Curhat,

Dear Diary

Wednesday, January 30, 2013 Linda Leenk 5 Comments

source
 Dear Diary,
aku mau cerita...


Sempat punya diary? Buku sakti jaman masih SMA, yang isinya sekitar apapun yang dirasakan hari itu. Dulu buku diary jadi tempat saya untuk meredam emosi dan menulis ini itu.
Saya memang anak yang tertutup, susah dekat dengan teman perempuan. Sahabat perempuan bisa dihitung saking ga banyak yang bisa berteman dengan anak egois dan manja seperti saya.
Waktu itu sering banget di anggap anak sombong, kadang dibilang .. ah ya sudah lah ya.. masanya sudah lewat. *menghela napas*

Ada masanya seseorang butuh tempat untuk menumpahkan semua perasaannya, ada banyak media untuk menyalurkan kekesalan dan kesedihannya itu. Namun diary itu sendiri isi nya ga melulu tentang curhat sedih, berbunga-bunga setelah bertemu gebetan juga sempat mewarnai buku tersebut.

Saat friendster mulai ada fiture blog, saya juga sempat membuat blog khusus curhat. Blog itu juga sempat berisi puisi-puisi ga jelas gitu. :))

Sekarang, sepertinya sudah lewat ya masanya untuk menulis di buku diary? Saya sendiri sudah tidak pernah lagi menulis di buku diary, blog khusus diary juga sudah saya hapus. Tapi kok ini tiba-tiba rindu untuk menulis, curhat ini itu ya? >.<


You Might Also Like

5 comments:

  1. ia betul sekali buku diary laah tempat menumpahkan semua isi hati :) hehe

    ReplyDelete
  2. Hahaha, aku cowo, suka nulis diary juga, sampe sekarang, ntah kenapa, wahahahhaa

    ReplyDelete
  3. diary mana diaryku xD

    lama banget gak nyentuh :p

    ReplyDelete
  4. lho, mbak, kalo di sini memangnya ndak bisa curhat ini-itu tho?

    ReplyDelete