#GakPakePerih,

Lingtrip: Short Escape Kepulauan Seribu

Thursday, October 25, 2018 Linda Leenk 5 Comments


Halo Weekend! Mari Piknik~

Weekend kemarin untuk kesekian kalinya saya mampir ke kepulauan Seribu, lebih tepatnya ini ketiga kalinya sih. Kalau ga salah ingat terakhir main air di Kepulauan Seribu itu waktu acara bareng teman-teman influencer, itupun trip yang seharian dan tanpa menginap.
Beach More, Worry Less
Sehari sebelum keberangkatan, mood lumayan kacau balau gara-gara insiden salah model potongan rambut di salon. Sampai akhirnya 2 jam sebelum waktu berkumpul, saya pun bergegas mengepack apapun dalam satu tas ransel. Baru kali ini nih pergi hanya bawa satu ransel, biasanya bawa tas minimal 3 pcs. πŸ˜…πŸ˜…

Untuk keberangkatan kemarin titik kumpul ditentukan di Pelabuhan Kali Adem, saya yang cukup buta daerah Jakarta Utara tadinya berpikir ini di Ancol. Mohon maklum terakhir pergi rombongan itu naik dari Pantai Marina, dan yang ini pun dibilang akan naik kapal cepat. Bayangan saya ya di pelabuhan Pantai Marina Ancol tersebut.

Tepat jam 06.00 pagi saya sampai di Pelabuhan Kali Adem, sudah ada teman-teman yang sibuk sarapan sambil menunggu yang belum datang. Di sana saya baru tau kalau kapal ternyata baru akan datang jam 08.30. Sengaja dibuat waktu kumpul lebih pagi biar tidak ada yang ketinggalan. πŸ˜₯πŸ˜₯ Pingin ngomel tapi yasudahlah, sebagai yang agak susah bangun pagi saya terpaksa tidak tidur semalaman. Kepala rasanya sudah berat pingin ditaruh di bantal, ga sabar banget nungguin si kapal.

Agenda perjalanannya ngapain?
Dari itinerary yang diberikan di hari H, isi perjalanan kami hanya makan dan berenang. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†
Saya langsung berteriak kegirangan begitu tau acara selama di pulau yang cukup ringkas tersebut. Fyi packing last minute kemarin itu membuat saya melupakan beberapa hal penting seperti baju snorkle, shampoo dan handuk mandi. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Tapi untungnya ya saya pergi bersama orang-orang yang menyenangkan, jadi ya tetap bahagia.


Satu jam perjalanan dengan kapal cepat dan kamipun sampai di Pulau Pari. Setelah selesai meletakkan barang ke penginapan, saya yang nyawanya masih separuh langsung mencari jajanan setempat. Ga hanya saya sih, ada yang langsung makan bakso juga di siang yang terik itu. 
Sampai pulau jajan dulu, ada yang jajan bakso, ada yang jajan cilor
Trus ngapain lagi?
O tentu saja berenang!
Kami masing-masing dibekali pelampung dan alat snorkle, lalu naik ke kapal nelayan yang digunakan untuk menuju ke tempat berenang. YAY!
Pasukan mandi air laut
Laut di Kepulauan Seribu itu sebenarnya cantik, cukup cantik. Setidaknya ada banyak penghuni laut yang bisa dinikmati di sana. Hanya saja kemarin di beberapa tempat lautnya kotor, seperti ada bekas minyak. Beberapa kali kami bahkan minta abangnya buat pindah cari tempat lain buat berenang.

Berenang di Kepulauan Seribu

Kami akhirnya tetap dapat spot yang menyenangkan untuk berenang, dan yang terpenting airnya ga berminyak. Rasanya bagaimana? AIRNYA ASIN. :))
Berenang~
Kamipun sibuk berenang-renang dan mengabadikan moment dengan kamera underwater yang entah milik siapa pokoknya minta difoto. Saking terlalu menikmati laut dan isinya saya sampai tidak sadar kaki dan tangan tergores karang juga pinggiran kapal. 😨

Panik? Engga sih biasa aja, lukanya juga kecil. CUMA YA TETEP PERIH KAN YA 😩😩
Benda wajib biar kalau luka ga infeksi
Saya langsung naik ke kapal dan cari air mineral untuk membilas si luka. Setelahnya baru saya semprot dengan spray antiseptik. Secinta-cintanya dengan laut, saya ga mau luka kecil tadi jadi infeksi. Tinggal habis itu ditutup dengan plester star wars kesayangan. 

Loh lukanya kok ditutup? Ntar ga kering loh!
Sejatinya luka yang telah dibersihkan dan diberi antiseptik sebaiknya memang ditutup. Luka tersebut ditutup agar ga ada tambahan bakteri dari luar, apalagi saya sedang berada di daerah yang penuh dengan angin dan debu pantai. 

Perih tidak?
Biasanya kalau pakai segala macam obat luka pasti akan ada adegan meringis menahan perih, sudah luka dikasih obat malah perih. Namun ternyata kemarin waktu pakai si spray antiseptik ga kerasa perih lhoh. Bahagia! 
Terima kasih spray antiseptik kesayangan yang ukurannya pas buat dibawa kemana-mana
Selesai diobatin saya tertarik buat berenang lagi, sempat khawatir dengan luka kecil di tangan dan kaki. Tapi ya akhirnya masuk lagi ke laut, dan puas-puasin berenang sampai waktunya habis. πŸ˜†πŸ˜†
EH sampai ada yang teriak lapar, haha.

Balik ke pulau perasaan campur aduk antara lapar dan mengantuk, bahkan lupa kalau tadi ada sedikit luka kecil di badan. Mungkin karena hati senang dan luka kecil tadi sudah diobati oleh ahlinya si spray antiseptik. Jadi selama liburan kemarin pun ga repot sama luka, kalau mau ganti plester pun tinggal dibersihkan ulang dan disemprot antiseptik. Mudah ya?

Lalu hasil dari jalan-jalan kemarin apa?
Kulit belang dan luka yang diobati tanpa perlu merasa perih, owsom kan? πŸ˜‰



You Might Also Like

5 comments:

  1. Wah jadi kangen ke Pari lagi. Waktu tu paling gak 2 bulan sekali pasti kesitu.

    Minepnya di tenda pinggir pantai perawan, malamnya makan cumi bakar
    :D

    ReplyDelete
  2. wah, pernah dapat pengalaman ketemu ikan popok seisi-isinya di Kepulauan Seribu.. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh ikan popok ini kayak apa? *gugling

      Delete
  3. Owsooom!

    Iya banget tuh, setiap berenang atau main di pantai yg banyak bebatuan pasti selalu ada drama lecet lecet kaki wkwkwkw

    Wah keren banget bisa nggak perih kalo pake iniiiii

    ReplyDelete