#LingTrip,

#Lingtrip : Berkeliling Lawang Sewu Semarang

Friday, July 27, 2018 Linda Leenk 6 Comments


Sebagai orang yang menghabiskan masa sekolah di Semarang, saya malu belum pernah masuk ke Lawang Sewu. 

Pernah pada masanya selama tiga tahun saya melewati Lawang Sewu, tapi ya hanya lewat saja. Tak ada kesempatan dan keberanian buat masuk kesana. Selain karena sewaktu sekolah dilarang buat pulang lebih dari jam 7 malam, jadinya ya pulang sekolah kalau tidak ada les saya langsung pulang.

Ketika sudah kuliah dan kerja merantaupun tak pernah ada kesempatan buat benar-benar jadi turis di kota sendiri, sampai akhirnya kesempatan itu datang. (terharu)😅 Sebagai ibukota Jawa Tengah, Semarang memiliki beberapa wisata kuliner dan budaya yang khas. Salah satu peninggalan Belanda yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan adalah Lawang Sewu. Bangunan bersejarah yang menawarkan cerita tentang sejarah kereta api di Indonesia, karena  ternyata dulunya Lawang Sewu ini merupakan pusat kereta api di Indonesia.
Dari Lawang Sewu bisa langsung ke Tugu Muda
LOKASI
Lawang Sewu terletak di Komplek Tugu Muda, jalan Pemuda Semarang.

Objek wisata ini selalu ramai setiap harinya, baik hari libur maupun hari biasa. Lokasinya pas sekali berhadapan dengan Tugu Muda Semarang, jadi mudah ditemukan. Aksesnya pun mudah, mau pakai kendaraan pribadi maupun angkutan umum bisa.


SERIBU PINTU, LAWANG SEWU
Semarang memang terkenal sebagai kota yang memiliki udara cukup panas, untuk pergi jalan-jalan wisata di sini memang memerlukan kesadaran penuh agar mau bersahabat dengan matahari. Cuaca panas dan lembab cukup menguras energi kami yang harus berkeliling kota Semarang ini, tapi kami tetap bisa happy karena ya jalan bareng teman-teman gimana ga bahagia coba?

Lawang Sewu terdiri atas lima bangunan yang terbagi-bagi dan diberi nama sesuai abjad ABCDE, tapi kemarin kami hanya masuk ke dua bagian gedung saja (kalau tidak salah ya, saya agak lupa).
Guide kami hari itu
Lawang Sewu sendiri merupakan bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang dibagun di tahun 1904. Dulunya bangunan ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorwed Naatschappij (NIS). Gedungnya terdiri dari tiga lantai dan memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, jumlahnya tidak sampai seribu namun mendekati seribu makanya dijuluki Lawang Sewu.
Ada yang cantik juga di dalam Lawang Sewu
Oh iya, Lawang Sewu sempat mengalami pemugaran karena lama tidak diurus. Setelah proses pemugaran selesai, akhirnya tanggal 5 Juli 2011 Lawang Sewu dibuka lagi untuk umum. Lawang Sewu biasanya dikenal dengan yang mistis-mistis dan berhantu, tapi tenang saya ga akan bahas itu kok di sini.

Saran: Waktu terbaik untuk berkunjung ke Lawang Sewu adalah pagi sebelum jam 12 siang, atau sore hari. Kalau mau wisata malam ada paketnya sendiri sih, tapi ya saya ga berani. 
Selesai mendengarkan cerita sejarah Lawang Sewu kita bisa ngapain lagi di sana?
Tentu saja berfoto-foto, menyaksikan megahnya arsitektur klasik yang ada di Lawang Sewu ini menarik lhoh. Ada banyak cerita sejarah perkembangan kereta di Indonesia yang bisa disaksikan di sini. Langit-langit bangunan yang tinggi dan banyaknya daun pintu dan jendela bikin jadi banyak spot buat berfoto yang cakep. Ga heran beberapa pasangan ada yang menggunakan tempat ini untuk foto prewedding. Ada juga toko oleh-oleh bagi yang ingin membeli souvenir khas dari Lawang Sewu, sayang kemarin kami harus segera pindah lokasi. Kelupaan deh buat belanja oleh-olehnya. 😥
Rasanya jadi anak kecil lagi lihat miniatur kayak gini, pingin banget dimainin
Sambil berkeliling sambil ootd an :)

Kenal dengan bapak satu ini?

Bisa sambil mendengarkan dongeng tentang sejarah kereta api di Indonesia

Jadi berapa timbangan mbak Tery sekarang?

Menurut cerita dari guide yang menemani kami berkeliling, gedung ini juga menjadi saksi pertempuran Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang. Jadi saat pertempuran terjadi, ada banyak pemuda yang gugur dan dimakamkan di halaman gedung. Namun sekarang makam para pemuda tersebut sudah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan kok.

Tertarik untuk mampir ke Lawang Sewu juga?
Jam operasional Lawang Sewu buka mulai jam 07.00 - 21.00 WIB dengan harga tiket yang cukup terjangkau yaitu Rp. 10.000 (dewasa) dan Rp. 5.000 (anak usia 3-12 tahun/ pelajar SD s/d SMA).

Selesai berkeliling Lawang Sewu bisa jajan es dawet yang ada di luar gedung, percayalah ini segar banget diminum apalagi Semarang bawah terkenal panas banget kan. Harganya juga ga mahal kok, dan yang pasti menyegarkan.


You Might Also Like

6 comments:

  1. Ternyata ada yang lebih parah dari gue, hahaha. Gue tinggal 10 tahun di Bandung tapi belum pernah ke Tangkuban Prau xD

    tapi alasan gue masih mending, tempatnya jauh bet soalnya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kudu nyewa kendaraan pribadi juga bukan?

      Delete
  2. Kalau baca ceritanya, berasa asing di kota sendiri. Hihihii. Semoga kita bisa lebih mengenal tentang kota sendiri :D

    Oyaa mbak linda, aku pernah sekali masuk ruang bawah tanah (yg sekarang sudah ditutup). Rasanya malah takjub dan sekaligus miris melihat kondisi ruang bawah tanah. Ndak berasa horror kok, aman, atau mngkin aku yg ga peka dg hal begituan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahaha, maklum anak rumahan
      Kalau sudah di Semarang sibuk sama urusan domestik di rumah
      Mungkin mirip sama yg di kota tua Jakarta ya, kalau didatengin pas siang hari sih ga masyalah
      yg suka bikin serem kan kalau datengnya malam

      Delete
  3. Kalo aku nyaris mirip cerita,kak ... beberapakali udah lewat depan Lawang Sewu ini tapi belum satukalipun berkesempatan mampir.

    Punya rasa deg-degan juga mau masuk sendirian ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bawa rombongan kalau kesini, seru dengerin guidenya cerita sejarah si laawang sewu

      Delete