lifestyle,

Setinggi apa lompatanmu?

Thursday, September 26, 2013 Linda Leenk 26 Comments


source
Masih ingat tidak ketika dulu di sekolah, kita sering mendapat pertanyaan mengenai cita-cita? Anak kecil ketika ditanya cita-cita, jawabannya bisa bermacam-macam dan spontan. Ada yang ingin jadi dokter, guru, atau pilot. Dulu sih, saya pingin jadi dokter tapi takut jarum suntik. Lalu ganti cita-cita mau jadi pramugari saja, supaya bisa jalan-jalan terus.=))

Sekarang, begitu mendapat pertanyaan yang sama, biasanya yang ditanya butuh beripikir ekstra. Ada batasan-batasan tertentu yang membuat kita tidak bisa sebebas dulu menentukan “ingin jadi apa”. Dulu Papa selalu berpesan : tentukan dulu tujuan akhir ingin jadi apa, baru setelahnya menentukan jalan yang akan diambil. Boleh saja memiliki prestasi yang baik di segala bidang, namun bila tujuan hidupnya tidak jelas, ya arah hidupnya pun juga tidak akan jelas hendak kemana, seperti layang-layang putus. Jangan sampai 10 tahun lagi, tersadar dan menyesali kemana saja waktu yang hilang.

Duh topik blog hari ini berat ya? :| *kretekin jari* 
Kalau hidup diibaratkan sebuah perjalanan, maka kita yang memiliki cita-cita juga memiliki tujuan akhir. Perjalanan kehidupan dimulai dari sejak kita lahir, bersekolah, lulus dan menentukan akan kuliah di mana. Setelahnya akan ada tahapan dimana kita lulus kuliah, mencari lowongan pekerjaan, dan seterusnya. Tujuan akhir di setiap fase yang terus berubah dan berkembang.

Saya pribadi memulai karir di Yogyakarta, dari sekolah lalu bekerja. Ritme kehidupan yang bisa dibilang agak santai. Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk hijrah ke ibukota, padahal sebelumnya saya sangat menghindari kota ini. Tapi demi mimpi yang lebih besar, pengorbanan untuk beradaptasi lagi ini saya rasa cukup setimpal.

Jika ditanya, apakah saya tidak bahagia sampai memutuskan untuk hijrah? Saya bahagia, dan menikmati proses perjalanan hidup saya yang baru tanpa menyesali karir sebelumnya. Saya menganggap langkah saya sebelumnya adalah pembelajaran. Ketika memulai di dunia baru, saya berusaha menikmati semua prosesnya. Pada tiga bulan awal proses beradaptasi ini membuat saya cukup stress. Ritme cepat ibukota berbeda dengan kota yang saya tinggali sebelumnya, dan di sini saya harus bisa mengikuti ritme yang baru ini.

Passion is things that you really love doing, You passion is your strength and your strength is not about what you’re good at. It is what you enjoy the most. ~ Rene Suhardono
Lalu, bagaimana caranya untuk menemukan passion itu? Salah satu cara untuk menemukan passion adalah dengan membuka diri pada banyak hal dalam kehidupan, teman baru, lingkungan baru, serta melakukan hal-hal baru. Cara lain adalah dengan menikmati atas segala hal yang dikerjakan. Passion itu sendiri bukan harus sesuatu yang kita ahli , tapi yang kita nikmati saat proses menjalaninya. Dari passion tersebut, selanjutnya cari ide yang bermanfaat untuk diri dan untuk lingkungan kita. Kita ga akan bisa sukses hanya dengan menemukan passion, tanpa adanya ide dan kreativitas yang berbeda dengan orang lain. Jangan lupa juga untuk menentukan purpose of life, kita memerlukan pondasi untuk memperkuat passion kita.

source

Hidup tanpa tujuan layaknya berpacu pada lintasan yang keliru. Waktu kita memenangkan pacuan itu rasanya akan hampa. Orang sukses bukan berasal dari genetik atau keturunan, melainkan dari dirinya sendiri yang menginginkan kesuksesan tersebut. Tetap jaga semangat dan motivasi dalam diri, jangan patah semangat. Hal penting lainnya adalah values, ini terkait dengan bagaimana kita ingin dikenal oleh orang disekitar. Ingin menyumbang apa untuk lingkungan, ingin seperti apa kita dikenang nantinya. Pastinya semua menginginkan hal-hal baik yang selalu diingat orang tentang diri kita. Termasuk saya.

Kak Rene pernah berkata (waktu di acara ultah kantor), karir dan job itu adalah dua hal yang berbeda. Job adalah instrumen dari perusahaan, dan kita tidak bisa bebas memilih, hanya menjalankan. Sedangkan karir adalah semua hal didalam dirimu sendiri. Saya sendiri memiliki definisi tentang passion. Saya mengatakan suatu hal adalah passion jika saya menyenangi dan tidak merasa terbebani melakukan suatu hal tersebut hingga lewat waktu atau larut malam, bahkan tanpa digaji sekalipun misalnya. Bisa jadi suatu hal tersebut sudah dekat artinya dengan passion. Passion lebih berkaitan dengan perasaan yang rasakan oleh yang mengerjakan dan sekali lagi passion itu tidak dapat dinilai dengan uang. Kepuasan dari menuntaskan pekerjaan yang didasari oleh passion adalah keberhasilan. Dan dengan passion, pekerjaan yang dilakukan selalu berusaha memberikan nilai atau manfaat bagi sesama dan tentu saja diri sendiri.

Perjalanan saya dari selesai kuliah sampai sekarang lumayan melompat-lompat. Tapi saya selalu berprinsip, selesai kuliah tidak boleh minta uang jajan lagi ke orang tua. Jadi selama saya masih lanjut sekolah pun, selalu berusaha mandiri cari uang jajan sendiri. Saya pun sempat membikin usaha online baju batik made by order, sampai pada satu titik saya jenuh. Jenuh karena seperti ada yang kurang dari apa yang sudah saya capai, waktu pribadi saya banyak terbuang untuk kegiatan yang rutin, saya tidak mempunyai waktu berlibur, setiap saat harus memikirkan target jahitan yang belum selesai. Sampai saya merasa, saya tertinggal dari teman-teman yang lain. Tujuan akhir yang awalnya dibentuk pun terasa kurang sempurna, something still missing. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, berbekal nekat dan restu dari orang terdekat.

Berada di lingkungan baru, bertemu dengan orang-orang baru, beradaptasi dengan udara, makanan, ritme kehidupan di ibukota yang cukup berbeda dari kota sebelumnya. Tantangan demi tantangan baru setiap harinya, termasuk ketika saya harus menghadapi cobaan cukup berat dalam pekerjaan, dan saya memutuskan mencari info lowongan kerja yang lebih baik di situs lowongan kerja terbaik. Hingga akhirnya saya bisa bekerja di tempat saya sekarang.

Hidup yang cuma sekali, mari kita rancang sebaik-baiknya. Dimulai dengan merancang ingin seperti apa 10 tahun mendatang? Punya rumah? Sudah keliling Asia? Setelah tahu apa yang diinginkan, setelah itu memikirkan bagaimana caranya agar bisa terwujud. Harus punya pekerjaan seperti apa, menyisihkan dana setiap bulannya, disertai target-target kecil per tahunnya. Dari awal, cita-cita saya cuma ingin memberangkatkan mama papa naik haji, namun seiring berjalannya waktu cita-cita tersebut pun bertambah. Ingin punya rumah, dan investasi ini itu. Ingin punya paspor dan jalan-jalan keliling dunia.

Lalu bagaimana dengan 20 tahun lagi? Ingin punya apa? Ingin jadi apa? Ingin seperti apa? Ingin kerja dimana, gaji seberapa besar? Coba dibayangkan, ditulis sebagai pengingat ke diri sendiri. Pekerjaan idaman setiap orang ada ga sih? Saya terdampar di kantor yang menurut saya untuk saat ini cukup, namun apakah untuk 5 tahun ke depan saya akan tetap di sini? Ada beberapa poin pendukung dalam menentukan tempat kerja idaman, dan kalau sampai pada saatnya mungkin saya harus ‘pindah’ dari zona nyaman ini. Untuk hal ini pun saya punya tempat langganan untuk mencari info lowongan pekerjaan. Seorang teman pernah berkata, kerja itu ga hanya uang yang dicari. Percuma kerja gaji tinggi tapi kamu ga bisa menikmati pekerjaanmu.

The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. 
Target jangka panjang sudah ditulis, target jangka pendek juga jangan sampai kelupaan. Setahun yang lalu, saya berjanji kepada diri saya sendiri, tahun depan saya harus penuhi salah satu impian mama. Keinginan mama simple sih, ingin ke Bali, dan saya baru saja memenuhinya weekend kemarin! Yay! =)) Seneng banget ngeliat mama sumringah waktu menapak di Bandara Ngurah Rai, meski bisa dibilang agak norak, tapi ya sudahlah. Nyenengin orang tua ini. *pamer foto di Bali*

finally Bali \o/
Sampai hari ini masih terbayang bahagianya mama akhirnya bisa ke Bali. Cita-cita sederhana yang akhirnya bisa tercapai. Like eating an elephant bit by bit, piece by piece. Kalau mimpi itu adalah seekor gajah yang besar, maka cara mencapainya adalah selangkah demi selangkah. Mimpi kecil apa yang sudah kamu capai minggu ini?

You Might Also Like

26 comments:

  1. wah salut lin. mimpi kecil yg sudah tercapai, ngajak jalan2 keluarga ke LN, kemudian beli rumah, next yg paling besar adalah pengen lanjut sekolah lagi. dan nikah? entahlah nikah ini saya masukin ke list sekian hohohohohohoho

    ReplyDelete
  2. Aku jg pingin ajak mama ke LN, tp nunggu anaknya paham cara ke LN dulu :)(

    ReplyDelete
  3. super sekali....
    terharu....
    sebelumnya selamat ulang tahun yah mbak.....

    sesuatuh yang besar dari aktifitas/target yang kecil dan membutuhkan disiplin yang hebat untuk memperjuangkan target yang di inginkan

    sukses selalu toko onlinenya
    sukses juga untuk semua cita dan cintanya
    jangan takut jatuh untuk melompat lebih tinggi :D

    ReplyDelete
  4. @ahmad iya jangan takut untuk bermimpi XD

    ReplyDelete
  5. wah selamat yah.. hebat hihihii

    ReplyDelete
  6. Dowo tenan rek..

    Aku biasanya lompat lebih tinggi kalau pake trampolin. Gitu. :))

    ReplyDelete
  7. selama hampir 15 tahun bekerja, semua pekerjaan aku dapatkan melalui networking. Jadi mungkin selain via lowongan teman-teman yg masih muda (jika membaca postingan ini) bisa merawat semua networking yang mrk punya dari awal

    ReplyDelete
  8. @ipul
    Sekali2 posting rada serius :))) * tendang ipul ke trampolin*

    ReplyDelete
  9. @didut
    Kamu itu hebat, aku salut sama kamu
    Tinggal mencari pasangan hidup yg ikut mendukung pekerjaan kamu nantinya ;)

    ReplyDelete
  10. yay! akhirnyaaaaa jadi tahu perjalanan cici link link :D

    ReplyDelete
  11. sewaktu kecil ingin jadi ini - itu malah gak kesampaian.
    mungkin bisa di buat target/rencana yang akan diraih agar tercapai.

    ngomong2 ini theme bener coklat kehitaman dengan tulisan putih keabu-abuan, susah bacanya sampe deketin ke monitor? mestinya tulisannya putih seputih salju !! *hanya saran saja* :)

    ReplyDelete
  12. @fickry kamu jg keren sampai bs kayak skrg :)

    ReplyDelete
  13. *terharu*

    *ga tahu mau bilang apa lagi* :")

    ReplyDelete
  14. Oo ini yang jalan-jalan ke Bali kemarin itu. Mimpi kecil yang sempurna. :)
    Selalu semangat ya Kak Linda. :)

    ReplyDelete
  15. saya... masih punya keinginan untuk melompat dengan status sebagai pemilik perusahaan.. AMIN! AMIN!

    ReplyDelete
  16. @suton
    Harusnya latar postingan putih sih, mgkn belum selesai ke load-nya

    ReplyDelete
  17. @suton
    Harusnya latar postingan putih sih, mgkn belum selesai ke load-nya

    ReplyDelete
  18. @umen semoga bukan pusing karena tulisanku kepanjangan ya :|

    ReplyDelete
  19. @giewahyudi iyaa....
    :)) makasih mass


    @billy & @Aditti AMINNN


    ReplyDelete
  20. Kalau aku... pingin kerja di luar negeri, pingin punya usaha sendiri, dan pingin punya banyak investasi! \M/

    ReplyDelete
  21. @brama ga pingin punya istri? *melirik calonnya brama*

    ReplyDelete