Persiapan pernikahan,

Mempersiapkan Pernikahan Jarak Jauh

Tuesday, January 13, 2015 Linda Leenk 7 Comments


Selamat Tahun Baru 2015!
Ketika orang lain sibuk membuat tulisan tentang resolusi, saya cukup menyelesaikan hutang tulisan yang cukup banyak saja sih.

Oh iya, hal yang paling berkesan di tahun 2014 kemarin sudah saya tulis di sini. Baca postingan tersebut saya jadi ingat bagaimana ketika harus mempersiapkan pernikahan dari jarak jauh. Saya bekerja di Jakarta, calon suami saat itu pekerjaannya banyak berkeliling, dan kami menikah di Semarang. Awalnya kami punya waktu sekitar 4 bulan (belum terpotong lebaran), namun karena satu dan lain hal pernikahan dimajukan sebulan lebih cepat. Panik? Ya, berarti saya masih sangat waras kalau sadar untuk panik.

Menjalankan rutinitas kantor dibarengi dengan kesibukan mempersiapkan pernikahan, pikiran dan waktu terbagi dua. Hal yang cukup mustahil, no? Namun semua itu bukan tidak bisa disiasati, ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya keduanya bisa berjalan beriringan.


Tetap prioritaskan pekerjaan, ga mau kan drama saat mempersiapkan pernikahan diperburuk dengan pressure dari atasan karena pekerjaan yang terbengkalai? Manfaatkan jam istirahat untuk menghubungi vendor, jangan lupa buat jadwal pertemuan dengan vendor. Buat saya yang harus ke Semarang dulu untuk bertemu vendor, biasanya saya maksimalkan waktu di Semarang itu untuk survey dan bertemu dengan banyak vendor. Jangan lupa catat semua hasil dari survey tersebut, supaya hasilnya bisa dijadikan bahan diskusi dengan pasangan.


Semakin sederhana konsep acara yang ingin dibuat, semakin sedikit yang harus diurus. Namun konsep acara ini biasanya tidak bisa lepas dari keinginan orang tua dan calon besan, bicarakan baik-baik dulu dengan beliau-beliau ini ya. Persiapkan perhitungan budget dari awal, jangan sampai selesai perhelatan masih harus dipusingkan dengan melunasi hutang. Buat wedding planner, templatenya banyak yang gratisan, salah satunya bisa didownload di sini atau ini.

Jika pekerjaan dan persiapan pernikahan tidak bisa berjalan beriringan, mungkin sudah saatnya minta tolong pada Wedding Organizer untuk meringankan beban kamu. Apalagi jika ternyata konsep acara yang direncanakan cukup besar.

Terakhir atur emosi, drama selama persiapan pasti ada. Berdiskusi bersama pasangan sangat membantu untuk mengurangi stress selama persiapan pernikahan ini. Oh iya, review dari orang yang sudah pernah menikah dan menggunakan vendor sangat membantu dalam memilih vendor mana yang akan kita pilih.

Lalu vendor apa saja yang kemarin kami pilih? Akan kami review dalam postingan selanjutnya ya. 


You Might Also Like

7 comments:

  1. Waaah kebayang repotnya mengurus pernikahan dengan kondisi kayak gitu. Saya dulu juga. Nikah di Cilegon tapi kerja di jakarta. Untungnya keluarga semangat bantu. Apalagi ada keluarga inti saya dari surabaya..

    ReplyDelete
  2. Aku juga agak repot dulu karena suami dari Semarang jauh menyiapkannya

    ReplyDelete
  3. duuhh.. padahal kemarin sudah ngebayangin ribetnya ngurus pernikahan jarak jauh.. untung baru ngebayangin :))

    ReplyDelete
  4. ijin sedot wedding planner mbak, terima kasih

    ReplyDelete
  5. @Goiq jangan berhenti berharap, kamu pasti bisa! ;)

    ReplyDelete
  6. paling penting siapkan dulu suratnya, urusan yang lain terima beres aja :)

    ReplyDelete
  7. Semoga acara pernikahannya lancar ya mbak :)

    ReplyDelete