Gerakan Jantung Sehat,

Teman Baik Penangkal Kolesterol

Wednesday, November 22, 2017 Linda Leenk 0 Comments

Banyak gerak itu perlu, demi jantung sehat
Bulan November ini sepertinya saya sedang banyak diuji, mulai dari papa yang tiba-tiba kena serangan jantung. Si pacar yang kena (lagi) cacar air, sampai saya yang akhirnya ikut ketularan juga. Combo penyakit yang berturut-turut ini membuat saya semakin percaya, bahwa sehat itu lebih menyenangkan daripada sakit.

Sejak pindah dari kos ke apartement rasanya pekerjaan harian menjadi bertambah, padahal kalau di kantor aktifitasnya juga lebih banyak duduk menghadap laptop. Dan begitu ada hari libur terkadang saya lebih memilih untuk tidur seharian daripada beraktifitas ini itu, rasanya malas mau ngapa-ngapain lagi. Padahal malas itu adalah awal dari  segala macam penyakit. Atau bahasa gaulnya adalah SEDENTARI Life.

Apa itu sedentari?
Perilaku sedentari ini adalah kebiasaan duduk atau berbaring dalam kegiatan sehari-hari. Sedentari ini dilakukan di rumah, di tempat kerja, dalam semua aktivitas kecuali tidur. Meskipun terlihat bukan kegiatan yang membahayakan, tetapi perilaku ini berisiko terhadap salah satu terjadinya penyumbatan pembuluh darah di antaranya di jantung dan otak. 
5 Gejala Kolesterol Tinggi
Sebuah penelitian di Amerika tentang sedentari menggunakan batas nilai <3 3-5="" dan="" jam=""> 6 jam, menunjukkan bahwa pengurangan aktivitas sedentari sampai dengan kurang dari 3 jam per hari dapat meningkatkan usia harapan hidup sampai 2 tahun (Katzmaryzk, P & Lee, 2012). 

Perilaku yang lama kelamaan menjadi gaya hidup ini sebenarnya sangat didukung oleh lingkungan kita sekarang. Bayangkan bagaimana mudahnya komunikasi di kantor dengan aplikasi chat atau email, yang sebenarnya akan membuat kita bergerak aktif dengan mendatangi tempat duduk atau kubikel kolega kita. Begitu lapar tinggal pesan makanan pakai aplikasi dan menunggu pesanan diantarkan. Kadang harus ke stasiun dekat kantor karena adanya ojek online, jarak yang hanya 1,5 kilometer pun kita tempuh tanpa berjalan kaki. Tanpa sadar kita seperti diajarkan jadi malas gara-gara fasilitas yang mempermudah hidup tadi. :))
Acara Gerakan Jantung Sehat oleh Nutrive Benecol
Oh iya saya tau istilah Sedentari ini awalnya gara-gara ikut acara yang diadakan oleh Nutrive Benecol. Di acara tersebut saya sekalian cek kolesterol, meski yakin badan baik-baik saja toh sepertinya saya cukup banyak gerak (jalan kaki di stasiun maksudnya). Dan ternyata setelah dicek, kolesterol saya di angka 230.. HAHAHA

A post shared by Lingling (@lindaleenk) on
Jadi ternyata tidak hanya kurang gerak, namun juga jam tidur yang tidak teratur (tukang begadang) dan pola makan yang salah ikut menunjang kolesterol tinggi tadi. Fyi batas kolesterol itu tidak boleh lebih dari 200.
Tanda khas Serangan Jantung
Selama acara ada beberapa talk show Gerakan Jantung Sehat juga yang menarik untuk disimak. Beberapa tips untuk tangkal kolesterol yaitu:
- Jangan takut untuk cek kolesterol sedini mungkin 
- Jaga pola makan dan awasi asupannya
- Nikmati hidup tanpa rokok dan alcohol
- Giat berolahraga
- Kendalikan berat badan dan hindari stress
- Awasi tekanan darah
- Lengkapi dengan mengkonsumsi Nutrive Benecol 2x Sehari
Olahraga Rutin untuk Jaga Jantung Tetap Sehat
Sebelum mengikuti acara ini kadang saya konsumsi Nutrive Benecol juga sih, apalagi kalau lagi travelling suka jadi pemakan segala. Perlu banget bekal Nutrive Benecol buat mengurangi potensi kolesterol berlebih. Rasanya enak kayak yogurt biasa, dulu awal-awal sempet ga yakin sama rasanya takut kalau bakal kayak obat. 


Seminggu bersama Nutrive Benecol
Nutrive Benecol adalah minuman dengan kandungan alami yaitu Plant Stanol Ester (PSE). PSE sendiri merupakan golongan tumbuhan yang terdapat dalam tanaman seperti rye, kedelai, sayur-sayuran, buncis dan lainnya. Karena kandungannya yang alami tersebut, Nutrive Benecol aman untuk dikonsumsi oleh orang yang kolesterolnya normal, maupun untuk yang penyandang diabetes. 

Saya mungkin belum merasakan secara pasti efek setelah meminum ini secara jangka panjang, seharusnya sih saya cek kolesterol lagi buat tau angkanya beneran turun/ tidak. Tapi yang paling dirasakan sekarang bangun tidur badannya lebih enteng. Dan kayaknya aku mau belikan Nutrive Benecol ini juga untuk papa, biar kolesterolnya turun. Untuk yang masa penyembuhan bisa minum nutrive benecol 2x sehari, kalau untuk maintenance cukup 1x saja sih.

Btw kalian udah pernah cek kolesterol? Bawa Nutrive Benecol sebagai teman travelling kamu, lebih baik mencegah daripada ketahuannya terlambat bukan?



You Might Also Like

0 comments: