Lingtrip: Short Escape Kepulauan Seribu


Halo Weekend! Mari Piknik~

Weekend kemarin untuk kesekian kalinya saya mampir ke kepulauan Seribu, lebih tepatnya ini ketiga kalinya sih. Kalau ga salah ingat terakhir main air di Kepulauan Seribu itu waktu acara bareng teman-teman influencer, itupun trip yang seharian dan tanpa menginap.
Beach More, Worry Less
Sehari sebelum keberangkatan, mood lumayan kacau balau gara-gara insiden salah model potongan rambut di salon. Sampai akhirnya 2 jam sebelum waktu berkumpul, saya pun bergegas mengepack apapun dalam satu tas ransel. Baru kali ini nih pergi hanya bawa satu ransel, biasanya bawa tas minimal 3 pcs. πŸ˜…πŸ˜…

Untuk keberangkatan kemarin titik kumpul ditentukan di Pelabuhan Kali Adem, saya yang cukup buta daerah Jakarta Utara tadinya berpikir ini di Ancol. Mohon maklum terakhir pergi rombongan itu naik dari Pantai Marina, dan yang ini pun dibilang akan naik kapal cepat. Bayangan saya ya di pelabuhan Pantai Marina Ancol tersebut.

Tepat jam 06.00 pagi saya sampai di Pelabuhan Kali Adem, sudah ada teman-teman yang sibuk sarapan sambil menunggu yang belum datang. Di sana saya baru tau kalau kapal ternyata baru akan datang jam 08.30. Sengaja dibuat waktu kumpul lebih pagi biar tidak ada yang ketinggalan. πŸ˜₯πŸ˜₯ Pingin ngomel tapi yasudahlah, sebagai yang agak susah bangun pagi saya terpaksa tidak tidur semalaman. Kepala rasanya sudah berat pingin ditaruh di bantal, ga sabar banget nungguin si kapal.

Agenda perjalanannya ngapain?
Dari itinerary yang diberikan di hari H, isi perjalanan kami hanya makan dan berenang. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†
Saya langsung berteriak kegirangan begitu tau acara selama di pulau yang cukup ringkas tersebut. Fyi packing last minute kemarin itu membuat saya melupakan beberapa hal penting seperti baju snorkle, shampoo dan handuk mandi. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tapi untungnya ya saya pergi bersama orang-orang yang menyenangkan, jadi ya tetap bahagia.


Satu jam perjalanan dengan kapal cepat dan kamipun sampai di Pulau Pari. Setelah selesai meletakkan barang ke penginapan, saya yang nyawanya masih separuh langsung mencari jajanan setempat. Ga hanya saya sih, ada yang langsung makan bakso juga di siang yang terik itu. 
Sampai pulau jajan dulu, ada yang jajan bakso, ada yang jajan cilor
Trus ngapain lagi?
O tentu saja berenang!
Kami masing-masing dibekali pelampung dan alat snorkle, lalu naik ke kapal nelayan yang digunakan untuk menuju ke tempat berenang. YAY!
Pasukan mandi air laut
Laut di Kepulauan Seribu itu sebenarnya cantik, cukup cantik. Setidaknya ada banyak penghuni laut yang bisa dinikmati di sana. Hanya saja kemarin di beberapa tempat lautnya kotor, seperti ada bekas minyak. Beberapa kali kami bahkan minta abangnya buat pindah cari tempat lain buat berenang.

Berenang di Kepulauan Seribu

Kami akhirnya tetap dapat spot yang menyenangkan untuk berenang, dan yang terpenting airnya ga berminyak. Rasanya bagaimana? AIRNYA ASIN. :))
Berenang~
Kamipun sibuk berenang-renang dan mengabadikan moment dengan kamera underwater yang entah milik siapa pokoknya minta difoto. Saking terlalu menikmati laut dan isinya saya sampai tidak sadar kaki dan tangan tergores karang juga pinggiran kapal. 😨

Panik? Engga sih biasa aja, lukanya juga kecil. CUMA YA TETEP PERIH KAN YA 😩😩
Benda wajib biar kalau luka ga infeksi
Saya langsung naik ke kapal dan cari air mineral untuk membilas si luka. Setelahnya baru saya semprot dengan spray antiseptik. Secinta-cintanya dengan laut, saya ga mau luka kecil tadi jadi infeksi. Tinggal habis itu ditutup dengan plester star wars kesayangan. 

Loh lukanya kok ditutup? Ntar ga kering loh!
Sejatinya luka yang telah dibersihkan dan diberi antiseptik sebaiknya memang ditutup. Luka tersebut ditutup agar ga ada tambahan bakteri dari luar, apalagi saya sedang berada di daerah yang penuh dengan angin dan debu pantai. 

Perih tidak?
Biasanya kalau pakai segala macam obat luka pasti akan ada adegan meringis menahan perih, sudah luka dikasih obat malah perih. Namun ternyata kemarin waktu pakai si spray antiseptik ga kerasa perih lhoh. Bahagia! 
Terima kasih spray antiseptik kesayangan yang ukurannya pas buat dibawa kemana-mana
Selesai diobatin saya tertarik buat berenang lagi, sempat khawatir dengan luka kecil di tangan dan kaki. Tapi ya akhirnya masuk lagi ke laut, dan puas-puasin berenang sampai waktunya habis. πŸ˜†πŸ˜†
EH sampai ada yang teriak lapar, haha.

Balik ke pulau perasaan campur aduk antara lapar dan mengantuk, bahkan lupa kalau tadi ada sedikit luka kecil di badan. Mungkin karena hati senang dan luka kecil tadi sudah diobati oleh ahlinya si spray antiseptik. Jadi selama liburan kemarin pun ga repot sama luka, kalau mau ganti plester pun tinggal dibersihkan ulang dan disemprot antiseptik. Mudah ya?

Lalu hasil dari jalan-jalan kemarin apa?
Kulit belang dan luka yang diobati tanpa perlu merasa perih, owsom kan? πŸ˜‰



Ke Malaysia Naik Motor, bisa donk!


Pernah ada masanya ketika saya menerima ajakan via telepon untuk touring dari Singapura ke Kuala Lumpur. Ajakan perjalanan panjang yang dulunya saya kira akan sangat melelahkan, tapi ternyata malah menyenangkan.

Pertama kali naik motor Singapura - Malaysia

Perjalanannya memang cukup panjang, menyusuri jalanan dari Singapura - Genting baru kemudian bermalan di Kuala Lumpur. Jalanannya seperti apa? Beberapa sempat saya abadikan lewat vlog di channel youtube. Jalan tol Singapura menuju Malaysia ini memang panjang dan lurus, cenderung bosan. Makanya kadang kami menyempatkan diri untuk mampir ke pom bensin sekalian istirahat. 
Bersiap sebelum touring

Sempat kehujanan ga?
Oh tentu saja, diperjalanan kedua kalinya touring Singapura - Kuala Lumpur ini agak menarik. Saya tidak ikut rombongan dari Singapura karena masih ada acara. Jadinya saya menyusul naik bis lokal menuju ke Melaka, sampai di sana tengah malam pula. Untungnya ada penjemput yang baik hati sehingga saya ga jadi anak hilang di kota tersebut.

Perjalanan kedua touring Singapura - Malaysia

Paginya saya bersama rombongan bersiap untuk menuju Genting lagi, dan kali ini cuaca agak kurang oke karena mendung. Hingga akhirnya hujan deras dan kami harus berteduh di warung terdekat. Sebenarnya kami juga bawa jas hujan, tapi karena hujannya terlalu deras dan jalanan menanjak, kami memilih untuk melipir dulu daripada kenapa-napa.
Lelah habis keujanan, dan kering karena terik matahari :))
Perjalanan touring ini biasanya dipaketkan dalam trip 2D1N atau 3D2N, dan pernah ada masanya kami kehabisan pilihan hotel di Kuala Lumpur karena ternyata mau ada MotoGP. Tapi untunglah masih ada hotel yang bisa kami inapi malam itu, kalau ga ya remuk ini badan. Haha

MotoGP Sepang 2018
Sebenarnya penasaran kayak apa sih rasanya nonton MotoGP di Sepang ini? Kalau lihat diweb mereka, sebentar lagi nih perhelatannya.
Apakah Andrea Dovizioso akan sukses menang lagi tahun ini? Marc Marquez bakal ikutan lagi ga ya tahun ini?😏

Promo Tour MotoGP Sepang 2018
Ada banyak sih promo paket nonton MotoGP 2018 di Sepang Malaysia ini, mau 4 hari, 3 hari maupun 2 hari semua tersedia. MotoGP yang diselenggarakan pada 2 - 5 November 2018 di Sepang International Circuit, bakal bikin Malaysia jadi cukup ramai. Event yang secara resmi diberi nama "Shell Malaysia Motorcycle Grand Prix" ini pastinya bakal cukup ramai sih. Apalagi ada lebih dari 100 stand motocarnival yang ikut memeriahkan acara.
Bingung mau cobain yang mana dulu
City Tour Kuala Lumpur
Selesai dari nonton MotoGP jangan lupa berkeliling Kuala Lumpur, ada banyak tempat menarik (dan anti mainstream).  Perjalanan saya terakhir ke Malaysia kemarin malah justru digunakan untuk sekadar jalan santai dan kulineran. Sempat ingin impulsif ke suatu tempat yang cukup jauh, namun ga berjodoh dengan shuttle yang tersedia. Akhirnya malah fokus keliling kota dan pasar.

Seru kayaknya kalau bisa nonton live di sirkuitnya langsung, tapi duit lagi fokus buat trip lain. Juga belum ada dana lain yang bisa dialihkan ke sini. πŸ˜…

Kalian kalau lagi pingin nonton sesuatu tapi belum ada dananya, atau dananya baru ada (misal) sebulan lagi biasanya bagaimana? Kalau yang punya kartu kredit sih mungkin mudah ya, dan bisa dibikin sistem kartu cicilan. Lalu kalau yang ga punya?

Nah kebetulan bulan Juli yang lalu saya sempat ikut Blogger Gathering bareng Adira Finance dan ternyata mereka sekarang punya program pembiayaan khusus untuk para traveler yang bernama Maxi Travel. 

Apa itu Maxi Travel?
Maxi Travel ini merupakan program pembiayaan multiguna milik Adira Finance, ditujukan bagi siapa saja yang ingin melakukan perjalanan wisata. Perjalanan tersebut bebas, bisa apa saja mulai dari umroh, wisata lokal maupun wisata luar negeri

Bagaimana caranya?
Untuk pengajuannya juga cukup mudah, kita tinggal datang ke agen tour travel dan memilih paket  perjalanan yang diinginkan. Lalu apabila si agen tersebut sudah terhubung dengan Adira Finance, maka akan ada petugas mereka yang langsung memproses pembiayaannya. Namun ya kalau si agen travel belum kerjasama dengan Adira Finance, kita harus datang ke kantor cabang Adira dulu untuk mengurus pembiayaannya. (agak sedikit repot ya)

Syarat pengajuan Maxi Travel apa saja?
Dokumen yang harus disiapkan untuk mengikuti program Maxi Travel ini adalah,
  1. Fotocopy KTP
  2. Fotocopy STNK
  3. BPKB mobil atau motor
  4. Kartu Keluarga dan NPWP
Cukup mudah ya sepertinya? Kalau ga punya BPKB bagaimana? Kalau suami istri bisa saling pinjam BPKB kok, jadi ga masalah. Trus ini saya habis cek web Maxi Travel mereka dan ternyata lagi ada promo donk buat bisa nonton MotoGP di Sepang. Oh iya untuk promo paket nonton MotoGP di Sepang ini mereka juga kerjasama dengan TX Travel, salah satu agen tour yang sudah berpengalaman buat handle tour nonton MotoGP ini. πŸ˜‚

Selain promo tersebut mereka juga ada banyak promo paket perjalanan lain seperti paket perjalanan ke 5D4N ke tiga negara (Singapura, Thailand, Malaysia). (BANYAK) 😱😱😱

Semua itu cukup dengan jaminan BPKB, dan perjalanan wisata maupun umroh kamu bisa diproses pembiayaannya. Oh iya habis jalan-jalan jangan lupa bayar cicilannya ya!

#MaxiTravel Pergi dulu bayar (cicilan) nanti!
Eits meski bisa dibuat cicilan tetap bijak ya dalam mengelola keuangan. πŸ˜‰



Perpanjang SIM Online itu Mudah


Perpanjang SIM Online
Buat saya yang ber KTP Semarang namun tinggal di Jakarta, seharusnya perpanjang SIM itu mudah, apalagi katanya sekarang semua sudah online. Sampai akhirnya saya mengalami sendiri prosesnya.

SIM akan habis sebulan lagi, saya dua kali bolak-balik mendatangi lokasi tempat Bis SIM Keliling yang biasanya ada di dekat rumah. Kedatangan pertama si mobil tidak ada, katanya sedang diliburkan. Minggu depannya datang lagi dan si mobil tidak ada, iseng saya mendekati pos polisi terdekat dan bertanya. Katanya lokasi Bis Sim Keliling sedang pindah, sambil beliau bertanya kapan SIM saya expired ( habis masa berlakunya).

SIM saya saat itu masih berlaku sampai paling tidak sebulan lagi sih, dan dari petugas tersebut saya baru tau kalau sekarang mau perpanjang tidak boleh lebih dari dua minggu sebelum masa berlaku habis. Jadi kalaupun saya datang ya akan ditolak, dan percuma.

Dua minggu sebelum masa berlaku SIM habis, akhirnya saya mendedikasikan satu hari untuk mencoba mengurus perpanjangan SIM tersebut. Dari yang saya baca di sana sini dan informasi dari teman, seharusnya meskipun SIM Semarang/ kota lainpun bisa diperpanjang di Jakarta karena sistemnya sudah online.

Tempat pertama yang saya datangi ada mobil SIM keliling dekat rumah, lega waktu lihat ternyata tidak terlalu ramai. Sampai akhirnya ketika mau minta formulir, mobil tersebut tidak melayani perpanjangan SIM. Bis SIM keliling yang didatangi itu hanya melayani perpanjangan STNK, kalau SIM saya harus ke lokasi lain. Waktu itu waktu masih menunjukkan pukul 08.00 pagi, dan saya pun berpindah menuju ke lokasi Bis yang khusus untuk perpanjangan SIM tersebut.

Sampai di lokasi saya melihat ada banyak orang dan banyak antrian. Saya yang bingung tanpa petunjuk ini langsung ikut antri, tapi ternyata itu antrian untuk yang tinggal foto sim. Hahaha, salah saya juga sih ga bertanya dulu. Menurut pak polisi yang sempat diajak ngobrol, kuota perhari dibatasi dan sepertinya sudah penuh. Itu masih jam 09.00 pagi dimana loket perpanjang SIM seharusnya baru dibuka jam 08.00. 

Sudah mulai kesal?
Saya sudah πŸ˜“

Pilihan terakhir saya mencoba memperpanjang sim saya di Gerai Mall Gandaria City, logika saat itu gerai mall buka sampai malam. Kalau saya datang pagi, seharusnya kuota masih ada kan?

Pukul 10.30 saya sampai di Gandaria City, dan ternyata sudah diperbolehkan masuk kalau mau ke tempat mengurus perpanjangan SIM tersebut. Ketika saya datang, sudah banyak yang mengantri sambil membawa form . Saya yang baru datang berusaha mencari informasi dan akhirnya ikut mengantri demi mendapatkan form. 

Dan lagi-lagi saya ditolak dengan kalimat, "Perpanjangan SIM di sini diutamakan untuk yang KTP Jakarta, kalau luar Jakarta ga bisa". 
WHY?

************
Sudahlah mau marah sama sistem juga saya bisa apa?
Akhirnya kurang dari seminggu saya menjadwalkan kepulangan ke Semarang demi perpanjang SIM.


LOKASI DAN JAM PELAYANAN PERPANJANG SIM ONLINE DI SEMARANG

Berikut lokasi/ tempat serta jam pelayanan Perpanjang SIM keliling atau online di Semarang, hasil stalking dari twitter:
  1.  Satpas 1421 (Blenduk Kota Lama)
  2.  Polsek Semarang Barat (lantai 2)
  3.  SIM Keliling di depan Giant Extra Semarang Barat
  4.  SIM Keliling Srondol (lokasinya pas di parkiran Kubota)
  5.  SIM Corner Simpang Lima

Untuk pembuatan SIM Baru hanya bisa di Satpas 1421 yang di Blenduk Kota Lama ya.
Rata-rata jam pelayanannya : Senin  - Kamis jam 08.00- 12.00
                                                Jumat - Sabtu  jam 08.00 - 11.00

Kecuali untuk yang Simpang Lima bisa sampai jam 19.00, dan ada jam istirahat yaitu jam 12.00 - 14.00. 
Jadwal pelayanan SIM Keliling Simpang Lima Semarang

DOKUMEN YANG DIBAWA SAAT PERPANJANG SIM ONLINE

Ini simpang siur banget informasinya sampai akhirnya membaca di sini.
Dokumen yang dibawa saat perpanjang SIM Online itu adalah:
  1. SIM ASLI dan Fotocopy (1 lembar)
  2. KTP ASLI dan Fotocopy (1 lembar)
Tapi buat jaga-jaga saya bawa dua lembar copy-an, meski di lokasi biasanya ada tempat buat fotocopy (semisal lupa bawa). 
Sayapun akhirnya perpanjang SIM di SIM Keliling Srondol Semarang, mobilnya ada di pinggir jalan dekat bangunan Kubota. Tapi antrinya mulai dari parkiran di dalam.

Proses perpanjangan SIM pun relatif mudah dan cepat, ga sampai satu jam sim baru pun sudah di tangan. Dimulai dengan mengisi form (yang ternyata dibantu diisikan oleh petugasnya langsung) dan menyerahkan dokumen yang sudah difotocopy, di sini bayar IDR 2.000. 
Antrian pengisian formulir dan Pengecekan kesehatan
Proses selanjutnya adalah test kesehatan, ada petugas yang akan mengukur tensi serta tes buta warna sebagai syarat perpanjang SIM, tidak lupa membayar sebesar IDR 50.000. Selanjutnya saya disuruh menunggu untuk proses foto dan cetak SIM. Tidak berapa lama nama saya dipanggil dan proses foto SIM dilakukan di dalam bis SIM Keliling tersebut. Selesai dengan foto, tinggal menunggu cetak SIM dan di sini bayar IDR 75.000.
Mengantri foto sim di dalam bis SIM Keliling
Total biaya untuk perpanjang SIM C saya adalah IDR 127.000, belum termasuk tiket pulang pergi JKT-SMG-JKT 😜. Prosesnya pun cukup cepat, saya datang pukul 10.26 dan SIM baru sudah saya pegang di jam 10.51.

Coba ya kalau tanpa harus mudik dulu, bisa lebih hemat meski belum tentu prosesnya akan secepat ketika saya perpanjang SIM di Semarang. Btw foto SIM dan dokumen lainnya itu susah ya, pasti hasilnya ya gitu. Di SIM terbaru ini foto saya kayak ngantuk karena terkejut dengan flash camera saat pengambilan foto.  πŸ˜“


Sekian cerita tentang perpanjangan SIM C saya, meski di Jakarta jadi anak angkot tapi tetap butuh SIM C kalau lagi nyetir sendiri pas mudik. Oh iya untuk perpanjang SIM A kalau tidak salah biaya cetaknya sekitar IDR 80.000. Biaya lain-lainnya mungkin agak mirip dengan biaya perpanjang SIM C.

Pengalaman saya ini mungkin bisa berbeda di kamu dan kamu (tunjuk-tunjuk), siapa tau kan ada yang KTP luar Jakarta namun berhasil perpanjang SIM di Jakarta. :)

#HappyTummy : Makan Pete dan Jengkol ala Wateg


Siapa diantara kamu yang doyan makan Pete dan Jengkol?
Kalau saya terus terang belum sanggup makan jengkol. πŸ˜‚

Terus kenapa judulnya makan pete dan jengkol?
Ini semua karena warung baru bikinannya Ussy Sulistiawaty yang dibuka tanggal 26 September 2018 kemarin. Namanya Bakoel Ussy, berlokasi di jl. Dewi Sartika no 192, Cawang Jakarta Timur. Konsep warung kesekian yang dibuka oleh Ussy ini adalah warteg, jadi pembeli bisa bebas mengambil makanan yang diinginkan dengan harga terjangkau. 

Mirip dengan Lurik Coffee Kitchen, makanan yang disajikan masih bertema masakan Nusantara dan tanpa msg. Beberapa menu yang bisa dinikmati adalah daging kecombrang, empal gepuk, jengkol balado, udang pete dan lainnya. 

Lalu rasanya bagaimana?
Dipostingan kali ini saya ga akan membahas terlalu banyak mengenai rasa makanan yang berhasil saya coba. Saya memang malas mengantri berebutan, ketika antrian tidak terlalu banyak barulah saya mengantri untuk mengambil makanan ala warteg tersebut. 

Ketika mengantri pelayan menawarkan dua jenis nasi yang tersedia, ada nasi putih biasa dan ada nasi oncom. Saya pun memilih nasi oncom, lalu dilanjutkan dengan memilih sayuran serta lauk yang ingin diletakkan ke piring bersama nasi tersebut. Saat saya hendak memilih, beberapa menu yang seharusnya menjadi andalan Bakoel Ussy tersebut habis. πŸ˜“

Agak kesal sih sebenarnya, tapi menurut pelayannya makanan yang habis tersebut sedang dalam proses dimasak. Jadi konsep mereka meskipun warteg, bukan masakan yang dimasak pagi-pagi lalu terus bertahan di depan sampai sore kayak model warteg biasanya gitu. Masakan yang disajikan memang terbatas agar ketika mendekati habis bisa dimasakkan lagi lalu direfil. Harapannya masakan yang disajikan selalu fresh dan hangat baru matang.

Dan inilah hasil dari saya mencoba memilah dari apapun yang tersisa, haha.
Rasa dari makanan ini cukup oke sih, ada beberapa yang keasinan tapi jadi saling melengkapi. Nasi oncomnya menurut saya kurang, udang petenya enak dan ga terlalu pedas. Lalu buat yang suka pedas, ada sambal bawang yang pedesnya nampol banget. Oh iya saya juga diberi sayur lodeh yang segar sih sebenarnya, tapi lupa difoto. 😝 Overall menurut saya scorenya 7/10, cukup oke buat dicoba. Siapa tau pas kamu yang mampir rasa makannya sudah lebih enak dan bisa dapat score lebih tinggi.


Nah buat kamu yang ga lagi laper-laper amat, di sebelahnya Bakoel Ussy ini juga ada warung kopi. Coffeeshop Tingwe Bakoel Ussy menyediakan berbagai macam pilihan kopi. Jadi kalau butuh tempat nongkrong pun masih bisa kesini. Buat saya lumayan sih ini, apalagi lingkungan di sekitar Bakoel Ussy itu memang kawasan perkantoran dan rumah sakit. Orang disekitar jadi punya pilihan menu makanan baru yang enak dan lumayan terjangkau.

Fyi parkiran di sini cukup luas, jadi kalau mau mampir ga perlu khawatir bingung parkir pinggir jalan juga. 

--- 
Bakoel Ussy
Jl. Dewi Sartika no. 192 Cawang,
Jakarta Timur





Lingbeauty: Holika-holika 3 Second Starter dan Bio Essence 24K Bio Gold- Gold Water Review


Buat yang sudah kenal dari lama, biasanya akan hapal kalau saya paling suka mengelilingi drug store yang ada di bandara luar negeri. Selain buat mengisi waktu biasanya ada barang-barang menarik (buat saya tentunya) yang bisa dibeli. 

Salah satu yang paling sering saya beli adalah skincare. Saking banyaknya sampai suatu waktu ketika harus pindahan satu koper besar itu ga muat untuk mengangkut semua skincare yang dibeli tadi. Nah kebetulan ada dua daily skincare yang sebulan ini rutin dipakai dengan harapan  mengurangi stok skincare yang sudah ada. 

Dua daily skincare yang ingin saya review kali ini ada  Holika-holika 3 Second Starter dan Bio Essence 24K Bio Gold- Gold Water.

Holika-holika 3 Second Starter Collagen Review
Saya mendapatkan Holika 3 second starter Collagen ini ketika dulu masih ada Althea.
Jadi ini apa?
Ini semacam hydrating toner yang diklaim oleh mereka sebagai serum booster.
Dipakainya kapan?
Holika-holika 3 Second Starter Collagen ini dipakai setelah kulit dibersihkan, kalau saya biasanya setelah kulit dibersihkan, ambil satu pump dan oleskan ke wajah. Efeknya kulit muka jadi lembab dan setelahnya jadi lebih mudah ketika ingin aplikasi bb cream dan lainnya. 

Satu botol ini isi nya 150ml, lalu soal harga saya agak lupa sih kayaknya masih dibawah IDR 150.000.


Bio Essence 24 K Bio Gold - Gold Water
Kenal dengan varian Bio Essence yang ini secara tidak sengaja ketika lagi jalan-jalan di drug store nya Kuala Lumpur International Airport. Waktu itu niatnya masuk ke drug store untuk beli air minum, eh tergoda sama tawaran diskon dan kemasan yang terlihat menarik. πŸ™ˆ Ditambah waktu itu varian Bio Essence yang Gold Water ini memang belum masuk Indonesia.


Lalu ini apa?
Jadi Bio Essence 24K Bio Gold - Gold Water ini (buat saya) mirip sebagai hydrating toner. Dipakainya sama-sama setelah kulit wajah dibersihkan, tuang sedikit ke telapak tangan dan oleskan ke wajah. Efeknya pun sama, kulit muka jadi lebih lembab dan proses pemakaian cream lain setelahnya jadi lebih mudah dan nge-blend di kulit. Oh iya si gold water ini selain kemasannya yang terkesan mewah, dia beneran ada bulir-bulir emas yang ketika dipakai bikin kamu ngerasa naik kelas karena naruh emas ke wajah. πŸ™ˆπŸ™ˆ

Satu botol besar ini berisikan 100 ml, dulu waktu saya beli di harga sekitar IDR 220.000, saya cek sekarang di online shop harganya berkisar di IDR 250.000.


Perbandingan
Dari sisi kemasan yang Holika botolnya plastik namun ada pump, jadi lebih mudah pemakaian. Kalau si Bio essence botol kacanya bikin kesan eksklusif dan mahal, botol ini sempat beberapa kali jatuh dari rak yang cukup tinggi dan masih utuh botolnya.

Lalu apa efeknya ketika pemakaian?
Ketika dipakai keduanya sama-sama memberikan efek lembab di kulit, tapi buat saya si Holika 3 Second starter collagen memberikan efek lebih lembab daripada Bio Essence Gold Water. Hanya saja saya kurang suka dengan wangi dari Holika-holika 3 Second Starter yang terlalu menyengat, mungkin ada alkoholnya (?). Kurang paham tapi saya lebih suka wanginya Bio Essence Gold Water yang ga semenyengat Holika-holika.

Oh iya sebagai tambahan, saya biasanya ga cocok sama segala cream dan lotion yang ada tambahan collagen. Kulit biasanya akan langsung breakout jerawatan serta komedoan, nah kebetulan si Holika-holika 3 Second Starter ini cocok di kulit saya yang jarang bawel ini.

Kesimpulan
Keduanya memiliki plus minus masing-masing, dan pasti bikin bingung ya mau pilih yang mana. Tapi kulit manusia itu berbeda sih, bisa aja yang cocok di saya ga cocok di kamu.
Lalu kalau mau repurchase diantara kedua brand yang tadi, saya akan memilih si Bio Essence 24K Bio Gold- Gold Water. Nah kalau kamu gimana?