang sebelumnya.
Sebelum pasang yang baru, sisa eyelash extension yang lama dibersihkan dulu
Setelah dibersihkan ketauan deh bulu mata aslinya pendek-pendek :))
Proses dilanjutkan dengan pemasangan eyelash extension oleh terapis PK Beauty Space
Camelia Natural Eyelash Extension ini agak berbeda dengan yang treatment eyelash yang saya lakukan, di sini mereka akan menempelkan lebih dari satu helai eyelash ke helai eyelash asli. Tetapi bulu mata yang digunakan halus dan ringan kok, jadi hasil akhirnya ya masih cukup natural dan tidak berlebihan.
Hasil akhir si Camelia Natural Eyelash Extension
GEL POLISH
Treatment kedua yang saya dapatkan dari PK Beauty Space adalah gel polish, ini pertama kalinya saya pakai cat kuku yang gel. Agak ragu-ragu sih di awal, takut ga betah. Pemilihan warna yang saya inginkan sudah dilakukan sebelum proses pemasangan eyelash, dan treatment gel polish ini dilakukan berbarengan dengan ketika proses eyelash berlangsung. (biar ga kelamaan juga selesainya)
Beberapa pilihan warna untuk gel polish
Saya pilih dua warna, tosca dan glittery
Agak norak karena baru pertama kali nyobain yang pakai alat begini, ternyata agak panas ya :))
EYELASH NOURISHING LOTION

Seperti yang saya tulis sebelumnya, studio PK Beauty Space juga menjual beberapa produk perawatan eyelash. Salah satu produk unggulan mereka adalah Biomooi Eyelash Nourish Lotion. Produk ini adalah lotion untuk bulu mata yang memiliki kandungan Arthred, Panax Ginseng Root Extract dan bahan alami lainnya. Formulanya khusus memang didekasikan untuk membantu memperkuat bulu mata, apalagi yang sering pasang eyelash extension. 

Packagingnya cukup manis dengan dominasi warna kuning yang cerah dan informasi yang cukup lengkap di belakang kardusnya. Bentuk produknya setelah dibuka juga cukup gemas, seperti eyeliner. Aplikatornya berbentuk kuas tipis dan lembut, dipakainya pun mudah cukup dioleskan kebagian (mendekati) akar bulu mata.
Bentuknya sekilas kayak eyeliner

Tekstur si Biomooi eyelash nourish lotion ini juga seperti gel lotion biasa, tidak berwarna dan tidak mengandung oil. Jadi tidak akan membuat eyelash extensionmu rontok. Kalau untuk hasilnya, menurut terapis di PK Beauty Space akan terlihat dalam dua minggu pemakaian. Namun karena ini belum ada dua minggu dan eyelash extensionnya juga masih cukup penuh, jadi belum bisa kasih testimoni yang lengkap. Nanti diupdate lagi yak!
A post shared by Lingling (@lindaleenk) on


WISH FORMULA C200

Salah satu produk andalan yang dijual di PK Beauty Space juga ada C200 Bubble Peeling Pad dari Wish Formula. Produk ini digunakannya untuk wajah ya, jadi ini adalah produk untuk peeling/ exfoliation agar kulit mati di wajah terangkat gitu. Dengan menggunakan C200 Bubble Peeling Pad ini nantinya bisa mencerahkan kulit wajah, trus penggunaannya juga mudah dan ga bikin sakit.

Cara pakainya cukup mudah, ambil pad yang ada di dalam kemasan. Tuangkan peeling base ke pad tersebut, remas dan buat banyak gelembung busa. Usapkan gelembung tersebut dengan menggunakan pad yang tersedia ke seluruh wajah selama 1 menit, kecuali area mata dan bibir. Selesai dengan proses eksfoliasi, balik sisi pad tadi ke bagian yang halus. Lakukan gerakan tepuk-tepuk pelan agar vitaminnya bisa terserap dengan baik ke kulit wajah. Setelah selesai bisa dibilas.

Selesai dengan proses eksfoliasi jangan lupa aplikasikan produk skincare seperti soothing gel dan semacamnya, agar hasilnya lebih maksimal.

Dan itulah cerita pengalaman saya treatment di  PK Beauty Space Gandaria. Buat kamu yang penasaran ingin mencoba, mengecek lokasi dan mengintip pricelistnya bisa langsung ke instagram PK Beauty Space maupun ke websitenya.

Hasil akhir bikin happy

-----
PK Beauty Space
Eyelash Extensions by PK
Web | Instagram


Oleh-oleh Buka Puasa Ramadan Lalu


Bulan puasa biasanya menjadi ajang kita buat bertemu dengan teman lama maupun teman baru. Pertemuan yang didasarkan buka puasa bersama ini terkadang juga menjadi ajang buat mendapatkan 'update' atas kehidupan masing-masing pesertanya, terutama yang tema buka puasanya reuni atau bertemu teman lama.

Kadang suka seru aja mendengarkan cerita teman-teman lama, ga jarang kami suka mengingat kejadian-kejadian lucu di saat umur masih lebih muda. HAHA. Dari pertemuan buka puasa bersama ini, tak jarang ada juga yang sharing tentang asuransi maupun MLM. Saya sebenarnya bukan yang anti-anti banget dengan hal tersebut, namun di lapangan sering banget bertemu dengan sales representative yang terlalu agresif dan malah bikin malas.

Lalu adakah cara lain yang lebih bisa diterima untuk mereka yang ingin berjualan ini agar tidak menggangu? Ada sih caranya adalah dengan menggunakan pendekatan yang lebih halus dan tidak memaksa. Toh ketika memang merasa butuh, orang akan dengan sukarela menggunakan produk tersebut. Nah mumpung agak kesentil dengan sales yang suka bikin sebel, sekalian aja yuk saya cerita tentang oleh-oleh dari buka puasa dua minggu yang lalu.

Kamis 7 Juni 2018 kemarin saya tidak sengaja ikut acara buka bersama di BUSS HQ, Neo Soho Capital, Jakarta Barat. Acara buka puasa tersebut ternyata berbarengan dengan seminar dari Allianz dengan tema #IamLifeChanger. Asuransi maupun perencanaan keuangan yang baik memang penting bagi siapa saja. Acara yang kurang lebih membicarakan produk terbaru keluaran dari Allianz ini sebenarnya menarik, dan produknya kali ini dikhususkan menyasar ke kaum milenial yang mungkin tidak semuanya paham dan peduli dengan asuransi.
#IamLifeChanger ditargetkan untuk kaum milenial dan bertujuan membuat mengubah mindset mengenai agen asuransi yang agresif dan menggangu. Dari pihak mereka pun sepertinya memang telah melakukan market research yang cukup lama demi produk terbarunya ini.

Pendekatan yang dilakukan pun juga terlihat lebih baik, ada komunitas tersendiri untuk agen-agen #IamLifeChanger ini. Juga mulai muncul di beberapa acara lifestyle seperti lari dan gaya hidup sehat lainnya.


Selesai seminar, acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa dan sesi sharing dengan beberapa agen #IamLifeChanger. Sesi sharing ini sebenarnya menarik, hanya sayang waktunya kurang dan saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan atas penasaran saya.

Produk baru ini memang ditargetkan untuk kaum milenial, tapi seberapa besar kaum tersebut mau dan peduli menyisihkan uang mereka untuk asuransi? Apalagi ketika mendengarkan contoh yang dipakai adalah kaum milenial dengan gaji yang cukup besar dan cicilan yang juga lumayan memotong uang bulanan mereka. Kaum milenial sisi manakah yang sebenarnya menjadi target dari #IamLifeChanger ini? Haha banyak juga pertanyaan saya yang belum terjawab.

Nah apakah kamu sudah memiliki asuransi? Pakai asuransi apa? 

#Lingtrip : Hidup ala lokal di Kampung Ragam Warna Mranggen Kendal


Halo, lama sekali saya ga update soal cerita jalan-jalan.
Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan saya ketika berkunjung ke Kampung Ragam Warna yang ada di Mranggen, Kaliwungu Kabupaten Kendal.

LOKASI
Lokasi Kampung Ragam Warna ada di daerah Mranggen, desa Kutoarjo Kaliwungu Kabupaten Kendal. Sekitar satu jam perjalanan dari Semarang dengan menggunakan kendaraan pribadi, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki untuk masuk ke desanya.

Kami sampai di Mranggen sekitar pukul 19.45 WIB, setelah mengeluarkan semua barang bawaan dari mobil yang diparkir di depan makan (yang ternyata merupakan tempat wisata religi) perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke Kampung Ragam Warna. Jalanannya menurun, dan butuh ekstra hati-hati karena penerangannya belum terlalu baik.
Pasukan kelaparan disambut dengan buah yang seger
Malam itu kami disambut dengan penuh suka cita oleh warga setempat, kami masing-masing diantarkan ke rumah warga yang akan jadi tempat menginap malam itu. Setelahnya kamipun berkumpul di 'Mranggen Gallery' semacam balai desanya Kampung Ragam Warna kalau saya lihat. Disana kami disuguhkan dengan beragam makanan lokal yang bikin kami lapar mata kekenyangan setelahnya. 

Malam itu, kami diperkenalkan dengan yang namanya Drumblek dan juga Tari Payung. Sajian khas yang bisa ditemui ketika berkunjung ke Kampung Ragam Warna
Sebelum drumlek ada atraksi kesenian dulu nih

Tari payung yg diiringi dengan musik dari drumlek


Setelahnya ada hiburan dari Orkes Malaya yang sengaja didatangkan untuk menghibur warga sebelum peresmian Kampung Ragam Warna esok harinya. Sayang, saya sudah cukup kelelahan karena sebelum ke Mranggen sudah diajak berkeliling Semarang duluan oleh tim dari Pasific Paint. Namun cerita tentang satu hari keliling Semarang nanti akan diupdate di tulisan terpisah ya.


KAMPUNG RAGAM WARNA
Rombongan kami terbagi dalam empat rumah warga, masing-masing rumah dihias dengan warna-warna yang cantik. Sebagian ada yang benar-benar tinggal bersama warga, sebagian ada yang tinggal di rumah kosong yang nantinya didedikasikan sebagai homestay khusus wisatawan yang ingin merasakan tinggal di Kampung Ragam Warna.

Sebelum masuk Kampung Ragam Warna
Pasukan pencari tempat buat ootd 
Kampung ini terbentuk dari dua RT yang berisikan sekitar 100 kepala keluarga, semua rumahnya pun dicat warna-warni. Proses pengecatan sudah dimulai sejak Desember 2017, yang ditandai dengan berbagai kegiatan. Dimulai dengan kerja bakti pengecatan rumah warga, serta pelatihan kesenian dan keterampilan. 

Tidak hanya berwarna-warni, namun kampung ragam warna ini juga diberi beberapa fasilitas penunjang seperti galeri, panggung pentas seni. Ada drumlek dan tari payung sebagai ciri khas kesenian dari kampung ini.  Di Mranggen Gallery kamu bisa melihat hasil kerajinan yang mereka buat di dalamnya.
Warna-warni Kampung Ragam Warna

Kami yang piknik ke Kampung Ragam Warna Mranggen
Salah satu kerajinan yang dibuat oleh para pemuda di Kampung Ragam Warna

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on

Keesokan harinya adalah hari peresmian Kampung Ragam Warna, dan sebelum kampung dipenuhi pengunjung kamipun menyempatkan untuk berkeliling melihat-lihat kesibukan warga setempat di pagi hari.
Anak kecil mulai berjejer di pinggir jalanan demi menyambut pejabat setempat
Para penari payung pun ikut menghibur para tamu
Hari bertambah siang, warga mulai berkumpul memadati jalanan kampung. Ternyata ada pejabat daerah yang akan datang dan meresmikan Kampung Ragam Warna ini. Tak ketinggalan tentu saja iringan musik dari drumlek, ikut memeriahkan acara siang itu.
Drumlek
Akhirnya acara peresmian pun dimulai! Diawali dengan ramah tamah dan sambutan dari beberapa pihak sampai akhirnya peresmian Kampung Ragam Warna oleh Ibu Bupati Kendal. Untuk melihat acara secara keseluruhan bisa langsung menonton di sini

Selesai dengan peresmian pun kami pun mengikuti workshop menghias payung, terlihat mudah tapi ternyata ya ga gampang apalagi saya ga jago-jago amat menggambarnya. :))
Mencampur warna untuk menghias payung
Contekan itinerary selama di Kampung Ragam Warna:
Satu hari berkeliling Semarang dan diakhiri dengan menginap di Kampung Ragam Warna.
Hari berikutnya bisa:
- Explore Kampung Ragam Warna Mranggen
- Belanja Jajanan pasar yang harganya cukup murah 
- Pilih workshop yang ingin diikuti (bisa 2-3 workshop dalam sehari, tergantung ketersediaan)
- Check out dan pulang
Yang paling penting dari semua rangkaian acara tersebut, cobalah untuk berinteraksi dengan warga sekitar. Jaga kebersihan dan jangan mencorat-coret. 


#HappyTummy: Makan dan makan di Festival Jajanan Bango 2018


Selalu bahagia ketika Festival Jajanan Bango berlangsung, gimana engga? Segala makanan yang menarik dan yang biasanya jarang dimakan ada di sana.
Btw  Festival Jajanan Bango 2018 sudah berlangsung kemarin Sabtu (14/4) dan Minggu (15/4), festival yang tidak hanya memanjakan mata yang namun juga lidah dan perut. Oh iya untuk tahun 2018 ini teman Festival Jajanan Bango adalah mengenai ragam soto di Indonesia.

Ada 83 stall makanan tersaji di acara yang merupakan wujud komitmen dari Kecap Bango untuk melestarikan warisan kuliner Indonesia. Ada cukup banyak makanan yang bisa bikin kita rela merogoh kocek agak dalam demi bisa mencoba semua makanan yang ada di sana. 

Siang itu Jakarta cukup panas,beberapa hari ini matahari lagi semangat banget buat menyinari bumi. Saya dan beberapa teman yang janjian datang ke Festival Jajanan Bango 2018 sempat agak terlambat gara-gara ada jalur jalan yang dialihkan dan bikin jalanan lainnya terhambat. Tapi untunglah kami semua sampai di lokasi dan ga kehabisan makanan. (ya sapa tau kan pada ngeborong)
Daftar Menu Makanan Festival Jajanan Bango 2018 di Jakarta

Meski sudah sempat mengecek daftar menu makanan di situs resmi Kecap Bango sebelum acara FJB2018, tetap di hari H jodohlah yang menentukan menu apa yang akhirnya terbeli. Apalagi posisi lapar dan terik seperti kemarin, saya cenderung menghindari stall yang antriannya terlalu banyak.  Untungnya ada banyak pilihan makanan lain yang tetap bisa dinikmati selama acara FJB2018.

Oh iya sebelum berkeliling kami dikumpulkan dulu dalam satu tenda, dan dijelaskan oleh mas Ari Parikesit tentang FJB 2018 dan stall apa saja yang wajib dikunjungi. Tema FJB 2018 ini adalah soto, jadi jangan kaget dengan 15 jenis soto yang hadir di Festival Jajanan Bango 2018. Tema 'Kampung Soto' yang sengaja diusung di acara ini adalah demi mendukung terhadap salah satu program yang tengah dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf), yaitu 'Kuliner Rasa Indonesia Mendunia'. Harapannya soto bisa menjadi tenar dan dikenal di kancah internasional.

Sayangnya di Festival Jajanan Bango 2018 ini saya tidak sempat mencoba beragam jenis soto tersebut, perhatiannya teralihkan duluan dengan beragam jenis makanan yang ada.

SATE KLATAK MAK ADI

Sate klatak yang biasanya hanya bisa dinikmati ketika berkunjung ke Yogyakarta ini dibawa ke Jakarta oleh FJB 2018. Dengan harga IDR 35.000 kamu dapat 2 tusuk sate dan nasi.

Sate klatak adalah salah satu sate yang bumbunya cukup sederhana, hanya menggunakan garam dan merica kalau tidak salah. Daging kambing yang digunakan biasanya daging kambing muda, dan ajaibnya mereka bisa mengolah hingga si daging tidak terasa amis.

SATE MARANGGI TUKANG MASAK

Saya tidak ingat kapan pertama kali mencoba sate maranggi, begitu kemarin ada di Festival Jajanan Bango langsung beli karena kangen.

Sate maranggi agak berbeda tampilannya dengan sate biasa. Kalau biasanya sate dilumuri bumbu kacang, di sate maranggi ini tanpa bumbu. Sate maranggi dimasak dengan cara merendam si daging dengan campuran berbagai bumbu terlebih dahulu, jadi bumbunya meresap. Setelah itu dibakar dan disajikan tanpa tambahan bumbu lagi, buat yang suka pedas tinggal dicocol ke sambal waktu makannya. Yang paling saya ingat dari rasa sate maranggi itu, dagingnya lembut dan manis. Makan sedikit saja biasanya sudah cukup kenyang.


PEMPEK NY. KAMTO

Salah satu makanan legendaris yang selalu saya datangi ketika berkunjung ke Yogyakarta. Kota Yogya memang banyak kenangan tersendiri buat saya. :))


Kombo pempek kapal selam dan pempek kulit benar-benar bikin mulut bergoyang keenakan.
Pempek merupakan makanan khas Palembang Sumatera Selatan, tapi yang NY Kamto ini sudah ada di Yogya dari sejak saya kecil. Pempek yang tersaji sudah sedikit diiris-iris agar mudah dimakannya. Ada dua pilihan cuko yang disediakan, manis dan pedas. Biasanya saya akan minta cuko yang dicampur, supaya tidak kepedasan. Lalau bagaimana dengan rasanya?
Enak! Ikan tengirinya cukup terasa, hanya saja memang yang disajikan ini kurang hangat.


TONGSENG IGA SPESIAL DAPUR JAWA PERAWANG

Sudah beberapa hari ini saya lagi kepingin makan tongseng, eh berjodohnya di acara FJB 2018.
Tongseng yang dihargai IDR 35.000 ini bisa bikin kenyang banget lho!
Tongseng biasanya identik dengan daging kambing, tapi sepertinya yang ini agak berbeda. Menu yang ditawarkan adalah tongseng iga, rasanya tidak kalah dengan tongseng biasa. Dagingnya lembut banget, ga perlu usaha lebih untuk mengunyahnya. Racikan bumbunya pas, bikin rasa gurihnya pas dan kuahnya pun segar. Enak banget dan pas untuk disantap di siang hari. 

Waktu beranjak sore dan sayapun harus segera bersiap untuk acara berikutnya sore itu. Padahal masih ada banyak makanan yang ingin dicoba di Festival Jajanan Bango 2018 kemarin itu. Dessert pun belum sempat dicoba, huhu. 

Festival Jajanan Bango 2018 Jakarta memang sudah selesai, namun ternyata masih akan ada lagi nanti Sabtu (5/5) dan Minggu (6/5) di Makassar. Buat kamu yang ada di Makassar dan/ akan berencana ke Makassar jangan lupa mampir ya. Ada banyak makanan lokal yang datang untuk merayakan momen 90 tahun Bango melezatkan masakan Indonesia. 

Buat yang penasaran ingin tahu seperti apa Festival Jajanan Bango nantinya yang di Makassar silakan langsung memfollow akun-akun social medianya FJB2018 di Twitter/Instagram dan Facebook, bisa juga langsung cek di web mereka.

KAMI YANG KEKENYANGAN DI FESTIVAL JAJANAN BANGO 2018
Terimakasih Bango, sudah menghadirkan makanan nusantara di satu tempat sehingga kami bisa mencoba semuanya :)