Hello Me!


A photo posted by Lingling (@lindaleenk) on

Bulan September jadi bulan yang meriah buat saya, ada dua perayaan yang harinya berdekatan yaitu anniversary dan ulang tahun. Meski sang kekasih sedang berada jauh kesepian terasa ikut menjauh, semua karena saya beruntung dikelilingi oleh teman-teman yang baik.
Ah terimakasih kalian :)

Seperti tahun lalu, akan ada #LinGiveaways lagi tahun ini, namun mungkin waktunya yang diundur karena kerjaan di kantor baru sedang banyak. hahaha
Sambil menunggu bisa lho subcribe channel youtube saya, karena nanti giveaway-nya akan berhubungan dengan yang ada di channel itu. :D

Persiapan Vlog Baru ~

Terimakasih Tuhan masih diberi umur panjang dan menikmati semua pemberianmu :)



Batik Rasa Muda ala Amaragita Batik


Batik saat ini sudah cukup banyak berubah, mengikuti perkembangan jaman. Kain-kain cantik disulap sedemikian rupa sehingga pemakainya tidak merasa kuno ketika memakainya, meski sebenarnya menurut saya batik dengan motif klasik tetap memiliki nilai tersendiri ketika dipakai. 

Sore itu saya mendapat ajakan untuk melihat pameran batik, acara yang selalu saya nantikan setiap tahunnya. Namun ada yang berbeda kali ini, acara yang akan dihadiri tidak hanya tentang pameran melainkan juga ada Homecoming Fashion Show oleh Amaragita Batik.


Amaragita dirangkai dari bahasa jawa kuno yang terdiri dari dua kata yaitu Amara dan Gita. Amara berarti bidadari sedangkan Gita merujuk pada kebaikan dan keanggunan. Kedua kata tersebut ketika digabungkan memiliki arti kesatuan sebagai wanita cantik, anggun, modern dan senantiasa berbuat kebaikan. Faramita Dewi, designer Amaragita adalah salah satu perancang yang cukup concern untuk membuat batik semakin menyenangkan dipakai, dan ingin agar pemakainya tampil anggun mempesona dalam kehidupan modern yang positif.

Kamu pasti sudah sering membaca tentang batik printing, batik cap, dan batik tulis. Nah Amaragita berkomitmen menjadi brand batik yang komprehensif merangkul segmentasi dari ketiga jenis batik tersebut. Kalau kamu cukup jeli ada beberapa motif batik yang terlihat seperti motif-motif kuno layaknya kawung dan lainnya. Mita sang desainer membuatnya menjadi lebih cantik, lihat saja sebagian koleksinya ini.

Amaragita sudah ada sejak tahun 2010, sudah enam tahun diproduksi di rumah pribadinya yang berada di seputaran Bintaro, Jakarta Selatan. Pekerjanya pun bukan impor dari daerah penghasil batik, dia cukup melatih para pemuda di sekitar workshopnya. "Butuh waktu memang untuk mengajarkan orang membatik, namun sekarang mereka sudah pada ahli", kata Mita di Pameran FOLKnVOUGE setelah Home Coming Fashion Show 10 September 2016 lalu.

Home Coming bisa dibilang project 'nekatnya' Mita, menyelesaikan tiga puluh koleksi untuk fashion show dalam tenggat waktu pendek yang hasilnyapun sangat cantik dan menarik (kasih sepuluh jempol). Ada yang unik dari koleksi Homecoming dari Amaragita ini, ada taste yang berbeda dengan koleksi yang tersedia di bookletnya. Pada koleksi terbarunya lebih banyak desain yang kontemporer, dengan bahan denim dipadukan dengan bahan lain yang lebih ringan, kemudian ditambahkan motif batik yang dibuat sedemikian rupa sehingga terasa pas dan menarik untuk dilihat dan dipakai.

Beberapa koleksi Mita ada saya rangkum di youtube. Ada yang kamu suka? Yuk kepoin akun social media Amaragita!

Amaragita bisa ditemui di Bali, tepatnya di Jalan Tukad Barito no. 30 Denpasar, dan Mall Bali Galeria lantai 2. Untuk di Jakarta ada di Alun-alun Indonesia Sogo Central Park serta Alun-Alun Indonesia Sogo Alam Sutera. 


=====
Amaragita Batik


Hair make over di Irwan Team Hair Design Salon

Irwan Team Hairdesign Review

Once in a life time, saya selalu ingin melakukan semacam hair makeover , namun ya ga mau sembarangan. Takutnya alih-alih mau coba gaya baru, rambut malah jadi rusak. Sudah berkali-kali saya melakukan hair smoothing dan hair tonning, tapi selama ini masih main aman. Perubahan yang dialami tidak pernah terlalu ekstrem.

Dua minggu yang lalu ada tawaran dari ClozetteID untuk mencoba dan mereview Irwan Team Hairdesign yang baru saja membuka cabangnya di Lippo Mall Puri. Nah kesempatan nih, saya jadi bisa mewujudkan impian saya untuk memiliki rambut seperti idola-idola saya di Youtube. :))
Irwan Team Hairdesign Review
Bawa contoh foto ini dan tunjukkan ke hair stylist di Irwan Team Hairdesign ;)
Irwan Team Hairdesign yang sering ditemui di mall-mall besar di Jakarta, sekarang juga baru buka di Lippo Mall Puri. Begitu masuk mall kamu cukup turun satu lantai untuk menuju ke salon, lokasi persisnya ada di dekat HnM. Irwan Team Hairdesign yang berada di Lippo Mall Puri ini memiliki dua lantai, lantai pertama untuk semua perawatan rambut pada umumnya seperti potong rambut, hair spa, blow, dan lainnya. Sedangkan di lantai dua terdapat ruangan khusus yang digunakan untuk melakukan Kerastase ritual.
Irwan Team Hairdesign Review
Mbak Efa, yang enak banget diajak diskusi :)
Awalnya saya bimbang antara mau hair makeover atau treatment dengan Kerastase, tapi setelah dipertimbangkan dan didiskusikan dengan hair stylist (Efa) dari Irwan Team Hairdesign akhirnya saya memilih untuk tetap hair makeover. Nah dari awal tahun kemarin memang sedang ingin sekali memiliki rambut yang warnanya gradasi di bagian bawah (ombre), namun agak ragu dengan kondisi rambut. Fyi rambut saya cukup sering terkena bahan kimia, mulai dari rebonding, smoothing dan pewarnaan. Tipikal rambut satuan saya seperti rambut bayi, terlalu halus. 
Irwan Team Hairdesign Review
Bleaching Test
Proses awalnya dimulai dengan Bleaching Test untuk mengecek apakah rambut saya cukup kuat untuk kena obat dalam dosis tinggi. Oh iya, saya pakai obat bleaching yang 9%, ini karena rambut sering diwarnai gelap seperti blue black dan dark brown. Setelah proses tes bleaching, Efa mengajak saya untuk berunding mengenai kondisi rambut serta kemungkinan yang terjadi ketika nantinya proses ombre rambut selesai. Dia tidak hanya menjelaskan dengan detail tapi juga memberikan solusi terbaik yang mendekati keinginan saya, hingga akhirnya pilihan jatuh pada highlight bukan ombre.
Irwan Team Hairdesign Review

Pertama-tama rambut dicuci dulu dengan shampoo dari Kerastase, rasanya rileks banget keramas sambil kepala dipijat-pijat. Proses selanjutnya adalah merapikan potongan rambut yang sudah tiga bulan lebih tidak bertemu gunting salon ini, hihihi. Kemudian dilanjutkan dengan aplikasi krim bleaching yang dikerjakan oleh Efa beserta asistennya, kira-kira ada 15 menit sampai akhirnya rambut siap dihangatkan. Proses penghangatan ini ternyata bertujuan memperingkas waktu yang dibutuhkan agar rambut yang di-bleaching segera luntur warna aslinya. 
Irwan Team Hairdesign Review

Setelah dua puluh menit dipanaskan, ada sedikit retouch krim bleaching di beberapa bagian rambut lalu dilanjutkan dengan proses pemanasan yang kedua. Untuk mendapatkan rambut impian butuh proses yang lama ternyata, baru sampai proses bleaching ini saja saya menghabiskan waktu yang cukup lama. Lelah tapi juga excited ingin tau seperti apa hasilnya nanti setelah selesai.

Kata mas asisten mbak Efa (duh maaf saya lupa tanya namanya) warna rambut yang dipudarkan tidak perlu sampai putih, cukup sampai gold saja agar nanti hasil akhir warnanya sesuai dengan yang saya inginkan. Ketika dijelaskan saya hanya mengangguk seolah paham, padahal mah sudah pasrah saja mau diapain rambutnya. Selesai dari bleaching, rambut dikeramas dibersihkan dari sisa-sisa krim yang menempel. 

Akhirnya proses pengecatan, dan saya baru tau meskipun judulnya highlight proses pengecetannya tetap seluruh rambut. Warna yang saya pilih memang ungu pink jadi ketika diaplikasikan ke rambut terlihat seperti sedang maskeran dengan jus buah naga. Empat jam sudah dan proses hair makeover masih belum selesai, setelah menunggu sekitar setengah jam akhirnya rambut dibilas lagi untuk yang terakhir kali. Keramas kali ini dengan menggunakan Kerastase yang khusus untuk rambut diwarnai, dilanjutkan dengan memberikan semacam vitamin 5ml (saya lupa bertanya nama obatnya). Terakhir hair blow biar semakin kece!.


Untuk semua perawatan tadi itu secara keseluruhan menghabiskan uang sebesar IDR 1.822.000, dipotong dengan voucher dari Irwan Team Hairdesign sebesar IDR 500.000. Secara detail perawatan yang saya lakukan selama di Irwan Team Hairdesign adalah gunting rambut (IDR 175K), keramas Kerastase (IDR 39K), Highlight Foil (IDR 823K), cat (IDR 587K), obat soft cleansing (IDR 100K) dan terakhir blow (IDR 98K). 

Harganya mungkin agak sedikit pricey, tapi kalau melihat pelayanan yang diberikan worth it banget dan rekomended buat kamu yang ingin perawatan Kerastase ritual atau hair makeover. Kalau ada budget lagi aku pingin balik kesini buat cobain Kerastase ritual. Oh iya ini pricelist untuk treatment di Irwan Team Hairdesign Salon, siapa tau ada yang ingin tau dan ingin mencoba. Ssstt ada opening promo 20% off juga lhoh!

Irwan Team Hairdesign Review

So, tertarik utnuk mencoba perawatan rambut di Irwan Team Hairdesign juga? Ceritain donk pengalaman kalian treatment apa saja. :)
Irwan Team Hairdesign Review
Setelah 6 jam, kiri before - kanan after :)

Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru

 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat



Pasar Baru Jakarta dibangun pada tahun 1820, tempat itu memiliki banyak kisah bersejarah dan dapat ditemui melalui peninggalan beberapa arsitektur bangunan tua di sekitarnya. Di sekitar pasar beridiri rumah-rumah khas masyarakat pecinan dan sejumlah bangunan dari bambu. Belum termasuk warung dan meja-meja yang ikut menyesaki area Pasar Baru. Kanal di sekitar daerah pasar adalah tempat bermain air bagi anak-anak, mereka sering melompat dari jembatan Pasar Baru atau dari tiang lentera ke pintu air. Dahulu juga banyak orang yang mandi dan berendam dalam air, hingga mencuci baju di pinggir-pinggir kanal tersebut.


Namun seiring dengan berkembangnya daerah dan terbentuknya pemukiman elit baru di Rijswijk (Jalan Veteran) pasca pemindahan pusat kota dan perluasan kota Old Batavia ke Weltevreden pada 1808, pasar sederhana ini ikut berkembang. Sejak 1850, dari awalnya hanya sebuah pasar sederhana yang menjual hasil pertanian, kemudian berkembang dengan munculnya toko-toko kelontong milik para pedangan Tionghoa. Puncaknya pada tahun 1930-an, Pasar Baru menjadi salah satu kawasan pusat aktivitas ekonomi di Batavia, dengan deretan toko kelas dunia di dalamnya. Sebagai bagian dari kawasan strategis di Batavia, kemudian muncullah sejumlah bangunan bersejarah lain di sekitar daerah Pasar Baru yang akan saya rangkum dalam "Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru".
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Gereja Pniel/Ayam
Gereja Pniel/Ayam awalnya hanya berbentuk kapel dan dibangun pada tahun 1856. Tujuan pendiriannya saat itu adalah untuk memenuhi kebutuhan beribadah penghuni panti jompo di lingkungan sekitar gereja. Gereja ini dikenal dengan nama Gereja Ayam karena adanya penunjuk arah mata angin yang berbentuk ayam di puncak gereja. Mengingat usia bangunan yang cukup berumur dan dianggap tidak aman lagi untuk digunakan sebagai tempat ibadah, akhirnya pada tahun 1913 gereja ini dipugar sehingga bentuknya menjadi seperti yang bisa dilihat sekarang. Bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda yang bernama NA. Hulswit. Gereja yang digunakan secara resmi pada tahun 1915 ini terletak pas berseberangan dengan POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Gereja Pniel
Jl. K.H Samanhudi no.12
Pasar Baru, Sawah Besar Jakarta
T: 021-380.7621

Vihara SIN TEK BIO
Vihara ini terletak di gang-gang sempit di sekitar Pasar Baru, namun ternyata tetap tidak mengurangi nilai-nilai sejarah dari tempat itu sendiri. Dibangun pertama kali pada abad 17 atau sekitar tahun 1698, vihara ini dahulu termasuk daerah pedalaman berjarak sekitar 5 km dari dalam tembok kota Batavia. Dahulu kala Vihara ini dibangun oleh para petani Tionghoa yang tinggal di tepi sungai Ciliwung. Terdapat 28 altar di lantai atasnya yang juga dikelilingi oleh ratusan patung yang sebagian besar berasal dari abad ke-17. Akhirnya pada tahun 1982 Sin Tek Bio berubah menjadi Vihara Dharma Jaya, lokasinya kini cukup strategis cukup berjalan 10 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat

SIN TEK BIO/ Wihara Dharma Jaya
Jl. Pasar Baru Dalam Pasar no 146 Jakarta
T: 021 375.807

Gang Kelinci
Jalanan kecil di area kompleks Pasar Baru ini menyimpan beberapa tempat kuliner bersejarah. Salah satunya adalah Bakmi Gang Kelinci, yang sudah berdiri sejak tahun 1957. Pendirinya bernama Hadi Sukiman mulanya menjual Bakmi dengan menggunakan gerobak sederhana di Jl Pintu Besi Pasar Baru, tepat di depan Globe Theater (Moyen). Di tahun 1962, gerobak tersebut dipindahkan ke Jl. Belakang Kongsi no. 16 Pasar Baru. Nah sejak saat itu istilah Gang Kelinci mulai familiar digunakan sebagai nama Bakmi milik Pak Hadi tersebut.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Bakmi Gang Kelinci Pasar Baru Jakarta

 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Bakmi Aboen Pasar Baru Jakarta

Sebenarnya tidak hanya Bakmi Gang Kelinci, ada beberapa restoran bakmi yang melegenda salah satunya yaitu Bakmi Aboen. Mirip dengan cerita Bakmi Gang Kelinci, rumah makan ini sudah ada sejak tahun 1962. Perbedaan dari dua restoran ini adalah Bakmi Aboen menjual makanan yang non halal, sedangkan kalau ingin makan yang halal bisa ke Bakmi Gang Kelinci. Letak kedua rumah makan ini cukup berdekatan, dan dapat ditempuh sekitar 8 menit berjalan kaki dari POP Hotel Pasar Baru.

Rumah Mayor Tio Tek Ho
Rumah Mayor Tio Tek Ho berlokasi di komplek Pasar Baru dan sekarang dikenal dengan sebutan "Toko Kompak". Bangunan dengan arsitek pencampuran Eropa dan Tionghoa ini ternyata menyimpan sejarah panjangnya sejak 300 tahun silam. Meski dibangun pada abad 19, namun saat ini bangunan tersebut masih terlihat cukup kuat dan kokoh dari luar. Dahulu kala bangunan ini ditinggali oleh keluarga Mayor Tio Tek Ho. Catatan Mona Lohanda dalam buku "The Kapitan Cina of Batavia 1837-1842" sendiri menyebutkan bahwa Mayor Tio Tek Ho menjabat sebagai Mayor di Batavia (Jakarta) pada 1896-1908.  Pasca meninggalnya sang Mayor, bangunan ini terus berpindah kepemilikannya hinggal yang terakhir saat ini pemiliknya memiliki keturunan bermarga Tan. Toko Kompak dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Toko Kompak
Jl. Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta
Jam buka setiap hari: 10.00- 20.00

Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA)
Kantor Berita Antara awalnya termasuk sebagai bagian dari ANETA (Algemeen Niews en Telegraaf Agentschaap), yang kemudian berubah nama menjadi Algemeen Niews en Telegraaf Aneta bergerak di bidang pemberitaan, periklanan dan penerbitan majalah Hindia Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, kantor berita ini berganti nama menjadi Yashima dan yang terakhir sebagai Kantor Berita Domei. Saat ini bangunan tersebut dipergunakan sebagai tempat Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara. Di dalamnya terdapar sejumlah peninggalan alat-alat jurnalistik beserta dengan sejumlah foto-foto bersejarah. Salah satu destinasi yang menarik apalagi lokasinya cukup dekat dengan Rumah Mayor Tio Tek Ho dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 20 menit dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat


Museum dan Galeri Foto Jurnalistik/
Gedung Antara
Jl. Antara no 59 Pasar Baru, Jakarta Pusat
T: 021 345 8771
Tutup Senin
Buka: Selasa - Minggu (10.00-20.00)

Masjid Istiqlal
Masjid yang diyakini sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara ini dibangun pada tanggal 24 Agustus 1961, oleh seorang insinyur Kristen bernama Frederich Silaban. Pembangunannya yang berdampingan dengan Gereja Katedral merupakan ide Presiden Sukarno dengan maksud untuk melambangkan semangat nilai-nilai persaudaraan dan toleransi beragama sesuai dengan ajaran Pancasila. Letaknya cukup strategis dapat dicapai dengan 15 menit berkendaraan dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat

Masjid Istiqlal
Jl. Taman Wijaya Kusuma
Jakarta Pusat


Pantjoran Tea House
Salah satu bangunan yang menjadi landmark di kawasan Glodok/Pecinan dan sudah berdiri sejak 380 tahun silam (1635), adalah sebuah toko obat tertua kedua di Jakarta. Bangunan ini dikenal sebagai Apotheek Chung Hwa. Bangunan ini akhirnya direvitalisasi pada tahun 2015 oleh arsitek Ahmad Djuhara, dan beralih fungsi menjadi kedai teh dengan nama Pantjoran Tea House. Budaya minum teh di kawasan Pecinan sangat kuat pada saat itu. Bibit teh pertama dibawa dari Jepang oleh seorang botanis bernama Andreas Cleyer dengan kapal VOC yang biasanya berlabuh di sekitar Kota Tua Jakarta. Khusus Pantjoran Tea House lokasinya lumayan jauh dari POP Hotel Pasar Baru namun bisa dicapai sekitar 30 menit dengan berkendaraan dari POP Hotel Pasar Baru.
 Menjelajah Kawasan Heritage Pasar Baru Jakarta Pusat
Pantjoran Tea House

Pantjoran Tea House
Jl. Pancoran Raya no. 4-6
Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
T:021 690 5904
Buka setiap hari 09.00-21.00

Perjalanan menjelajah kawasan heritage Pasar Baru di atas di organized oleh deSADE Tour Travel. Acaranya seru, menambah wawasan sekalian menambah teman. Setelah lelah berkeliling dilanjutkan dengan beristirahat di POP Hotel Pasar Baru.

Menikmati Weekend di Pop! Hotel Pasar Baru

Hotel Review POP Hotel Pasar Baru Jakarta

Halo apa kabar?
Weekend adalah saat yang menyenangkan untuk beristirahat, tapi kali ini saya memilih untuk menjelajah daerah Pasar Baru Jakarta Pusat, kemudian setelahnya menginap di POP! Hotel yang baru saja dibuka.

Modern stylish budget hotel for smart & eco-friendly travelers
Hanya butuh sekitar 30 menit dari arah Grand Indonesia untuk menuju ke hotel ini, gedungnya yang tinggi menjulang cukup membuatnya mudah ditemukan. POP! Hotel Pasar Baru lokasinya ada di depan Gereja Ayam/ Gereja Pniel, dan depan pintu gerbang Passer Baroe di jalan K.H. Samanhudi Jakarta Pusat. POP! Hotel Pasar Baru ini memiliki delapan lantai dan 105 kamar untuk menampung para tamunya. Memasuki area lobby kamu akan menemukan ruang tunggu dengan interior yang menarik. Ruang tunggu di sisi kanan memiliki tangga khusus untuk menuju ruang meeting, ada juga internet corner yang menyediakan dua perangkat komputer dengan akses internet. Perpaduan warna warni menarik menghiasi setiap sisi dinding lobby hotel. Untuk ruang tunggu sisi kanan ini kamu bisa melihat mural yang bercerita tentang lokasi penting yang ada di sekitar hotel.
Hotel Review POP Hotel Pasar Baru Jakarta
Ruang tunggu sisi kanan

Hotel Review POP Hotel Pasar Baru Jakarta
Pitstop dengan atmosfer cafe lounge
Ruang tunggu di tengah dan sisi kiri memiliki Pitstop yang berfungsi sebagai meja resepsionis dan minimarket mini yang menjual beberapa snack serta amenities. Pitstop merupakan hal baru yang ada di POP! Hotel, sengaja dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan tamu yang ingin mencari makanan ringan maupun (agak) berat namun enggan beranjak dari hotel. Jujur saya kurang suka membeli snack maupun makan di restorasi hotel, karena biasanya harga yang ditawarkan cukup mahal. Nah di Pitstop ini saya cukup terkejut karena harga makanan dan minuman yang ditawarkan sangat terjangkau, bahkan cenderung sama saja dengan minimarket sebelah. Jadi kalau lapar tengah malam, atau pingin ngopi-ngopi lucuk di lobby hotel tinggal pesan di Pitstop saja, tanpa perlu berjalan kaki ke luar hotel. Satu lagi yang menarik, tidak harus menjadi tamu hotel untuk nongkrong di Pitstop, siapa saja menikmati atmosfer baru yang ditawarkan di sini...psst wifi juga tersedia kok di sini. 
Hotel Review POP Hotel Pasar Baru Jakarta
Pitstop Cafe
Ruang tunggu bagian tengah yang letaknya di depan Pitstop tadi dihias dengan lukisan mural warna-warni yang instragamable sekali, jangan lupa untuk berfoto dengan latar mural tersebut jika mampir ke POP! Hotel Pasar Baru (wink). Untuk ruang tunggu di sisi kiri dihias dengan lampu retro membentuk tulisan POP, wajib banget foto di sisi ini juga. POP! Hotel Pasar Baru juga punya ruang tunggu khusus untuk yang merokok di sisi belakang. Meski letaknya di belakang, tempatnya cukup luas dan juga berhias lukisan mural yang berkisah tentang wisata tempo dulu yang menarik di daerah Pasar Baru.

Ada lift yang bisa digunakan untuk pengunjung menuju ke kamar, bagian pintunya dihias dengan lukisan harimau sumatra dan badak. Sampai di kamar, kamu tidak akan mendapatkan kamar mandi berbentuk tabung seperti yang pernah saya tulis di sini. Kamar tempat saya menginap malam itu dilengkapi dengan ranjang ukuran king size, AC, in-room safe deposit box, TV layar datar dengan kanal kabel internasional serta koneksi WiFi gratis. Salah satu ciri kamar dari POP! Hotel yang saya suka adalah ada kursi panjang yang bisa digunakan sebagai ekstra bed. Jadi satu kamar semisal diisi tiga orang, tidak perlu repot-repot meminta tambahan ekstra bed.
Hotel Review POP Hotel Pasar Baru Jakarta
Salah satu menu sarapan yang tersedia: Nasi Uduk!

Konsep baru yang ditawarkan oleh POP! Hotel membuat siapa saja tertarik untuk mencoba menginap. Kalau kamu berniat menginap di POP! Hotel Pasar Baru jangan lupa untuk berkeliling di area sekitar juga ya!
Hotel Review POP Hotel Pasar Baru Jakarta
Beli pin = membantu biaya sekolah anak jalanan




=====
POP! Hotel Pasar Baru Jakarta
Jl. K.H. Samanhudi no. 17-19,
Pasar Baru - Sawah Besar
Jakarta Pusat 10710- Indonesia
T.021 - 29459145  F. 021 - 29459146
E. info-pop-pasarbaru@tauzia.com