lifestyle,

Nonton Suicide Squad, Perlu Nggak Sih?

Thursday, August 11, 2016 Linda Leenk 6 Comments

Suicide Squad Movie Review
The Suicide Squad

The wait is over! Begitulah para fans DC bersorak ketika trailer pertama Suicide Squad dirilis tahun lalu. Lagu lama The Bee Gees "I Started a Joke" yang di-remake dengan nuansa gelap khas DC membuka trailer film DC yang berkisah tentang penjahat super akan dijadikan sebuah team, layaknya Justice League atau The Avenger.  Film anti-hero yang satu ini adalah salah satu keunggulan yang digadang-gadang bisa mengimbangi Marvel. Studio Marvel harus diakui telah sukses lebih awal merilis beberapa film superhero dan saling terhubung atau dikenal dengan Marvel Cinematic Universe. 

Suicide Squad juga dianggap mencuri start dibandingkan film Marvel yang sudah ada. DC membawa tema anti-hero, super villain, para penjahat sebagai tokoh utama. Pilihan yang cukup berani, di luar pakem yang ada saat ini. Apalagi saat trailer dirilis memang sedang hype berbagai film superhero dengan tema klasik, si baik mengalahkan si jahat. Lalu apa jadinya kalau sisi jahat juga melawan sisi jahat yang lain? Inilah yang membuat penonton menjadi tertarik untuk menyaksikan Suicide Squad.


WARNING : SPOILER ALERT! Lanjutkan dengan resiko sendiri.

Suicide Squad telah lama dikenal di komik DC dan berbagai versi animated. Anggota Suicide Squad yang muncul di film ini tidak sepenuhnya mengikuti pakem dari komik maupun animated version. Suicide Squad dalam film ini bercerita tentang superhero yang terbentuk dari beberapa penjahat  paling berbahaya. Yang pertama Deadshot, seorang penembak ulung, musuh besar dari manusia kelelawar penjaga Gotham City, Batman. Lalu si manis gila, Harley Quinn yang merupakan seorang psikiatris yang jatuh cinta pasiennya sendiri yaitu Joker. Dia pun tumbuh menjadi sidekick yang ikut serta dalam aksi Joker mengacau di Gotham City. 

Captain Boomerang, diceritakan merupakan perampok dari Australia yang mengembara ke Amerika untuk mendapatkan buruan lebih banyak, dia beraksi dengan senjata Boomerang yang juga adalah sebuah drone. Lalu ada Killer Crocs, di mana dia adalah manusia yang mengalami kemunduran evolusi, seluruh tubuhnya bersisik tebal seperti buaya dan memiliki kekuatan super. Lalu ada El Diablo yang tidak suka kekerasan, namun dengan kekuatan api di tangannya saat ia sedang marah maka ia dapat menghabisi lawannya tanpa rasa bersalah sedikit pun. 

Sebagai pemimpin team, adalah Rick Flagg. Dia adalah mantan tentara yang ditugaskan menjaga Enchantress, seorang penyihir dari ribuan tahun yang lalu. Karena dia jatuh cinta dengan karakter yang dirasuki oleh Enchantress, yaitu Dr June Moone. Rick Flagg akhirnya terlibat dalam tim bentukan Amanda Waller dengan tujuan menyelamatkan June dari Enchantress. Anggota Suicide terakhir adalah Katanaa, yang lebih berperan sebagai tangan kanan Rick Flagg daripada dianggap menjadi anggota penuh dari team.
Suicide Squad Movie Review
Lalu bagaimana penilaian saya terhadap film ini?
Dengan skor 7/10 film ini perlu untuk ditonton, namun jangan membuat harapan yang terlalu tinggi.
Suicide Squad Movie Review

Ganjalan pertama adalah Joker. Tidak dipungkiri, fans yang melihat saat ini adalah juga penonton era Heath Ledger yang diklaim sebagai aktor paling sukses memerankan tokoh sociopat paling sadis di Gotham City itu. Bayang-bayang karakter Joker ala Heath Ledger sudah sejak awal disangsikan untuk dapat disaingi oleh Jared Letto. Dan ternyata memang benar, karakter Joker di film ini tidak lebih sebagai seorang yang menye-menye berusaha berbagai cara membebaskan kekasihnya, Harley Quinn. Tanpa adanya usaha untuk membuat kekacauan dengan gaya Joker yang biasanya mencekam, mengerikan dan sadis. Aksi menjebol tembok penjara, membajak helikoper dan kemudian justru tertembak rudal adalah sangat sepele untuk penjahat kelas berat seperti Joker. Kesimpulannya, ketokohan Joker dikebiri di film ini. Over expose Joker dalam berbagai materi promosi Suicide Squad justru menjadi hutang yang ternyata tak dibayar lunas oleh Sutradara.
Suicide Squad Movie Review

Kedua dari sisi musuh dari Suicide Squad. Harapan saya awalnya adalah Suicide akan melawan 'musuh' yang jauh lebih mencekam, bersifat terror dan (maaf) bukan sebuah musuh dengan kekuatan mistis. Karena pertarungan akhir bisa dibilang hanya kekuatan api dari El Diablo yang bisa memberi perlawanan terhadap kekuatan Enchantress. Keunggulan tembakan jitu Deadshot jadi tidak berarti. Bahkan Killer Crocs pun tak bisa berbuat banyak. Strategi peledakan oleh Rick Flagg dari selokan bawah gedung bisa dibilang cukup keren, meskipun harus mengorbankan El Diablo. Bagi saya pribadi, mungkin akan jauh lebih asyik jika musuh Suicide Squad adalah Joker, tentu saja bukan Joker versi Jared Letto ini. Buat Joker yang jauh lebih terror dan mengancam. Sebagai gambaran, level ancaman Bane dan The league of Shadow dalam The Dark Knight Rise bisa menjadi rujukan bagaimana seharusnya musuh Suicide Squad yang seimbang.
Suicide Squad Movie Review

Ketiga, film ini terlalu awal. Para penjahat ini tidak dikenalkan dengan baik, terlalu terburu-buru demi mengejar premis cerita. Akan sangat baik apabila pondasi tokoh DC dibangun terlebih dahulu dengan berbagai film solo dan pelan-pelan setelah semuanya terangkai baru dirilis film Suicide Squad. Deadshot bisa dimunculkan sebagai villain dari Batman dalam film baru yang diperankan Ben Affleck, alih-alih menampilkannya dalam adegan sepotong di sebuah lorong gelap Gotham City. Lalu Captain Boomerang bisa diperkenalkan sebagai musuh Flash dan berhasil diringkus dalam salah satu film solo Flash. Pun demikian Harley Quin (dan tentu saja Joker), yang mestinya diperkenalkan lebih dulu saat membunuh Robin dalam salah satu film Batman lalu dijebloskan ke penjara. Semua perkenalan hanya dilakukan secara cepat dalam penjelasan Amanda Waller saat melakukan propose Team Force X. Bagi fans DC garis keras, mungkin mudah memahami siapa karakter yang terlibat, tapi belum tentu mudah bagi fans baru atau penonton umum. DC membuat film ini bukan khusus untuk fansnya saja kan?

Meski saya menyebutkan hanya 3 kekurangan, namun sebenarnya masih banyak adegan yang memunculkan pertanyaan. Seperti kenapa harus ada adegan meliuk-liuk Enchantress saat membuat 'mesin penghancur'. Adegan ini cukup lama, saya tak sempat menghitung tapi sudah cukup mengganggu. Kemudian cara membentuk pasukan yaitu dengan menciumnya satu per satu sehingga mirip antrian kissing booth. Kemudian ada adegan para Suicide Squad berhenti sejenak minum bir di sebuah bar, dan memulai sesi curhat saat dunia akan kiamat. Juga over shoot ke arah bokong Harley Quinn, Dude!

Hal yang patut diapresiasi adalah soundtrack yang sangat kuat dari film ini, di mana sebelumnya era DC adalah Hans Zimmer dengan ilustrasinya yang mencekam sesuai tema dark yang dibawa oleh DC. Namun setelah Hans Zimmer yang dikabarkan pensiun, film ini justru memiliki soundtrack yang justru bisa dinikmati dan berpeluang mencetak hits tanpa menyebut karya Hans Zimmer itu buruk. Sebut saja "Purple Lamborgini"- Skrillex & Rick Ross dan "Sucker for Pain" - Lil Wayne, Wiz Khalifa & Imagine Dragons w/ Logic & Ty Dolla $ign ft X Ambassadors yang sebentar lagi bisa merajai tangga lagu di dunia. 

Yang menarik dari film ini adanya kemajuan berupa upaya menampilkan guyonan layaknya film Marvel, sesuatu yang sangat jarang dan benar-benar baru dalam film DC. Gaya yang biasanya gelap dan suram, kini mulai diselipi joke yang beberapa tetap 'gelap' namun menghibur. Seingat saya di film Batman vs Superman, hanya ada joke saat Superman menanyakan apakah Wonder Woman adalah teman Batman, dan dijawab dengan jawaban sinis khas Batman. Dalam trailer "Justice League" yang dirilis di San Diego Comic Con (SDCC) 2016, juga terlihat upaya DC yang berusaha menampilkan kelucuan saat Flash bersedia ditawari bergabung JL karena butuh teman. 
Suicide Squad Movie Review
Barry Allen menghindari Batrang dalam perkenalannya dengan Batman yang menawari bergabung Justice League

Sekali lagi terlepas dari kekurangannya, film ini tetap layak untuk ditonton. Terutama bagi yang tertarik bagaimana DC akan membawa film-filmnya ke depan. Tentu akan menarik bagaimana nantinya Justice League yang akan dirilis tahun depan bersinggungan dengan team pimpinan Rick Flagg ini seperti dimunculkan dalam dialog antara Bruce Wayne dan Amanda Waller di potongan end credit scene. Ohya, adegan ini sebenarnya cukup aneh karena Batman diberi print out "Top Secret" yang berisi data tentang meta-human seperti Aqua Man dan Flash. Padahal Batman kan sudah mendapatkan versi digital (bahkan video!) dari server Lex Luthor di film Batman vs Superman. Kenapa Batman tidak mengeprint saja dari file itu jika ingin membacanya? 

You Might Also Like

6 comments:

  1. Saya pikir selama film ada Will Smith nya bakal keren je. daan ya saya nonton film ini karena kepincut pesona harley quin hehehe

    ReplyDelete
  2. Saya pikir selama film ada Will Smith nya bakal keren je. daan ya saya nonton film ini karena kepincut pesona harley quin hehehe

    ReplyDelete
  3. Harusnya deadshot jangan pernah lepas topeng :|

    ReplyDelete
  4. belum tertarik nonton, dan jadi males nonton kan kalo gini, hahaha, nonton di hbo aja kalo udah tayang :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. nonton aja gpp, me time sambil makan popcorn :))

      Delete
  5. lumayan lah .. buat hiburan filmnya
    efek2nya oke .. suka

    ReplyDelete