#HappyTummy,

#HappyTummy Indonesia dalam sepiring kelezatan di Warung Omah Bu Ageng

Saturday, September 12, 2015 Linda Leenk 42 Comments

Warung makan ini merupakan salah satu yang direkomendasikan ketika kami menginap di sini. Lokasinya tidak terlalu jauh, jalan kaki sekitar 1km dari hotel juga bisa. Tapi malam itu saya memilih naik motor karena jalan gang di dekat hotel kurang pencahayaan. 
Pujangga luwe: Puisi tentang lapar
Warung makan ini kalau dari arah alun-alun kidul tinggal ke arah plengkung gading, lalu keselatan lagi. Setelah perempatan pertama ke timur, warung makannya ada di sebelah utara jalan. Atau kalau kebingungan ikuti saja peta gmaps, pasti ketemu kok.
Masuk yuk!
Menemukan Indonesia dalam sepiring kelezatan *
Begitu slogan warung makan ini, beliau ingin menyatukan cita rasa Indonesia dalam sebuah piring. Restoran milik Hajjah Rulyani Isfihana (Bu Ageng) dan Butet Kartaredjasa ini klasik. Makanan yang disajikan di restoran ini asli dari ide Bu Ageng dan suaminya yang suka kulineran. Apa yang ditemukan di luar, ditafsir kan kembali dengan kreatif dan ditambah bumbu-bumbu lain sehinggan muncul menu baru. Ternyata enak dan banyak yang suka, maka dibuatlah Warung Makan Omah Bu Ageng ini.
Dekorasi foto jadul
Warung Makan Omah Bu Ageng ini menempati rumah yang asri dengan desain interior Jawa klasik, perabotnya serba kayu dan di dindingnya banyak tergantung foto-foto pahlawan jaman dahulu kala. Tempat dan parkirannya lumayan luas, menu masakannya jelas masakan rumahan semua.

Interior serba kayu
Mencicipi menu.
Bubur Duren Mlekoh atau bisa dibilang Durian Breadpudding, berupa potongan roti berbentuk kotak dan daging durian yang diberi kuah beraroma durian serta kuah santan dan gula aren. Rasanya sedikit terlalu manis untuk lidah saya, tapi durennya lumayan kerasa. Satu porsinya dilabeli harga IDR 14K.
Bubur Duren Mlekoh


Nasi Pecel Telur Ceplok, nasi dengan sayuran yang disiram bumbu kacang khas Warung Bu Ageng. Disajikan dengan telur ceplok serta kerupuk. Feels like I'm home already. Menu klasik yang bikin kangen rumah. :')
Satu porsinya dihargai IDR 15K.
Nasi pecel dan telor ceplok, Yum!

Nasi Campur Lele Njingkrung ini isinya nasi dengan sayur oseng tempe dan kacang panjang, sambal dan lele yang 'njingkrung'. Saya kelupaan memfoto si close-up khusu si Lele, tapi ini sudah cukup mewakilkan kok ya. Sambalnya cukup bikin nagih, rasanya unik di lidah. Satu porsinya IDR 25K.
Makan enak! ^^
Sebagai penikmat teh teko, ini adalah menu yang selalu saya pesan ketika ada tertera di menu minuman.


Kekenyangan makan di Warung Bu Ageng, namun saya tertarik melihat daftar menunya lagi. Bisa dibilang saya cukup tertarik untuk mencoba menu lainnya, hanya saja sudah ga mungkin nambah makan. Secara keseluruhan makanan di sini enak dan saya tertarik untuk mencoba varian nasi lainnya.

-UPDATE-
Buat yang penasaran, berikut saya lampirkan foto menu makanan di Warung Omah Bu Ageng ya.

-----
Warung Omah Bu Ageng
Jl. Tirtodipuran No 13, Mantrijeron, Yogyakarta 55143
Website | Twitter | Instagram | Facebook | Gmaps
Harga makanan: IDR 6K- 30K
Buka : Selasa -Minggu pukul 11.00-23.00
Tutup: Senin

You Might Also Like

42 comments:

  1. Es durennya itulah suegeeer. Disini jadi jujugan teman socmed Butet, kalau beruntung bisa ketemu yg bawel2 di socmed heheheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya? Kemarin pas kesana lg ga ramee..

      Delete
  2. Waaahhh bubur durennya bikin ngileeee

    ReplyDelete
  3. Dari sejak pindah ke Yogya pengen ke sini tapi nggak sempat, suamiku malas karena jalannya ruwet katanya :D
    Harus disempetin nih ke sini, ngiler baca tulisanmu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agak keselatan memang, tapi masih Jogja kokk

      Delete
  4. Jadi yang dimaksud dengan kaliamat "beliau ingin menyatukan cita rasa Indonesia dalam sebuah piring" itu ada di menu lainnya ya, Mbak? Atau makanan pada foto di atas bumbu-bumbunya diambil dari bumbu daerah lain? Misal seperti pecel yang khas Jawa, bumbunya pakai bumbu Manado, begitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bumbunya dikombinasikan sepertinya.
      Ada sedikit sentuhan rasa 'Bali' dari setiap piring yg dimakan malam itu.
      Kalau semisal bumbu kacangnya diganti bumbu Manado say kurang paham, belu pernah makan masakan Manado aelain dabu-dabu. :))

      Delete
  5. peralatannya jadull ya...
    murah meriah dan njawaaaa banget kayaknya
    tapi ada sentuhan bali? pedes donggg

    ReplyDelete
  6. Aaahhh unik banget, tapi jauh ya ternyata di jogja.. Mantrirejon sepertinya daerah ring road utara kesana lagi bukan yaaahh :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini arah Jogja bagian selatan :D
      Utara itu patokannya gunung merapi

      Delete
  7. Menarik nih. Lokasinya prapatan Swalayan Maga ke timur ya Mbak? kanan atau kiri jalan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebentar swalayan maga itu mana ya
      kalau dari arah malioboro dia di kanan jalan gang nya

      Delete
  8. Beberapa kali ke bu ageng tapi kok lidah gw kurang cucok ama masakan nya hehehe

    ReplyDelete
  9. Daerah Mantrijeron, asyik besok-besok kalo nyepeda bisa mampir ke sini :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita-cerita donk mesen menu apa aja :)) #masihpinginkesana

      Delete
  10. Duren mlekoh kayaknya aneh ya.. Roti dicampur duren, hihihii apa rasanya.. Tapi teh teko nya unik loh ini.. Teko seperti itu sudah jarang lagi, tapi masih eksis ya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kayak duren dikasih selai aja sih, cuman ini duren dan susu :))

      Delete
  11. Aduh ya ampyuuun Bubur Duren Mlekoh-nya menggoda imaaaaan :) :)

    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  12. Cozy banget tempatnya, nyaman dg suasana Indonesianya kental sekali :)

    ReplyDelete
  13. menunya, kesukaan suami smua nih..duren dan pecel :0 sayang jauh di Jogja

    ReplyDelete
    Replies
    1. buat referensi kalau liburan ke jogja

      Delete
  14. I Love Your Website, I Would Appreciate It For A Good Read This!!!

    ReplyDelete