#LingTrip,

Menyambung Sejarah Dua Mataram, dari Jogja ke Lombok

Wednesday, August 26, 2015 Linda Leenk 49 Comments

Dua belas abad silam, sekumpulan penduduk kerajaan Mataram Kuno di Jawa menyusuri lautan ke arah timur menggunakan perahu bercadik. Kuat dugaan saat itu mereka menghindari kerja paksa pembangunan Borobudur, yang kelak menjadi salah satu peninggalan bersejarah di tanah Jawa. Rombongan pengungsi itu berlayar dengan arah lurus ke timur, akhirnya tiba di sebuah pulau. Pulau itu dinamakan Lombok yang berasal dari kata Lomboq (lurus). Mereka yang menetap di pulau itu turun temurun disebut suku sasak, diduga dari kata sak-sak yang berarti sampan atau perahu bercadik.  Dua ratus tahun kemudian diceritakan ada kisah mahapralaya yang membuat kerajaan Mataram Kuno musnah. Lima ratus tahun kemudian Panembahan Senopati mendirikan kerajaan Mataram Islam di bekas wilayah Mataram Kuno. Bekas wilayah kerajaan Mataram kini dikenal sebagai wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

 Tiket Gratis Airpaz Keliling Nusantara

Kota Jogja yang pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram Kuno dan Mataram Islam sampai saat ini masih menyisakan keelokan sejarah yang tersaji dalam peninggalan budaya. Bermula dari utara ada Gunung Merapi yang menyimpan cerita legenda bagi berdirinya Kraton Yogyakarta. Di wilayah timur ada monumen kisah cinta Bandung Bondowoso yang kandas ditolak Roro Jonggrang. Salah satunya adalah Candi Prambanan, di mana salah satu arca diyakini adalah Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso karena kecurangannya. 

Ada juga Candi Ratu Boko, tempat bertahta ayahanda Roro Jonggrang. Selain kedua candi populer tersebut sebenarnya banyak kawasan candi yang tersebar di seluruh wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Sebut saja Candi Ijo, Candi Kalasan, Candi Sambisari, Candi Plaosan, Candi Sewu, dan Candi Kedulan yang semua dibangun semasa kejayaan Mataram Kuno.


Sunset di Candi Ratu Boko

Pasti ada yang bertanya, kenapa Candi Borobudur justru tidak dimasukkan? Karena candi ini sebenarnya berlokasi bukan di Yogyakarta  tepatnya di Magelang Jawa Tengah. Namun karena berjarak cukup dekat hanya sekitar 1 jam perjalanan, maka candi ini harus menjadi daftar kunjungan saat ke Yogyakarta  Candi yang luasnya mencapai 15.000 meter persegi ini merupakan peninggalan sejarah yang terkait dengan kisah yang saya ceritakan di awal. Bangunan candi yang pernah menjadi daftar 7 Keajaiban Dunia ini menjadi sisa peninggalan leluhur yang perlu dijaga kelestariannya.

Setelah puas berkeliling candi, kini saatnya menuju pusat keriuhan budaya di tengah kota Yogyakarta. Tembok putih Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang masih berdiri gagah menyisakan gambaran kejayaan masa lampau. Tugu Pal Putih yang merupakan penanda batas utara kota tua Yogyakarta dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tepat di selatan kraton, terdapat Pemandian Taman Sari yang sangat indah, di mana dulu para istri dan putri raja mandi dan bercengkrama. Menutup perjalanan di Jogja ada baiknya mencoba makanan Gudeg yang berasal dari nangka muda, di mana makanan ini terkenal manis semanis kenangan perjalanan di Jogja.


Cantiknya Tugu Jogja. Sumber : Blog Suami

Kota Jogja bisa dijangkau dengan maskapai Lion AirAir AsiaSriwijaya AirCitilinkGaruda Indonesia menuju Bandar Udara Internasional Adisutjipto (JOG) tentunya dengan menggunakan tiket termurah yang dibeli di tempat booking tiket pesawat Ter-MURAH Airpaz.

Jika menyimak pembuka artikel ini, maka tidak mengherankan apabila pusat ibukota Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di pulau Lombok bernama Mataram. Asal mula leluhur dari Mataram Kuno membuat mereka menamai daerahnya dengan kata yang diambil dari tanah leluhur, Mataram. Sedikit berbeda dengan Jogja, Lombok hadir sebagai wisata alternatif selain Bali namun menawarkan wisata keindahan pantai yang menyaingi Bali. Saya akan membuka perjalanan ke Sukarara, desa yang melestarikan kerajinan kain tenun songket dan kain ikat serta Sade, desa adat tradisional suku sasak primitif. Wisata budaya akan saya tuntaskan di Sembalun Lawang, sebuah desa kecil di lereng Gunung Rinjani.

Setelah puas saya akan menikmati matahari tenggelam di Pantai Senggigi, di mana juga terdapat Pura Batu Bolong yang mirip Pantai Tanah Lot, Bali. Jika semua mengatakan Lombok adalah Gili Trawangan, namun saya justru akan mengunjungi Gili Nanggu dan Gili Meno. Menikmati indahnya terumbu karang dan ratusan ikan cantik berwarna warni di Gili Nanggu. Melepas lelah, saya akan naik Cidomo membelah hutan lindung di Gili Meno dan menikmati matahari tenggelam di kafe-kafe di sisi barat Gili Meno.

Tidak lengkap jika melewatkan pedasnya Ayam Bakar Taliwang dan Pelecing Kangkung yang akan menutup perjalanan indah saya di pulau Lombok. Jika waktu cuti cukup, saya akan menyeberang ke pulau sebelah yaitu Sumbawa, menikmati padang savana, sambil berharap melihat gugusan galaksi milky-way tentunya akan menjadi pengalaman berkeliling Indonesia yang membuat saya semakin cinta negeri ini.


Indahnya Gili Meno. Sumber : http://www.wisatalombok.info

Untuk mengunjungi  Lombok, kita bisa membeli Tiket Pesawat dengan tujuan Bandar Udara Internasional Lombok (LOP) misalnya maskapai Batik Air, dan Citilink. Temukan serunya memilih "best fare/ tarif terbaik" Tiket Pesawat kita menggunakan Airpaz.com, sehingga bisa menghemat perjalanan.

Karena indahnya lombok ternyata menyimpan cerita sejarah yang erat kaitannya dengan Yogyakarta, maka jika diberi kesempatan Tiket Gratis Airpaz Keliling Nusantara oleh Airpaz.com saya mau mengunjungi Lombok (NTB) dengan maskapai Batik Air dari Jakarta. Penerbangan Batik ke Lombok saya pilih jadwal di siang hari, sehingga bisa langsung check-in hotel dan menikmati indahnya Lombok.

You Might Also Like

49 comments:

  1. Semoga tahun ini aku jugak bisa ke Gili! Pnegen ke gili 33nya sih. Gak cuma trawangana aja..

    ReplyDelete
  2. Semoga berhasil dapet tiket dari Airpaznya ya! :)

    ReplyDelete
  3. kalo ke Borobudur baru dua kali tapi kalo sampe nyebrang pulau Jawa blm pernah, ikuut dong he he

    ReplyDelete
  4. butuh temen gak kak ?? :D
    Aku siap kok.. jhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh, ketemu langsung di Lombok ya :))

      Delete
  5. asyik juga ya kalau bisa mengunjungi candi borobudur yang merupakan 7 keajaiban dunia ...aku yang orang jawa ...belum pernah ke sana ...he..he...

    ReplyDelete
  6. Salam kenal Mbak Linda....
    Saya suka artikel njenengan ini yang beberapa di paragraf awal.
    Saya suka sekali sejarah, bahkan kalau saya berkunjung ke New York Karto, saya merasa time traveling.

    Mantab!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Butuh waktu buat paham kalau yg dimaksud Yogyakarta :))
      Astaga :))

      Delete
    2. Alhamdulillah...untung butuh waktu buat paham, daripada butuh duit...hahahahahaha

      Delete
  7. pengen banget ke Gili... kalo liat di foto yg ada di postingan ini, gili menonya seperti maldives yah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mirippp
      dan jadi inget cerita soal ke Maldives kemarin belum diselesaikan :|

      Delete
  8. pengen deh ke lombok
    ajak-ajak ya kalau dapat tiket gratis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk, ketemuan langsung di Lombok ya

      Delete
  9. Kalo aku ke lombok, mesti pake flight pagi, disamping jaraknya lumayan dari tempat tante (1,5 jam-an dari tempat tante di mataram) ada beda 1 jam juga .. kalo siang bisa2 malah sampe hotel sore, etapi bisa sekalian nyunset sik *labil :)))

    oiya kenapa pagi, biar kalo mau nyambung ke sumbawa bisa milih perjalanannya.. mau siang2 di laut which is kalo cerah bakalan bagus banget, atau sekalian nyunset...

    terus aku kangen pulang sumbawa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk barengan, aku belum pernah :3

      Delete
  10. Wow, keren pantai nya, keep on my list :)

    ReplyDelete
  11. feed blogmu msh blm full jg
    *teuteup* :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih?
      Ntar coba tak cek dulu deh :/

      Delete
  12. hmmm,,, apakah gudeg jogja itu semanis senyumnya mba linda yaa,,? :)
    tidak diragukan lagi lombok memang pantainya indah, kalau saya sih jika ada kesempatan pingin banget ke rinjanii,heu
    semoga saja harapannya terwujud ya mba linda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rinjani ya..
      saya lebih milih pantai daripada gunung sih :|

      Delete
  13. belum kesampaian ke lombok. nggak jadi-jadi muluuu. semoga disegerakan. tapi jujur, di paragraf awal aku baru tahu kalau ada sekelumit sejarah kaya gitu ternyata. nice info.

    anyway, backlink airpaz banyak beneur kak? :)

    ReplyDelete
  14. wah mbak, informatif banget ini pembukaan ceritanya...sumpah akhirnya membuka tabik pertanyaan saya selama ini "Di tanah Jawa kok dinamai kerajaan Mataram yak, Mataram kan di Lombok?!?" :)

    btw sukses ngontesnya mbak :)

    ReplyDelete
  15. ternyata sejarahnya seperti ya, saya kira Lombok itu berasal dari lombok (cabe), baru tahu saya..
    kalau ke Lombok saya tidak pernah namun kalau ke Jogja hampir setiap tahun kesana, berkunjung ke rumah Oma.. emang indah banget kok Jogja..

    ReplyDelete
  16. semoga sukses dan menang kompetisi, trus jalan2 ke duo mataram ;)

    ReplyDelete
  17. semoga sukses mbak ya :D. btw ga serem kah mbak foto kedua itu mbaknya foto

    ReplyDelete
  18. lombok itu memang indah ya ketagihan mulu pengen kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahh makin penasaran pingin kesana

      Delete
  19. belum pernah jalan2 huhuhuhu *kurang piknik iniii
    semoga menang y a:*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayu sisihkan uang jajan untuk jalan-jalan

      Delete
  20. Terimakasih atas partisipasinya dalam Lomba Menulis Airpaz.com

    Semoga menang. :)

    Airpaz Team

    ReplyDelete
  21. Nice artikel mba, semoga menang yahhh...

    ReplyDelete
  22. Oh.. ikutan lomba nulis tho smoga menang..

    ReplyDelete